Jurnal Informatika Lingkungan

Semoga kelak RASP bisa kirim naskah ke jurnal yang beralamat di URL http://www.iseis.org/jei/

Aims and Scope: Journal of Environmental Informatics (JEI) is an international, peer-reviewed, and interdisciplinary publication designed to foster innovative research on systems science and information technology for environmental management. The journal aims to motivate and enhance the integration of environmental information and systems analysis to help develop management solutions that are consensus-oriented, risk-informed, scientifically-based and cost-effective.

It serves researchers, educators and practitioners who are interested in theoretical and/or applied aspects of environmental information sciences, regardless of disciplinary boundaries. The topics addressed by the journal include:

– Decision and risk analysis for environmental management

Mathematical methods for systems modeling and optimization

– Environmental Statistics and its applications

Environmental data and information management

– Environmental and ecological modeling and assessment

Simulation, optimization, and control of waste treatment and pollution reduction processes

– Environmental, ecological and resources management and planning

Environmental geomatics – GIS, RS and other spatial information technologies

– Geographical analysis for urban and regional development

Monitoring and analytical techniques of environmental quality

– Artificial intelligence and expert systems for environmental applications

Computer graphics and visualization for environmental decision support

– Other areas of environmental systems science and information technology

Real Analysis Wirausaha KKN via Aktivitas Mushola

Berkaca dari pengalaman terbakarnya masjid di Tolikara, kita harus melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Oleh karena itu uraian berikut disusun dengan memanfaatkan pisau analisis yang ada. Buku Introduction to Real Analysis karya Robert G. Bartle dan Donald R. Sherbert menarik untuk digunakan sebagai pisau analisa karena materi-materi sebagai berikut:

1) himpunan, bisa disebut juga komunitas. Kita harus bisa memanfaatkan berbagai komunitas yang berasal dari sivitas akademik FT Unila untuk berdikari, setelah itu baru menggalang upaya dari ukhuwwah islamiyah.

2) fungsi, dikaitkan dengan tupoksi, tugas pokok dan fungsi dari segala eksponen yang terlibat dalam Mushola Teknik seperti DKM (Dewan Kemakmuran Masjid /Mushola), BPH (Badan Pengelola Harian), semua jurusan /prodi, semua hima, BEM, SEMA, UKM, dll.

3) induksi, melalui PDKT, pendekatan ke semua stake holder Mushola Teknik sehingga semua pihak yang berkepentingan dekat satu dengan lainnya sehingga memudahkan kesepahamanan dan saling pengertian. Misalnya di kalender sudah ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah berupa hari libur keagamaan, maka para pihak pemakai hari libur itu perlu memprioritaskan pihak yang terkait langsung dengan hari tersebut. Umpamanya libur idul fitri, maka pihak dimaksud adalah kaum muslimin dengan PHBI-nya.

4) aljabar, terkait filsafat dan strategi pendidikan agar bangsa Indonesia berpikir kritis dan logis sehingga bisa membangun jaringan masjid mushola dengan kinerja melampaui jaringan gereja sebagai mitra kompetisi dalam melayani umat.

5) properties, terkait dengan berbagai fungsi masjid sebagai mana diterangkan oleh Gubernur Maluku di URL http://ramadhan.antaranews.com/berita/503863/gubernur-masjid-mempunyai-fungsi-sosial

URAIAN LENGKAP

Ambon (ANTARA News) – Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan masjid tidak hanya tempat pelaksanaan shalat tetapi juga mempunyai fungsi sosial sebagai pusat pemerintahan, pusat persaudaraan, pusat pendidikan, pusat ekonomi dan sebagai simbol persamaan dan kesetaraan umat.

Mushola Teknik bukan pusat pemerintahan fakultas karena yang sebenarnya berpusat di Gedung A, diselenggarakan oleh Dekanat. Mushola Teknik bukan pusat pendidikan karena yang sebenarnya berpusat di sekretariat jurusan masing-masing. Meski pun demikian MuTek bisa mengambil peran selain pendidikan keteknikan yaitu pendidikan agama Islam.

