UAS ADP Sem Ganjil 2015

UAS AMDP berupa take home examination (THE) yaitu project yang hasil pengerjaannya dikumpulkan pada jadwalnya insya Allah pada hari ??? xx Januari 2016. THE adalah lecturer resume and critical review for some problem and fenomena:

1) Schmitt trigger circuit [p 17]; 2) Software Serial Interface [p 126];

3) Analog signal interfacing [p ]; 4) Akuisisi data, DAC, ADC [p ];

5) PPI 8255 [p ].

Dulu untuk menjamin kebaikan nilai yang anda peroleh, anda diminta mengerjakan THE yang ada di URL http://kuliah.unila.ac.id untuk mata kuliah Antarmuka & Periferal yang dikerjakan di mana saja dan dikumpulkan di meja dosen di Ruang Dosen JTE Unila paling lambat hari Jumat 27 Juni 2014 sore hari.

Persiapan UAS 2013

Jadwal UAS semula pada hari Jumat, 28 Juni 2013 diundur ke Senin 1 Juli 2013 jam 08.00 – 09.40 wib di H20 untuk TEL350 STRUKTUR DATA, dosen MK dan RASP. UAS dilakukan dengan cara small project melalui kerja sama tim satu kelas. Penugasan dalam bentuk makalah maksimal 10 halaman. Oleh karena itu dilakukan pembagian tugas sbb:

1. Mahendra Pratama menyiapkan ringkasan bahan tentang senarai berantai: berkepala, sebagai tumpukan, berputar, ganda. Ybs diberi pertanyaan sbb: a) Apakah yang disebut sebagai header node? b) Sebutkan pengertian queue! c) Apakah sparse matrix itu?

2. Bagus Gilang P. menyiapkan ringkasan bahan tentang antrian menggunakan larik dan pointer, antrian berprioritas, dan dek.

3. Dimas Angga menyiapkan ringkasan bahan tentang pohon biner: deklarasi pohon, membuat pohon biner, kunjungan pre-order, in-order, post-order, dan level-order. Pertanyaannya: a) Terangkan secara ringkas terkait tree apa yang dimaksud dengan level, height atau depth, ancestor. dan forest? b) Terkait antrian, apa yang dimaksud dengan deque (double-ended queue? c) Dalam pengurutan larik, aspek apa saja yang perlu dipertimbangkan oleh programmer?

4. Akhmad Billy Yolando menyiapkan ringkasan bahan tentang pengurutan larik: metode penyisipan langsung, penyisipan biner, metode seleksi, gelembung, shell-sort, quick-sort (non-rekursif dan rekursif).

5. Alfi Faizu menyiapkan ringkasan bahan tentang pengurutan senarai: metode quick-sort, merging senarai berantai, dan metode merge-sort.

6. Imam Sholeh M. menyiapkan ringkasan bahan tentang pencarian: berurutan, pada tabel yang sudah diurutkan, biner, berurutan berindex.

7. Riyo Handoko menyiapkan ringkasan bahan tentang hashing: fungsi hash (metode pembagian, metode mid-square, penjumlahan digit).

8. Sisa peserta yang tidak tercantum di atas (Septian Riwanto, Remy Martin,  Lukman Hakim, Dian Nindariansari, Hasron, Irvika Romana, Indra Hartadi, dan Geri Romadhoni T.) berkolaborasi membagi sendiri penyiapan bahan-bahan sebagai berikut:

a) Graph [penyajian graph menggunakan larik]; b) Pengelolaan pengingat [senarai berantai]; c) Penyajian graph menggunakan senarai; d) Hashing [ cara mengatasi tabrakan, pengalamatan terbuka dan penggandengan]; e) Senarai berantai banyak [matrix jarang]; f) sisa materi yang belum dibahas.

Tiap mahasiswa akan mendapat dua soal yang sumber referensi terdapat pada bahan yang disiapkan oleh dua orang temannya. Dikerjakan secara tertulis di LJU yang disiapkan. Ujian bersifat open book, open komputer dan open internet.

