Cerita pak Admi tentang kamus bahasa Lampung. Beliau diremehkan ketika menggagas hal tersebut. Akhirnya beliau mendapat dukungan Kemenristek sejumlah ratusan juta rupiah. Beliau mengajak beberapa orang tua Lampung untuk bekerja bersama di suatu hotel menyusun kamus dengan mengacu pada kamus Hassan Shadily. Setelah kamus jadi, buku itu ditawarkan pak Admi kepada Gubernur Lampung. Akhirnya pencetakan buku itu didanai Pemprov lebih dari satu milyar rupiah untuk dibagikan kepada seluruh sekolah di Lampung.