Nilai Struktur Data 2013

Nilai Struktur Data 2013 sisi RASP

Simak di URL http://kuliah.unila.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=364

Setelah dikompilasi dengan nilai sisi MK, nilai Struktur Data 2013 menjadi sbb:

NO NAMA NPM AM HM
1 MAHENDRA PRATAMA 1015031046 69,17 B
2 BAGUS GILANG PRATAMA 1015031070 81,25 A
3 SEPTIAN RIWANTO 0745031035 3,70 E
4 REMY MARTIN 0745031030 44,26 E
5 DIMAS ANGGA 0855031012 77,08 A
6 LUKMAN HAKIM 1015031042 79,81 A
7 AKHMAD BILLY YOLANDO 1015031025 81,67 A
8 ALFI FAIZU 0915031029 78,33 A
9 IMAM SHOLEH MAULANA 1015031037 81,48 A
10 DIAN NINDARIANSARI 1015031033 61,76 C+
11 HASRON 0855031018 72,31 B+
12 RIYO HANDOKO 0915031098 73,33 B+
13 IRVIKA ROMANA 1015031038 75,93 B+
14 INDRA HARTADI 0645031031 49,28 E
15 GERI ROMADHONI TANJUNG 0645031023 21,11 E
16 Andria Kharistian Pasya 0645031003 0,00 E
17 HIDAYAT 0645031030 60,67 C

Edisi Agustus 2013

Persiapan UAS 2013

Jadwal UAS semula pada hari Jumat, 28 Juni 2013 diundur ke Senin 1 Juli 2013 jam 08.00 – 09.40 wib di H20 untuk TEL350 STRUKTUR DATA, dosen MK dan RASP. UAS dilakukan dengan cara small project melalui kerja sama tim satu kelas. Penugasan dalam bentuk makalah maksimal 10 halaman. Oleh karena itu dilakukan pembagian tugas sbb:

1. Mahendra Pratama menyiapkan ringkasan bahan tentang senarai berantai: berkepala, sebagai tumpukan, berputar, ganda. Ybs diberi pertanyaan sbb: a) Apakah yang disebut sebagai header node? b) Sebutkan pengertian queue! c) Apakah sparse matrix itu?

2. Bagus Gilang P. menyiapkan ringkasan bahan tentang antrian menggunakan larik dan pointer, antrian berprioritas, dan dek.

3. Dimas Angga menyiapkan ringkasan bahan tentang pohon biner: deklarasi pohon, membuat pohon biner, kunjungan pre-order, in-order, post-order, dan level-order. Pertanyaannya: a) Terangkan secara ringkas terkait tree apa yang dimaksud dengan level, height atau depth, ancestor. dan forest? b) Terkait antrian, apa yang dimaksud dengan deque (double-ended queue? c) Dalam pengurutan larik, aspek apa saja yang perlu dipertimbangkan oleh programmer?

4. Akhmad Billy Yolando menyiapkan ringkasan bahan tentang pengurutan larik: metode penyisipan langsung, penyisipan biner, metode seleksi, gelembung, shell-sort, quick-sort (non-rekursif dan rekursif).

5. Alfi Faizu menyiapkan ringkasan bahan tentang pengurutan senarai: metode quick-sort, merging senarai berantai, dan metode merge-sort.

6. Imam Sholeh M. menyiapkan ringkasan bahan tentang pencarian: berurutan, pada tabel yang sudah diurutkan, biner, berurutan berindex.

7. Riyo Handoko menyiapkan ringkasan bahan tentang hashing: fungsi hash (metode pembagian, metode mid-square, penjumlahan digit).

8. Sisa peserta yang tidak tercantum di atas (Septian Riwanto, Remy Martin,  Lukman Hakim, Dian Nindariansari, Hasron, Irvika Romana, Indra Hartadi, dan Geri Romadhoni T.) berkolaborasi membagi sendiri penyiapan bahan-bahan sebagai berikut:

a) Graph [penyajian graph menggunakan larik]; b) Pengelolaan pengingat [senarai berantai]; c) Penyajian graph menggunakan senarai; d) Hashing [ cara mengatasi tabrakan, pengalamatan terbuka dan penggandengan]; e) Senarai berantai banyak [matrix jarang]; f) sisa materi yang belum dibahas.

Tiap mahasiswa akan mendapat dua soal yang sumber referensi terdapat pada bahan yang disiapkan oleh dua orang temannya. Dikerjakan secara tertulis di LJU yang disiapkan. Ujian bersifat open book, open komputer dan open internet.

Struktur Data 17

Periode Sem Genap TA 2012 /2013 mata kuliah TEL350 Struktur Data 2 (2-0) Sem 6 W (SKI) diampu oleh dosen-dosen: 1) Muhammad Komarudin [mengajar terlebih dulu]; 2) RASP [mengajar terkemudian]. Asisten dosen:

Struktur Data 16

Penyajian: Ada beberapa cara untuk menyajikan suatu tumpukan yaitu kumpulan data. Kita bisa menggunakan larik untuk menyajikan tumpukan tersebut. Larik adalah tipe data terstruktur. Walau pun begitu, kita bisa segera mengetahui bahwa penyajian tumpukan menggunakan larik adalah kurang tepat. Alasannya karena banyaknya elemen dalam larik sudah tertentu (statis), sedangkan dalam tumpukan sangat dinamis.