Jadwal UAS Semester Genap 2013

Senin, 24 Juni 2013 jam 08.00 – 09.40 wib di H20 untuk TEL324 ANTARMUKA & PERIFERAL, 2 (2-0), dosen MAM dan RASP.

Selasa, 25 Juni 2013 jam 13.00 – 14.40 wib di H19 untuk TEL342 PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK, dosen MAM dan RASP.

Jumat, 28 Juni 2013 jam 08.00 – 09.40 wib di H20 untuk TEL350 STRUKTUR DATA, dosen MK dan RASP, DIUNDUR KE HARI SENIN 1 JULI 2013 DI TEMPAT DAN JAM YANG SAMA.

Jumat, 28 Juni 2013 jam 13.00 – 16.00 wib di H5 untuk EIE612114 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN, dosen RASP, DIUNDUR KE HARI SENIN 1 JULI 2013 DI TEMPAT DAN JAM YANG SAMA.

 

UAV Navigation System 2

Diketahui ada dua draft Posters :
>>> i) For WMB Technical Safari Program;
>>> ii) For One-day Satellite Seminar at UGM.

Materi yang terkait dengan urusan yang ditangani Unila /FT /JTE adalah yang pertama (WMB Technical Safari Program). Bagian dari urusan ini yaitu UAV Navigation System menjadi urusan RASP dalam rangka mencapai target pendirian PAU bidang RADAR, REMOTE SENSING, NETWORKING, dll. Bagian  draft posters kedua menjadi urusan UGM. Simak uraian dari Arifin Nugroho [The following NOTES  are for Bapak Tri Kuntoro Priyambodo, UGM].

>>> Please kindly note that the One-day Satellite Seminar at the UGM is just a draft. For your information, the AESS-GRSS Indonesia Joint Chapter will be a co-organizer of the seminar in collaboration with Fak. Teknik UGM, but not a sponsor of any kind (due to limited organizational capability). Please kindly pursue the matter with the parties concerned, including Fakultas Teknik UGM, and the speakers for their perusal. Also, should it be approved, would you kindly broadcast this information to other interested entities.

Beberapa pertanyaan terkait sistem navigasi UAV: 1) Bagai mana memonitor dan mengendalikan pergerakan UAV dari satu tempat ke tempat lain? 2) Bagai mana ilmu dan teknologi untuk menemukan posisi dan mengarahkan UAV ke sana? 3) Bagai mana urusan peta untuk UAV? 4) Bagai mana UAV menemukan sendiri jalannya dari satu tempat ke tempat lain? 5) Bagai mana melokalisasi suatu posisi dan plotting the course of aircraft?

Apa yang bisa diambil pelajaran dari sistem navigasi GPS? Bagai mana membuat up-to-date navigation maps untuk UAV? Apa yang bisa dipelajari dari Trust NAVTEQ GPS navigation system maps for in-car and portable navigation devices?

UAV Navigation System 1

An unmanned aerial vehicle (UAV), colloquially known as a drone, is an aircraft without a human pilot on board. Wahana udara tanpa awak ini bisa menjadi produk ekspor non-migas seperti yang dilakukan oleh Israel dengan military drones-nya. Unila pun kini sedang mengembangkan UAV-based remote sensing yang tentu saja bisa disinergikan dengan riset Prof WM Boerner (POLinSAR for Disaster Monitoring in Sumatra Region) yang berkaitan dengan objek riset strategis untuk AESS-GRSS society di Indonesia. Untuk menerbangkan UAV demi urusan remote sensing dibutuhkan navigasi. Bagai mana sistem navigasinya?

Navigation is a field of study that focuses on the process of monitoring and controlling the movement of a craft or vehicle from one place to another. Navigation is science and technology of finding the position and directing the course of vessels and aircraft. The theory and practice of navigating, especially the charting of a course for a ship or aircraft.

Selain itu perhatikan uraian terkait peristilahan navigasi berikut ini.

