EP-D TPK 10 C

11) Rendy Antono

Kasus pelanggaran data Equifax pada tahun 2017 adalah salah satu insiden keamanan siber terbesar yang pernah terjadi. Peretas berhasil mencuri data pribadi lebih dari 147 juta orang yang mencakup nama, nomor Jaminan Sosial (SSN), tanggal lahir, alamat, nomor SIM, dan informasi
kartu kredit. Peristiwa ini terjadi karena Equifax gagal memperbarui celah keamanan kritis pada perangkat lunak Apache Struts, meskipun patch untuk memperbaikinya telah dirilis beberapa bulan sebelumnya.

12) Zaskia Jihan Nabila

Strava, yang didirikan pada tahun 2009, adalah aplikasi populer untuk merekam aktivitas olahraga seperti berlari, bersepeda, atau berenang. Aplikasi ini menggunakan teknologi GPS untuk melacak rute olahraga pengguna, memungkinkan mereka berbagi catatan aktivitas
dengan komunitas global. Dengan lebih dari 27 juta pengguna pada saat itu, Strava telah menjadi bagian penting dari rutinitas banyak atlet amatir maupun profesional.

EP-D TPK 10 B

6) Fayiz Akbar Daifullah

Kebocoran data pribadi ratusan politisi, pejabat, dan tokoh publik di German pada akhir tahun 2018. Data yang bocor meliputi informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, dan rincian pribadi lainnya, yang kemudian tersebar di internet. Penyebaran data ini menimbulkan
kekhawatiran serius mengenai keamanan pribadi dan potensi penyalahgunaan informasi tersebut.

7) Febby Yolanda Putri –> 2)

Pada Mei 2021, Indonesia diguncang oleh kebocoran data besar-besaran yang melibatkan BPJS Kesehatan, sebuah lembaga yang mengelola asuransi kesehatan bagi sebagian besar penduduk. Sebanyak 279 juta data peserta dilaporkan bocor, bahkan jumlahnya melebihi total populasi Indonesia, karena mencakup data orang yang sudah meninggal. Data ini mencakup informasi pribadi yang sangat sensitif, seperti nama lengkap, NIK (Nomor Induk Kependudukan), alamat, nomor telepon, email, hingga data medis peserta. Data tersebut dijual di sebuah forum hacker dengan harga rendah sekitar 0,15 Bitcoin (setara puluhan juta rupiah kala itu), dan sebagian dibagikan gratis untuk membuktikan keaslian data.

8) M U H A M M A D M A H A T H I R

Pada tahun 2022, Indonesia mengalami salah satu kebocoran
data terbesar dalam sejarahnya, melibatkan sekitar 1,3 miliar
data registrasi SIM card. Data yang bocor tersebut mencakup
informasi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK),
nomor telepon, dan informasi pengguna lainnya yang
terdaftar. Peretas anonim dengan nama “Bjorka” mengklaim
telah mengakses dan menjual data ini di forum dark web,
menawarkan informasi tersebut seharga 50.000 USD.
Beberapa sampel data yang diperlihatkan diduga asli,
sehingga memicu kekhawatiran besar akan dampak
kebocoran ini.

9) Muhammad Faisal

Kasus Pelanggaran Privasi Data: MOVEit Data Breach 2023

Kasus: Pada 2023, serangan terhadap perangkat lunak file transfer MOVEit menyebabkan pelanggaran data besar-besaran. Grup peretas Clop mengeksploitasi kerentanan kritis dalam perangkat ini, berdampak pada 2.667 organisasi dan hampir 84 juta individu. Informasi yang bocor
termasuk nama, alamat, nomor identifikasi, dan data keuangan. Beberapa perusahaan besar yang terdampak adalah IBM, Deloitte, dan PricewaterhouseCoopers. Dalam beberapa kasus, data pemerintahan, seperti milik DMV di Louisiana dan Oregon, juga terekspos.

10) Naomi Theresia Saragih –> 8)

Salah satu kasus pelanggaran privasi data yang menonjol di Indonesia adalah kebocoran data registrasi SIM card pada tahun 2022. Insiden ini melibatkan 1,3 miliar data pribadi yang mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, operator seluler, dan tanggal registrasi. Data tersebut dijual di forum Breach Forum seharga USD 50.000 oleh seorang pengguna bernama “Bjorka”. Sebagai tambahan,
Bjorka juga membagikan sampel gratis dari dua juta data tersebut.

EP-D TPK 10

Privasi dan Keamanan Data dalam Teknologi Informasi

Cari kasus nyata terkait pelanggaran privasi data di dunia IT, dan analisis bagaimana pelanggaran tersebut terjadi dan dampaknya terhadap pengguna.

  1. Al-Fachrezi Three Aditya

Salah satu kasus nyata pelanggaran privasi data terjadi pada Bank of America pada Februari 2024. Pelanggaran ini disebabkan oleh serangan ransomware yang menargetkan sistem penyedia layanan eksternal, Infosys McCamish Systems.

2) Aleea Carisa Danielle Kalalo

Kebocoran Data BPJS Kesehatan: Salah satu kasus yang cukup besar adalah kebocoran data BPJS Kesehatan yang melibatkan jutaan peserta. Data yang bocor mencakup informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, nomor telepon, hingga riwayat penyakit.

3) Alexandrio Ariel Rafidan

Pada tahun 2019, ditemukan bahwa sekitar 540 juta data pengguna
Facebook disimpan di server publik tanpa perlindungan yang memadai. Data yang terekspos meliputi informasi sensitif, seperti nomor telepon, nama pengguna, alamat email, dan lainnya. Server ini dikelola oleh pihak ketiga yang menggunakan data Facebook untuk tujuan pengembangan aplikasi, tetapi gagal menerapkan keamanan yang cukup untuk melindungi data tersebut.

4) Arianti Kartika Dewi

Pada Mei 2023, Bank Syariah Indonesia (BSI), salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, mengalami insiden kebocoran data yang menjadi perhatian nasional. Serangan ini dilakukan oleh kelompok ransomware LockBit yang mengklaim telah mencuri data sensitif dari BSI. Data yang
bocor mencakup informasi nasabah seperti nama, nomor rekening, KTP, alamat, nomor telepon, hingga transaksi keuangan.

5) Arza Restu Arjuna

Pada tahun 2018, terungkap bahwa firma analisis data Cambridge Analytica telah mengakses data pribadi sekitar 87 juta pengguna Facebook tanpa izin. Data tersebut digunakan untuk membangun profil psikografis pengguna dan memengaruhi hasil pemilu, termasuk pemilihan presiden AS tahun 2016 dan referendum Brexit.