Laporan terhadap Tugas ke Seminar Ilmiah Kependudukan IPADI

Pendahuluan laporan ini diawali dengan ironi dari sebagian kinerja pedesaan di Sumatera dan Kalimantan yang menghasilkan kebakaran hutan dan lahan yang berkontribusi bencana asap yang menyesakkan pernafasan banyak orang di dalam dan luar negeri. Ironi ini bisa berupa pembatalan pembangunan pembangkit listrik di tengah defisit pasokan listrik, sehingga sudah dirasakan perlu risk assessment yaitu penentuan kuantitatif atau kualitatif nilai resiko dalam konteks pembahasan yaitu resiko kebakaran hutan dan lahan serta resiko penyebaran bahaya asap. Simak penjelasan lebih lanjut di file RASP Kemajuan renja 04

Di tengah semua ironi yang muncul, penulis memandang bahwa masih ada harapan dan asa untuk mengatasi bahaya kebakaran dan asapnya. Tuhan sudah memulai musim hujan dengan menurunkan air dari langit. Sekali lagi terbukti bahwa manusia lalai dalam merekayasa ekologi pedesaan /kelurahan menuju kebaikan dan manusia tidak optimal dalam merestorasi ekosistem rumah dan pekarangannya /lingkungannya yang porak poranda akibat ulah diri sendiri menuju kawasan rumah pangan lestari. Simak uraian lebih detil di file RASP Solusi IPADI

Presentasi di Seminar Ilmiah Kependudukan

NavigationJudul

MENGARAHKAN DINAMIKA PENDUDUK MELALUI POS PEMBERDAYAAN MENGGERAKKAN PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP TERDIRI ATAS PENGGUNAAN TEKNIK EKOLOGI MENYELESAIKAN PROBLEM LINGKUNGAN KEBAKARAN LAHAN PENYEBAB KABUT ASAP DAN RESTORASI EKOSISTEM LAHAN YANG SUDAH HANGUS DEMI MASA DEPAN ANAK CUCU

 

Ditulis oleh

Raden Arum Setia Priadi, S.Si., M.T.

HP 081279048058 (dulu)

HP 08117213802 (sekarang)

Abstraks

Pos Pemberdayaan dengan titik sentral kegiatan yaitu ekonomi (yang berkelanjutan, perlu belajar EKONOMI TEKNIK) meningkatkan kesejahteraan melalui agro-industri dan agro-energi sehingga mengentaskan keluarga dari kemiskinan dengan efek menggerakkan pembangunan lingkungan hidup. Diperhatikan pembicara ahli dengan topik: 1) Dinamika penduduk dalam kerangka pembahasan sustainable development goals; 2) Pembangunan yang berbasis pada pemberdayaan keluarga; 3) Penduduk sebagai titik sentral pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan.

Makalah berisi informasi dasar yang diperlukan memilih dan mendesain solusi ekologi. Pendekatan meliputi studi kasus Tanjung Api-api dan model ekosistem yang diaplikasi ke desain, pengaturan, dan modifikasi ekosistem. Diuraikan juga disiplin dan konsep lingkungan yang dipakai, konsep dalam ekologi sistem yang fundamental untuk teknik ekologi dan restorasi, sebagian dari 19 prinsip teknik ekologi yang dipublikasikan 1989 sebagai titik berangkat untuk mengelola teknik ekologi dan restorasi ekosistem (river and streams, wetlands, coastal areas, altered terrestrial landsapes).

Digunakan metode teknik ekologi menyelesaikan problem polusi kabut asap. Bagai mana wetlands dapat dipergunakan dalam menangani titik dan non-titik polusi air akibat kebakaran. Bagai mana kontaminan dapat dipindahkan dari soil in situ oleh bio-remediation. Diuraikan teknik manajemen ekologi praktis yang digunakan teknik ekologi dan restorasi ekosistem. Digunakan alat utama dalam proyek ecological engineering and restoration (spektrum pendekatan manajemen ekosistem) yaitu pemodelan ekologi untuk memprediksi Tanjung Api-api ecosystem structure and function. Kajian direncanakan melibatkan ilmuwan lingkungan dan insinyur dalam academia, pemerintah, dan industri untuk lanjut menemukan solusi inovasi ke problem lingkungan bekerja sama dengan alam.