Navigation is how ships or aircraft find their way from one place to another. The word navigation came from the word “navgatih” from the language of Sanskrit. NAVIGATION (from Lat. navis, ship, and agere, to move), the science or art of conducting a ship across the seas.

Salah satu bentuk navigasi adalah sistem navigasi GPS, meski pun A GPS navigation system needs up-to-date navigation maps to get you there. Sebagai contoh bisa disimak Trust NAVTEQ GPS navigation system maps for in-car and portable navigation devices. Jadi navigation is the act or practice of navigating; the science of locating the position and plotting the course of ships and aircraft.

Parallel I/O

The earliest typewriters used a purely mechanical link between the keyboard and the printer. They were slow, inefficient, and “dumb”. Today’s typewriters have spliced intelligence into the linkage, and they are fast, flexible, and “smart”. First, however, we must become familiar with a few basic principles of parallel input /output.

1) Synchronous vs asynchronous timing.

2) Requirements of asynchronous transmission.

3) Handshaking.

4) Programmed I/O vs interrupt I/O.

5) Memory-mapped I/O vs isolated I/O.

6) The IBM PC parallel port.

Second, in W. Ditch book, 4 – Microprocessor Support ICs: a] Parallel interface ICs, b] Handshaking, c] Serial data transfer (software & hardware), d] RS 232 serial interface, e] Counting and time measurement using hardware.

Practical exercises: i] Centronic printer interface, ii] Parallel computer interface, iii] Local area network, iv] Parity generation and checking, v] Shift register, vi] Running light displays, vii] Software serial interface, viii] RS 232 investigation, ix] Software real time clock, x] Digital frequency meter.

Best Practices

1. Develop software iteratively –> This iterative approach helps you attack risk through demonstrable progress frequent, executable releases that enable continuous end user involvement and feedback. Because each iteration ends with an executable release, the development team stays focused on producing results, and frequent status checks help ensure that the project stays on schedule. An iterative approach also makes it easier to accommodate tactical changes in requirements, features or schedule.

2. Manage requirements
3. Use component-based architectures
4. Visually model software
5. Verify software quality
6. Control changes to software

UNDER CONSTRUCTION

Sisinfo Golongan Darah

URL http://www.ibm.com/developerworks/rational/library/content/03July/1000/1251/1251_bestpractices_TP026B.pdf

Sistem Informasi Golongan Darah Himatro

INCEPSION PHASE /ELABORATION PHASE

I) A vision document, II) A preliminary user manual : Project manager, Mahendra Pratama

I) A initial use-case model [20%], II) [80%], : Lukman Hakim

I) An initial project glossary, II) Software Architecture Description: Ahmad Billy Yolando

I) An initial business case, II) updated development case: Dian Nindariansari

I) An initial risk assessment, II) A revised risk list and a revised business case: Imam Sholeh M.

I) A project plan, II) development plan: Irvika Romana

I) A business model, II) Supplementary requirements: Roby Syah Putra

I) Prototypes, II) executable architectural prototype: Bagus Gilang P.

UURI No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan

BAB XV KETENTUAN PIDANA

Pasal 54

(1) Setiap orang yang mengoperasikan instalasi tenaga listrik tanpa sertifikat laik operasi sebagai mana dimaksud dalam pasal 44 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

LANDASAN HUKUM

UURI No. 15 Thn. 1985 tentang Ketenagalistrikan. PP No. 3 Thn. 2005 tentang Perubahan atas PP No. 10 Tahun 1989 tentang Penyediaan dan PemanfaatanTenaga Listrik. Keputusan Menteri ESDM No. 1109 K /30 MEM 2005 tanggal 21 Maret 2005 tentang Penetapan Komite Nasional Keselamatan untuk Instalasi Listrik (KONSUIL) sebagai lembaga pemeriksa instalasi listrik konsumen tegangan rendah. Peraturan Menteri ESDM 0045 Tahun 2005 tanggal 29 Desember 2005 tentang Instalasi Ketenagalistrikan (instalasi wajib dilakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap kesesuaian dengan standar yang berlaku).