Mobil e-ktp Kelurahan Gedung Meneng

http://www.rribandarlampung.co.id/?p=6198

SYAHRIR   : “mobil e-ktp ini sudah dioperasikan sejak Kamis, 26 Januari 2012, didukung enam orang petugas dan 1 unit alat perekaman.” Kepala Disdukcapil kota Bandar lampung SYAHRIR Jum’at (27/01) mengatakan, mobil e-ktp ini sudah dioperasikan sejak Kamis, 26 Januari 2012, didukung enam orang petugas dan 1 unit alat perekaman.

Pengoperasian Mobil E-KTP keliling tersebut telah dimulai di kelurahan Rajabasa Raya dan kelurahan Gedung Meneng kecamatan Rajabasa. Dijelaskan, mobil E-KTP keliling tidak seperti mobil SIM keliling yang mempunyai jadwal operasi setiap harinya, tetapi mobil ini akan jemput bola mendatangi daerah yang warganya minim melakukan perekaman E-KTP.

Ditambahkan, respon masyarakat sangat baik dengan adanya mobil keliling ini, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang memanfaatkan mobil ini. Menurutnya, selain masyarakat yang lanjut usia, masyarakat umum juga bisa melakukan perekaman di mobil tersebut namun melihat situasinya, jika tidak ramai akan dilakukan perekaman juga terhadap mereka, namun prioritas tetap pada masyarakat yang lanjut usia.

Dari berita di atas tampak bahwa sebenarnya secara tidak langsung aparat di Kelurahan Gedung Meneng (berkode pos 35145) sudah mengenal aplikasi elektronik terkait. Hal ini bisa mempermudah penerimaan materi pelatihan desa pinter oleh para aparat kelurahan tersebut.

Desa Pinter

Perlu ada ide kreatif tentang Desa Punya Internet (Desa Pinter).

http://www.republika.co.id/berita/trendtek/telekomunikasi/11/12/05/lvqc4o-sukses-dengan-desa-berdering-telkomsel-kembangkan-desa-pinter

Sukses mendukung program desa berdering melalui penyediakan layanan seluler hingga pelosok dan pulau-pulau terluar, Telkomsel tengah mengembangkan program Desa Pinter atau desa punya internet.

“Sebagai kelanjutan Program Desa Berdering, ke depan Telkomsel  akan melakukan  pengembangan Desa Berdering menjadi Desa Pinter, di mana secara layanan selain layanan dering akan ditambahkan perangkat komputer dan akses internet”, kata VP Spesial Area, Bambang Utomo.

Dengan tersedianya perangkat komputer dan akses internet, kata Bambang, sejumlah kegiatan bisa dilakukan. Di antaranya menciptakan layanan informasi pedesaan yang memberikan informasi tentang kondisi dan potensi hasil pertanian, tersedianya media interaksi antar warga dan masyarakat di perkotaan, serta terciptanya fasilitas pembelajaran dan pendidikan berbasis

Dengan adanya Desa Pinter pula, kesenjangan informasi dan pendidikan bisa teratasi. Karena dengan adanya komputer yang dilengkapi akses internet, masyarakat dapat mengakses informasi apapun termasuk dunia pendidikan dan pengetahuan lainnya.

Program rintisan Desa Pinter telah dikembangkan Telkomsel seiring dengan penggelaran jaringan di pedesaan melalui program USO tahun 2009. Paling tidak ada 100 desa USO yang dikembangkan menjadi desa pinter.