Kata-kata kunci: dinamika penduduk, pos pemberdayaan, pembangunan lingkungan hidup, teknik ekologi, problem lingkungan, restorasi ekosistem.

Pengembangan Perangkat Sistem HKI Fakultas

Kepedulian RASP terhadap nasib dosen sebagai pemilik hak (atas) kekayaan intelektual, kampus, dan desa /kelurahan diwujudkan pada semua proyek penelitiannya serta posting awal terkait penelitian di official blog-nya sejak tanggal 1 Nov 2011. Kini fokus RASP sedang mengarah ke Sistem HKI Fakultas sebagai back office penunjang kewirausahaan di tingkat fakultas dengan target pasar primer yaitu pemerintahan desa /kelurahan dan stake holder-nya yang ada di pos pemberdayaan masyarakat. Harus dibisa dikomersialisasi semua hasil karya penelitian yang dikelola Lembaga Penelitian dengan struktur awal sbb.

 

PD1_FT1

Perangkat Sistem HKI Fakultas perlu dikembangkan di semua fakultas karena pemilik HKI tersebar di semua fakultas. Untuk menunjang ini di tingkat jurusan perlu dibentuk minimal dua divisi yaitu Dikominfo dan Dikersa. Pengembangan dilakukan dengan inovasi model kebijakan yang bisa membangun partisipasi sivitas akademik. Skema bisa dilihat di posting https://dosen.unila.ac.id/rasp/2013/01/25/sistem-hki-fakultas/

Angkatan 2014 dan angkatan 2015

Angkatan 2014 terdiri atas 4 kelas yaitu Bhs-Ina-A, Bhs-Ina-B, Bhs-Ina-C, dan Bhs-Ina-TI. Insya Allah, materi RASP adalah Bab 5 dan review terhadap empat bab yang sudah dipelajari. Ternyata hingga akhir minggu kedua belum ada kelompok yang maju presentasi walau sudah banyak kelompok yang mengumpulkan pekerjaannya di Facebook.

Berikut ini nilai akhir Bahasa Indonesia Angkatan 2015

Bhs_Ina_2015

Selesai

KULIAH SEM GJL TA 2014 /2015

PSTE

Sen, 08.00 – 10.30, UNI 612106, Bhs Ind-B, 3 (2-1), MLV /RASP, H17, Sem1, W.

Sel, 08.00 – 10.30, UNI 612106, Bhs Ind-C, 3 (2-1), MLV /RASP, H17, Sem1, W.

Rab, 08.00 – 10.30, UNI 612106, Bhs Ind-A, 3 (2-1), MLV /RASP, H20, Sem1, W.

PSTI

Kam, 08.00 – 10.30, UNI 612106, Bhs Ind-TI, 3 (2-1), MLV /RASP, Lantai 2, Sem1, W.

Insya Allah, pembelajaran RASP akan menggunakan electronic learning via: 1) blog di URL https://dosen.unila.ac.id/rasp; 2) e-learning di URL http://kuliah.unila.ac.id; 3) back up di URL e-learning.unila.ac.id; 4) Facebook di URL https://www.facebook.com/groups/180986381407/

Epistemologi

Epitestemologi pak dadang sangat menarik dikaji dengan konteks laboratorium kehidupan kerja nyata yang dimanfaatkan para mahasiswa tahun pertama hingga tahun terakhir jelang kuliah kerja nyata, kerja praktik, dan skripsi. Hal ini akan memandu pemanfaatan waktu luang dan energi berlimpah dari kaum muda.

Peran Paradigma dalam Revolusi Sains

Dr. Dedi Setiabudidaya, M.Sc. menyampaikan peran paradigma dalam revolusi sains. Materi ini diinisiasi oleh Thomas Kuhn. Para mahasiswa diminta membuat makalah dengan materi terkait. Setelah materi itu dipahami perlu dipikirkan kontroversi global warming dengan sudut pandang bidang ilmu keteknikan masing-masing. Bagai mana kita menata paradigma mahasiswa sehingga bisa melakukan revolusi sains dan teknologi dalam durasi sembilan semester. Inilah revolusi mental atau perbaikan akhlak para mahasiswa.