Mushola Teknik bukan pusat ekonomi karena yang sebenarnya berpusat di Koperasi Teknik. Meski pun demikian MuTek bisa menjadi tempat belajar EKONOMI TEKNIK dan mengambil peran di urusan zakat, infaq, sedekah, wakaf melalui kerja sama dengan BAZNAS URL http://pusat.baznas.go.id/ dan BAZDA Lampung URL http://lampung.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=14099

6) value, tata nilai yang dipakai oleh Mushola Teknik adalah Al Quran dan Al Hadist setelah itu perundang-undangan yang berlaku di Indonesia mulai darI UUD hingga peraturan dekanat dan jurusan di lingkungan FT Unila.

7) intervals, transisi diperlukan untuk menuju keadaan baru sesuai visi misi Fakultas Teknik pada tahun 2025 menjadi 10 terbaik nasional berbasis riset terpadu (melibatkan semua prodi yang ada).

8) cluster, pengelompokan disesuaikan dengan pembagian kerja sama (misi FT Unila nomor 5) dengan tidak melupakan empat kelompok sasaran berdasarkan misi dan strategi yang sudah digariskan.

9) sequences, urutan disesuaikan dengan urutan angkatan mahasiswa mulai dari yang paling tua yang masih bisa diharapkan hingga angkatan termuda tahun berjalan, semua angkatan akan menerima tongkat estafet perjuangan secara bergilir.

10) limit, batasannya turunnya SK DO atau WISUDA dari rektorat. Durasi dari saat menjadi mahasiswa baru hingga terbitnya SK itu menjadi alokasi waktu yang harus dimanfaatkan Takmir Mushola untuk membina umat yang menjadi jamaahnya.

11) theorem, teori yang dipakai sesuai GBPK (Garis Besar Program Kerja) Dekan FT Unila, yaitu: kebersamaan dalam mengembangkan, jujur amanah bekerja optimal, pelayanan pemberdayaan, kenyamanan kesejahteraan.

12) criterion, disesuaikan dengan kriteria ISO 9001 dan Penjaminan Mutu Unila di URL http://lp3m.unila.ac.id/

13) concept, disesuaikan Konsep Program Kerja Dekanat yaitu JUJUR, TRANSPARAN, dan TERUKUR.

14) continuity and approximation, keberlanjutan disesuaikan dengan MDGs dan SDGs yang akan dicapai Indonesia; pendekatan selaras dengan ideologi Pancasila dan karakteristik seorang insinyur.

15) monotone, seragam sesuai arahan Takmir Mushola yang sudah dimusyawarahkan bersama seluruh stake holder di FT Unila. Hal ini untuk menghindari kecemburuan antar harokah karena merasa dianaktirikan.

16) inverse, Inverse definition, reversed in position, order, direction, or tendency, sesuai URL http://dictionary.reference.com/browse/inverse. Takmir Mushola berusaha untuk membalik paradigma jamaah agar kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah.

17) derivative, turunan program kerja Takmir Mushola disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik para pelaksananya yaitu sivitas akademik,

18) mean, rerata isu-isu yang harus diutamakan adalah: a] transparan dan akuntabel, b] manajemen sumber daya, c] kesejahteraan, d] proporsional anggaran, e] pemberdayaan jurusan, laboratorium, dosen, karyawan, plus mahasiswa, f] percepatan kerja, karya, dan usaha.

19) hospital, Takmir Mushola mengusahakan adanya institusi yang menyediakan layanan kesehatan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unila di URL http://fk.unila.ac.id/

20) integrability, kemampuan untuk berintegrasi dalam ukuwah islamiyah perlu terus dipupuk oleh Takmir Mushola.

21) fundamental, terhadap tiga hal yaitu: a] pembangunan sistem, b] kesadaran tertib sosial dan hukum, c] manajemen yang baik.

22) calculus, perhitungan selalu dilakukan Takmir Mushola melalui musyawarah terbatas dan musyawarah pleno.

23) convergence, merujuk pada technological convergence is the tendency that as technology changes, different technological systems sometimes evolve toward performing similar tasks di URL https://en.wikipedia.org/wiki/Technological_convergence; hal ini berkaitan dengan visi menjadikan Mushola Teknik sebagai showroom atau showcase terhadap keunggulan yang dipersembahkan oleh FT Unila.

YANG MANA AKAN ANDA PILIH?

