Permasalahan Karya Ilmiah

Info ttg itu Tim Verifikasi dipimpin Prof Ali Kabul Mahi di Aula A2.1 FT Unila, Jum 29 Nov 2013. Contoh mslh: 1) Mengaku tulisan org lain sbg karya tulis sendiri; 2) Terdpt kesamaan atau kemiripan sebag isi tulisan [kalimat, paragraf, gmb /tbl /diag] <sering pd pendahuluan & metode, terkadang pd pem-bhs-an & kesimpulan>; 3) Hsl penelitian yg sama dipublikasikan di lbh dr satu jurnal /prosiding; 4) Mempublikasikan tulisan sendiri yg tlh terbit dlm bhs yg berbeda.

Mslh perujukan (citation): a] Dt angka /tbl /gmb /diagram tanpa rujukan {sering pd pendahuluan}, b] Referensi di naskah tdk terdaftar pd daftar pustaka, c] Referensi di daftar pustaka tdk dirujuk di naskah, c] Referensi tdk konsisten {ejaan dan urutan nama penulis, thn, jdl tulisan, nama jurnal}, d] Karya tulis sendiri tdk dirujuk {= swa-plagiarisme}. Bhs tdk konsisten, Indonesia – Inggris bercampur. Mtd & hsl tdk se-jln /tdk sesuai. Tulisan hanya berupa poster (tanpa mklh ilmiah lengkap). Bkn buku ref, diklaim bk ref. Jurnal yg di-blacklist Dikti, jurnal abal2.

Pr dsn perlu menguasai & lbh memperhatikan kaidah penulisan ilmiah. Meng-efektifkan proses review di jur /fak: ewuh pakewuh dihilangkan, blind review sesuai SOP yg ada. Jk proses review di fak efektif, mslh yg ditemui TVKI akan minimal (nyatanya, sejauh ini mslh blm berkurang). Problem penggunaan et al pd daftar pustaka. Seharusnya cara itu digunakan pd naskah. Disilang pd daftar itu berarti tdk dirujuk dlm naskah. Ingat gaya selingkung tiap jurnal.

Author: rasp

Saya adalah pejuang, pekerja informatics ipos, mujahid fi sabil lillaah, hamba Allah SWT.