Antariksa

Mukadimah Dirgantara

Mukadimah Dirgantara

Tantangan terbesar umat manusia adalah eksplorasi dan penguasaan antariksa, langit, atau angkasa. Hanya sedikit negara yang bisa melakukannya. Pencapaiannya menjadi penanda kemajuan mereka. Demikian pula bagi individu-individu yang terlibat. Mereka yang berprestasi di bidang itu akan dihormati dan didukung masyarakatnya. Bisa dicontohkan di sini negara seperti Amerika Serikat (NASA), Rusia (Roscosmos), Eropa (ESA), Jepang (JAXA), China (CNSA). Indonesia dengan LAPAN turut berpartisipasi. Bagai mana partisipasi dan dukungan masyarakat Indonesia?

FESTIVAL SAINS ANTARIKSA

Kita sudah familier dengan nama-nama seperti: BJ Habibie, Thomas Djamaluddin, Yuri Alekseyevich Gagarin, Neil Amstrong, dll. Sayang hal ini tercemari perkataan tidak jujur dari seseorang seperti Dwi Hartanto. https://www.merdeka.com/peristiwa/kebohongan-dwi-hartanto-ahli-dirgantara-yang-disebut-the-next-habibie.html Festival Sains Antariksa 2021.

PUSAT SAINS ANTARIKSA

Agar tidak menjadi korban orang-orang seperti itu kita harus mempelajari keantariksaan dengan panduan UU No. 21 /2013 tentang KEANTARIKSAAN. UU tersebut pasal 3 ayat (1) mengatur bahwa ANTARIKSA merupakan wilayah bersama yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan semua negara. Hal ini mengandung makna bahwa kita bisa menempatkan Wahana Antariksa di mana saja. Batasnya adalah asas persamaan dan hukum internasional.

Prioritas kita pada fokus bandar antariksa setelah bandar udara, roket peluncuran satelit, pemanfaatan satelit, antisipasi sampah antariksa, studi antariksa, astronomi, ilmu falak, menyambut kedatangan Nabi Isa as dan rombongan dari antariksa.

Referensi 1

https://www.youtube.com/results?search_query=indonesia+antariksa

Referensi 2

Referensi 3

Referensi 4

Referensi 5

Selesai