DSCF2857_web

Perhaps the closest real-life parallel to the state of nature is a country at the end of a devastating war – in chaos, with looting, rape, and pillage. Situasi dalam mushola teknik belum sampai keadaan itu. In that sense, we may say that there are good reasons for having government – whether people actually choose them for these reasons or not. Oleh karena itu kita perlukan takmir dalam suatu mushola. The consequences which follow from Locke’s views are now obvious. Government exist only by the consent of the people governed. Memang betul, pemerintahan hadir hanya oleh kepedulian rakyat yang mau dipimpin. There is no other legitimate reason at all.

FSLDK_kumpul
Di tingkat provinsi LDK sudah berjamaah dalam bentuk FSLDK. Bagai mana di tingkat kabupaten /kota? Di tingkat Unila, LDK sudah berjamaah dalam Takmir dan BPH Masjid Al Wasi’i. Insya Allah LDK di FT Unila akan berjamaah dalam Takmir dan BPH Mushola Teknik.

Laboratorium KKN FT Unila

THE PROPER ROLE OF GOVERNMENT

Kepatutan Peran Pemerintah c.q. Kemenristekdikti c.q. FT Unila

Melalui Laboratorium Kehidupan Kerja Nyata

Berupa Takmir Mushola, BPH, LDK, FOSSI, Rohis Hima /BEM /Sema

DSCF2851_webMeski pun deskripsi Locke tentang state of nature tidak sesuram social contractarians lainnya seperti Hobbes (yang mendeskripsi hidup dalam state of nature sebagai solitary, poor, nasty, brutish, dan short), ini tidak secara jelas penuh problem. Meski pun orang secara alami bebas dalam state of nature, mereka tidak secara suka menikmati kemerdekaan karena keserakahan dan irasionalitas beberapa individu yang berpusat diri sendiri, manusia yang manual book sudah diberikan oleh Tuhan berupa kitab suci masing-masing agama dengan petunjuk pelaksanaan berupa ketentuan-ketentuan para nabi /rasul pembawa agama tersebut. Dalam respek, Locke dan social contractarians lainnya adalah lebih pesimistis tentang kealamian manusia dan kemungkinan untuk mengubahnya. Jika orang adalah dapat menjadi lebih mencintai, sosial, atau rasional, secara sederhana tiada keperluan untuk kontrol pemerintah. Tetapi karena selfishness kita, keserakahan dan irasionalitas, kita perlu pemerintah untuk memproteksi kita dari (ancaman) diri kita sendiri.

Sehingga Locke berargumen, ketika orang merealisasikan situasi secara penuh, mereka secara bebas memilih secara bersama memaksakan pembatasan pada diri mereka sendiri dan membatasi kebebasan – tetapi hanya dalam rangka mengamankan ukuran kemerdekaan lebih besar dan kebahagiaan dan kesejahteraan dari pada mereka dapat capai pada milik sendiri. Dua hak atau kebebasan yang kita harus serahkan ketika memasuki pemerintahan masyarakat adalah hak memproteksi diri kita sendiri dari luka dan hak menghukum siapa yang menyalahi kita. Sekarang kita harus mengembalikan tugas terakhir ke polisi dan pengadilan.

Diperlukan kontrol FT Unila melalui dekanat terhadap laboratorium kehidupan kerja nyata berupa Takmir Mushola, BPH, LDK, FOSSI, Rohis Hima /BEM /Sema berupa pedoman yang terdiri atas dasar hukum PTN PK BLU, organisasi dan tata kerja, peraturan akademik, tata pergaulan warga, standar pelayanan minimum yang harus dipatuhi, dewan pengawas [terdiri atas: senat fakultas, tim penjamin mutu fakultas /jurusan /program studi], komisi disiplin [melaksanakan tugas kepolisian internal], dan mahkamah [melaksanakan tugas pengadilan internal] secara berjenjang terdiri atas: 1) dosen pembimbing dan penguji; 2) pelaksana penelitian; 3) pelaksana pengabdian masyarakat; 4) pengurus program studi; 5) pengurus jurusan; 6) pengurus laboratorium; 7) pengurus fakultas.

Diperkirakan anda telah memilih di antara menjadi secara total bebas dari regulasi pemerintahan, dalam keadaan anarki di mana semua yang lain adalah bebas setara untuk mengerjakan apa yang mereka senangi, dan hidup dalam masyarakat di mana ada peraturan yang memproteksi hak anda sembari pada saat yang sama membatasi kebebasan anda yang diambil dari orang lain.