Keamanan Komputer 5

Parity checking

•Within a computer system, data in the form of coded characters are continuously transferred at high rates of speed between the computer, the input /output (I/O) and storage devices, and the remote workstations.
•Each device uses a built-in checking procedure to help ensure that the transmission is complete and accurate. This procedure is called parity checking.
Logically
•An ASCII character may have seven bits, but physically there are actually eight bits transmitted between hardware devices.
•The extra parity bit, which is not part of the character code, is used in the parity-checking procedure to detect whether abit has been accidentally changed, or “dropped”, during transmission. A dropped bit result in a parity error.

Keamanan Komputer 4

If that is not enough,

•Computer are the culprits behind our “conversations” with elevators, automobiles, and vending machines.
•IN OUR PROFESSIONAL LIVES, the computer is an integral tool in the performance of many jobs. Retailers query their computer systems to determine which products are selling and which are not.
Managers use
word processing systems
•To compose memos and to check spelling, grammar, and style.
•Geologists rely on “expert” computer system for guidance in the quest for minerals.
•Bankers examine up-to-the-minute securities information from their computer terminals.
•The overwhelming majority of people believe that computers enhance the quality of life.
People all over the world have
•Become committed to a better way of life through computers, and it is unlikely that the momentum toward this goal will change.
•CYBERPHOBIA. Fear of the computer is so widespread that psychologists have created a name for it: cyberphobia is the irrational fear of, and aversion to, computers. In thruth, computers are merely machines and don’t merit being the focus of such fear.

Keamanan Komputer 3

In the information society,

•Workers will focus their energies on providing a myriad of information services. Today it is a bit difficult to imagine a society that may become desperately dependent on certain information services.
•The computer revolution. The driving force behind our transition into an information society is the computer.
The computer revolution is upon us.
•This unprecedented technical revolution has made computers a part of life. With the rapid growth in the number and variety of computer applications, they are rapidly becoming a way of life.
•In our private lives, computers speed the checkout process at supermarkets, enable 24-hour banking, provide up-to-the-minute weather information, and, entertain us with video games.

Keamanan Komputer 2

Kuliah Senin 23 April 2012 membahas materi sebagai berikut. The information society.

•Dua abad lampau, 90 dari 100 orang bekerja menghasilkan makanan. Ketika orang menjadi lebih efisien dalam produksi makanan, masyarakat agraris tumbuh menjadi masyarakat industri.
•Our transition to an industrial society was slow and marked with social strife. Each new technological innovation had a profound impact.
We know that
•The Industrial Revolution shortened the work week, provided greater opportunities for employment, and improved the quality of life for all.
•Today two people produce enough food for the remaining 98, and we are in the middle of a transition from an industrial society to an information society.

Pelatihan Pembelajaran Bahasa Lampung

Alhamdulillaah, akhirnya Mahasiswa Teknik Elektro dipercaya untuk melaksanakan proposal PKMM terkait pelatihan pembelajaran Bahasa Lampung berbantuan komputer. Patut disyukuri juga adanya dana talangan dari PD3 FT sembari menunggu cairnya dana dari Ditjen Dikti. Hal ini dapat digunakan untuk persiapan jelang pelatihan. Untuk pelaksanaannya, kelompok mahasiswa perlu bekerja sama dengan MGMP Bahasa Lampung.

Kuota peserta pelatihan adalah 125 orang. Hal ini dibagi menjadi 25 orang guru untuk pelatihan di tingkat MGMP. Sisanya sebanyak 90 orang dialokasikan ke para siswa yang diasuh oleh para guru yang sudah mendapatkan pelatihan. Jadi tiap guru diminta menularkan keterampilannya menggunakan software yang diberikan oleh Kelompok Mahasiswa, kepada 3 atau 4 siswa.

Struktur Data 15

Kita bisa melihat bahwa

Tumpukan merupakan suatu senarai (list) yang mempunyai watak “masuk terakhir keluar pertama” (last in first out – LIFO).
Tumpukan adalah kumpulan data. Kita bisa menggunakan larik untuk menyajikan sebuah tumpukan.
PR buatlah program untuk menyusun permutasi dalam bahasa C++

Struktur Data 14

Tumpukan (stack)

Pengertian: secara sederhana, tumpukan bisa diartikan sebagai kumpulan data yang seolah-olah ada data yang diletakkan di atas data yang lain.
Kita bisa menambah (menyisipkan) data dan mengambil (menghapus) data lewat ujung yang sama, yang disebut sebagai ujung atas tumpukan (top of stack).
Contoh
Misalnya kita mempunyai dua kotak yang ditumpuk sehingga satu kotak diletakkan di atas kotak yang lain. Jika kemudian tumpukan 2 kotak itu kita tambah dengan kotak ke-3, ke-4, dst maka akan kita peroleh sebuah tumpukan kotak terdiri atas N kotak.
Ujung yang manakah yang kita anggap sebagai ujung atas tumpukan? Kita harus menentukan ujung mana yang digunakan untuk mengambil atau menyisipkan data yang baru.

Struktur Data 13

Menyusun permutasi

Dari sekelompok karakter. Contoh, jika kita mempunyai 3 buah karakter yaitu A,B,C, maka semua permutasi yang mungkin dari ketiga karakter adalah
ABC, BAC, CAB
ACB, BCA, CBA
Secara umum, banyaknya permutasi dari N buah karakter adalah N faktorial à 3! = 6.
Proses penyusunan permutasi
Cetak elemen ke-1, dan cetak permutasi elemen ke-2 sampai ke-N (permutasi dengan N-1 elemen).
Cetak elemen ke-2, dan cetak permutasi elemen ke-1, elemen ke-3 sampai ke-N (permutasi dengan N-1 elemen).
Dan seterusnya sampai langkah terakhir adalah cetak elemen ke-N, dan cetak permutasi elemen ke-1 sampai elemen ke-(N-1) [permutasi dengan N-1 elemen].

Struktur Data 12

Secara umum

Untuk menyelesaikan N buah piringan diperlukan pemindahan sebanyak 2^N -1 kali.
Secara sederhana, pemindahan seluruh piringan secara rekursif dapat dilaksanakan dengan:
1) Pindahkan (N-1) piringan yang paling atas dari tonggak asal (A) ke tonggak bantu (B).
2) Pindahkan piringan ke-N (piringan terakhir) ..
… Dari tonggak asal (A) ke tonggak tujuan (C).
3) Pindahkan (N-1) piringan dari tonggak bantu (B) ke tonggak tujuan (C).
Tentu saja piringan sebanyak (N-1) buah tidak boleh dipindah bersama-sama, tetapi harus satu per-satu. Dengan cara yang sama seperti di atas, bisa dipindahkan ke (N-1) piringan, satu piringan setiap saat, dari tonggak asal (A) ke tonggak bantu (B).