Larik bisa kita gunakan untuk

Menyajikan suatu tumpukan dengan anggapan bahwa banyaknya elemen maksimum dari tumpukan tersebut tidak akan melebihi batas maksimum banyaknya elemen dalam larik.

Pada suatu saat ukuran tumpukan akan sama dengan ukuran larik. Kalau kita teruskan menambah data lagi, akan terjadi overflow. Oleh karena itu perlu data tambahan untuk mencatat posisi ujung tumpukan. Dengan kebutuhan seperti ini, kita bisa menyajikan …

Tumpukan menggunakan

Tipe data terstruktur seperti tipe rekaman (record) yang terdiri atas dua medan yaitu: 1) Medan pertama bertipe larik untuk menyimpan elemen tumpukan; 2) Medan kedua bertipe integer untuk mencatat posisi ujung tumpukan. Dengan anggapan ini, kita bisa mendeklarasikan tumpukan sebagai mana tertera pada file.

Dengan deklarasi tersebut

Kita menganggap bahwa elemen tumpukan T, yang tersimpan dalam larik T.Isi adalah bertipe integer dan banyaknya elemen tumpukan maksimum adalah sebesar MaxElemen yang dalam hal ini 255 elemen.

Sesungguhnya elemen tumpukan tidak harus berupa integer, tetapi bisa berupa data dengan tipe yang lain, misalnya real atau char. Tipe data dari medan Atas harus bilangan bulat antara 0 sampai MaxElemen.

Struktur Data 15

Kita bisa melihat bahwa

Tumpukan merupakan suatu senarai (list) yang mempunyai watak “masuk terakhir keluar pertama” (last in first out – LIFO).
Tumpukan adalah kumpulan data. Kita bisa menggunakan larik untuk menyajikan sebuah tumpukan.
PR buatlah program untuk menyusun permutasi dalam bahasa C++

Struktur Data 14

Tumpukan (stack)

Pengertian: secara sederhana, tumpukan bisa diartikan sebagai kumpulan data yang seolah-olah ada data yang diletakkan di atas data yang lain.
Kita bisa menambah (menyisipkan) data dan mengambil (menghapus) data lewat ujung yang sama, yang disebut sebagai ujung atas tumpukan (top of stack).
Contoh
Misalnya kita mempunyai dua kotak yang ditumpuk sehingga satu kotak diletakkan di atas kotak yang lain. Jika kemudian tumpukan 2 kotak itu kita tambah dengan kotak ke-3, ke-4, dst maka akan kita peroleh sebuah tumpukan kotak terdiri atas N kotak.
Ujung yang manakah yang kita anggap sebagai ujung atas tumpukan? Kita harus menentukan ujung mana yang digunakan untuk mengambil atau menyisipkan data yang baru.

Struktur Data 13

Menyusun permutasi

Dari sekelompok karakter. Contoh, jika kita mempunyai 3 buah karakter yaitu A,B,C, maka semua permutasi yang mungkin dari ketiga karakter adalah
ABC, BAC, CAB
ACB, BCA, CBA
Secara umum, banyaknya permutasi dari N buah karakter adalah N faktorial à 3! = 6.
Proses penyusunan permutasi
Cetak elemen ke-1, dan cetak permutasi elemen ke-2 sampai ke-N (permutasi dengan N-1 elemen).
Cetak elemen ke-2, dan cetak permutasi elemen ke-1, elemen ke-3 sampai ke-N (permutasi dengan N-1 elemen).
Dan seterusnya sampai langkah terakhir adalah cetak elemen ke-N, dan cetak permutasi elemen ke-1 sampai elemen ke-(N-1) [permutasi dengan N-1 elemen].

Struktur Data 12

Secara umum

Untuk menyelesaikan N buah piringan diperlukan pemindahan sebanyak 2^N -1 kali.
Secara sederhana, pemindahan seluruh piringan secara rekursif dapat dilaksanakan dengan:
1) Pindahkan (N-1) piringan yang paling atas dari tonggak asal (A) ke tonggak bantu (B).
2) Pindahkan piringan ke-N (piringan terakhir) ..
… Dari tonggak asal (A) ke tonggak tujuan (C).
3) Pindahkan (N-1) piringan dari tonggak bantu (B) ke tonggak tujuan (C).
Tentu saja piringan sebanyak (N-1) buah tidak boleh dipindah bersama-sama, tetapi harus satu per-satu. Dengan cara yang sama seperti di atas, bisa dipindahkan ke (N-1) piringan, satu piringan setiap saat, dari tonggak asal (A) ke tonggak bantu (B).

Struktur Data 11

MENARA HANOI

Permainan ini adalah contoh klasik dari proses rekursif. Berdasarkan legenda, pertama kali dimainkan secara manual oleh seorang Pendeta Budha di Hanoi.
Dalam permainan ini, akan dipindahkan sejumlah piringan yang tidak sama besarnya dari satu tonggak ke tonggak lainnya dan diperbolehkan melewati tonggak bantuan.
Aturannya?
Aturan permainan menara Hanoi
Semua piringan pada tonggak A akan dipindahkan ke tonggak C dengan ketentuan bahwa pemindahan piringan dilakukan satu per-satu dan piringan yang lebih besar tidak boleh diletakkan di atas piringan yang lebih kecil.
Menurut legenda dikatakan bahwa jika anda selesai memindahkan seluruh 64 piringan, pada saat itu juga dunia kiamat. Bayangkan jika untuk setiap pemindahan perlu satu detik.