Penafsiran ayat cahaya

Referensi:
https://www.kaskus.co.id/thread/50e434ab7c1243db70000003/tanya-hubungan-islam-dan-teknik/

Cikal bakal penemuan yang kita rasakan, berasal dari Al Qur’an. Misalnya:

“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.

Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat,

yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak di sentuh api, cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Sumber:

Misykat Al-Anwar: Tafsir Ayat Cahaya dalam Perspektif Al-Ghazali (tafsiralquran.id)

Kecepatan Cahaya adalah kecepatan gelombang elektro magnetic yg tercepat di jagat ini, yaitu: 299792.5 km/detik, yang baru diketahui abad 20, ternyata telah ditulis Qur’an 1400 Tahun yang lalu. Konstanta C, atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini telah diukur, dihitung atau ditentukan.

Kecepatan Cahaya dan Teleportasi dalam Sudut Pandang Agama (fimadani.com)

Telah dijelaskan dalam Al Quran bahwa bangsa Malaikat dan Jin dapat bergerak atau berpindah tempat dengan sangat cepat, bahkan banyak di antaranya yang mampu berpindah tempat atau membawa sesuatu benda berat dengan hanya kedipan mata. Apa yang dimiliki oleh golongan Malaikat dan bangsa Jin, itu karena kecepatan mereka di atas kecepatan cahaya. Benarkah kemampuan mereka di atas kecepatan cahaya?

Kecepatan cahaya adalah kecepatan tercepat yang diyakini bisa dicapai oleh sebuah benda di alam semesta ini. Kecepatan cahaya dalam sebuah vakum adalah 299.792.458 meter per detik (m/s) atau 1.079.252.848,8 kilometer per jam (km/h) atau 186.282.4 mil per detik (mil/s) atau 670.616.629,38 mil per jam (mil/h). Kecepatan cahaya ditandai dengan huruf c, yang berasal dari bahasa Latin celeritas yang berarti “kecepatan”, dan juga dikenal sebagai konstanta Einstein. Kecepatan cahaya sampai saat ini masih diakui sebagai kecepatan yang paling tercepat dari kemampuan bergerak suatu benda apapun.

Lalu pertanyaannya adalah: apakah ada kemungkinan manusia mampu bergerak setara dengan kecepatan cahaya?

Ketika seorang pilot pesawat tempur menambah percepatan pesawat secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tinggi maka mendadak pilot akan kehilangan kesadaran (black out). Penjelasannya biasanya dikarenakan dalam keadaan tersebut jantung pilot tidak cukup kuat untuk memompa darah ke kepala. Jika percepatan semakin dinaikkan secara tiba-tiba, maka akan terasa tekanan yang hebat di dada seakan sang pilot terpaku kuat-kuat di kursinya. Tekanan itu juga akan berakibat tangan susah digerakkan, mulut menganga lebar, mata melotot, seolah mau meloncat keluar dari kelopak dan darah mengalir dalam tubuh menolak naik ke otak.

Perlahan kesadaran akan habis dan mungkin dalam tempo beberapa menit sang pilot akan mengalami kematian. Keadaan ini terjadi jika dilakukan penambahan percepatan pesawat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan dalam waktu singkat atau tanpa dilakukan secara bertahap. Karena realitas itulah yang akan manusia alami jika mengalami percepatan untuk mencapai kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya apalagi jika dilakukan tanpa adanya tahapan, karena pada dasarnya keberadaan fisik kita ini, terletak pada medan gravitasi bumi dengan nilai tertentu. Objek padat (manusia) akan mengalami pertambahan berat jika menjelajah semakin cepat.

Sampai saat ini dipercaya bahwa belum ada objek bermassa yang dapat bergerak setara dengan kecepatan cahaya. Lalu adakah manusia yang pernah merasakan gerakan dalam kecepatan cahaya?

Keajaiban Isra dan Miraj

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al Israa: 1)

Allah memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’ Mi’raj berupa perjalanan yang sangat jauh tapi dapat ditempuh dengan waktu yang relatif pendek. Dicapai dengan kecepatan yang sangat cepat, bahkan bisa jadi lebih cepat berlipat-lipat dari kecepatan cahaya.

Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah sendiri, tapi merupakan kehendak Allah. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril (makhluk berdimensi 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.

Selain Jibril dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.

Nabi Muhammad adalah manusia pilihan Allah yang telah diperlihatkan keadaan surga dan neraka pada peristiwa itu. Jika Nabi SAW mengalami peristiwa luar biasa itu,
apakah kita manusia biasa memungkinkan untuk itu? Seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi? Badan kita mungkin akan tercerai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.

Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh kita diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin terjadi? Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Mega Electron Volt) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.

Alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. Secara umum, alam terbentuk atas materi dan energi. Bisa dikatakan materi adalah bentuk energi yang termampatkan. Sebagaimana konsep kesetaraan massa dan energi yang dirumuskan oleh Einstein, bahwa materi dalam kondisi tertentu dapat berubah menjadi energi, dan sebaliknya energi dapat berubah menjadi materi. Setiap objek berwujud yang ada dalam alam semesta ini, pada dasarnya tersusun atas materi2 submikroskopik yang kita kenal dengan istilah atom, proton dan neutron serta dikelilingi elektron.

Pasangan materi adalah anti-materi. Materi adalah objek bermassa positif sedangkan anti-materi atau anti-partikel aldalah objek bermassa negatif. Materi dan energi bukan berpasangan, walaupun keduanya bisa saling menjelma. Materi jika bertemu dengan anti-materi dalam kondisi tertentu akan menjelma menjadi foton (annihilasi). Foton tidak memiliki massa namun memiliki energi dan momentum.

Annihilasi atau proses pemusnahan terjadi ketika massa anti-materi menghapus massa materi, sehingga keduanya lenyap dan menjelma menjadi 2 foton gamma dengan massa yang bernilai nol. Sebaliknya, proses penciptaan (creation), jika foton berada pada medan tertentu, maka foton akan berproses menjadi materi. Proses ini bisa berlangsung berulang-ulang seperti siklus.

Jika dihitung jarak Bumi dan Bulan sekitar 450.000 km ditempuh dengan kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 detik dalam ukuran waktu kita di bumi. Sesampainya di bulan tubuh kita kembali menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi dalam teori fisika kuantum atau ilmu pindah sekejap dalam supranatural.

Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan perjalanan menembus batas dimensi. Lalu dengan apa kita bisa melakukan perjalan menembus dimensi itu? Dengan alam bawah sadar yang kita miliki kadang bisa melalui firasat dan mimpi atau saat sukma keluar dari tubuh fisik kita!

Bila memang kecepatan cahaya itu 300.000 km /detik mampu menembus dimensi ruang dan waktu berarti dengan kecepatan itu pula kita bisa melihat masa depan! Sungguh masa besar Allah dengan segala firman-Nya.

Mengenal Perjalanan Kecepatan Cahaya – Teknologi

Teknologi.id – Pernahkah kalian melihat bagaimana Millenium Falcon, UNSC Infinity, Solemn Penance, Nostromo, atau mungkin Terra Nova memasuki kecepatan cahaya? Tentunya ini juga menjadi perhatian untuk kita. Memasuki era luar angkasa saat ini, kita akan dihadapi dengan berbagai tantangan. Salah satunya adalah menciptakan alat berupa hyperdrive untuk bisa memasuki kecepatan cahaya. Memasuki kecepatan cahaya tidak mudah, karena kita harus memperhitungkan bagaimana komponen pesawat tetap terlindungi meski dalam perjalanan cepat ini. Tentunya ini juga menjadi tantangan untuk para ilmuwan. Seperti apa perjalanan kecepatan cahaya ini?

Kecepatan Cahaya Untuk Perjalanan Jarak Jauh

Perjalanan dari satu planet ke planet lainnya pasti jauh. Kalau kita mengandalkan astro-navigasi, tentunya kita akan sampai dalam waktu bertahun-tahun dengan kecepatan jelajah biasa. Namun, kalau menggunakan kecepatan cahaya, kita akan sampai dengan cepat. Mungkin saja nanti uji coba pertama akan dilakukan dari Bumi ke Mars, kemudian lebih jauh lagi ke depan. Setiap perjalanan jauh, tentunya kita harus mendesain kapal luar angkasa supaya bisa menahan beban seberat ini. Perjalanan kecepatan cahaya juga tidak akan mudah karena jika terjadi sesuatu pada peralatannya, kita akan dalam masalah besar.

Penggunaan Perjalanan Kecepatan Cahaya

Setiap kapal wajib memiliki hyperdrive untuk memasuki perjalanan kecepatan cahaya. Komponennya sendiri sangat rumit karena kapal harus memiliki perlengkapan memadai untuk mendukung perjalanan kecepatan cahaya ini. Untuk melakukannya pun harus di luar angkasa karena dalam beberapa situasi, kita bisa terkirim ke “kuburan luar angkasa”. Jika kita masuk ke kuburan luar angkasa, kita tidak akan bisa keluar lagi dan terjebak dalam kecepatan cahaya ini. Oleh karena itu, hyperdrive memang harus selalu dirawat dan diperbarui guna mencegah adanya malfungsi.

Konsekuensi Memasuki Kecepatan Cahaya

Ketika keluar dari kecepatan cahaya, kita membawa beberapa konsekuensi. Karena terkadang kita melakukannya di “keramaian”, pasti beberapa dari mereka juga ikut tersedot masuk. Solemn Penance memasuki kecepatan cahaya dari dalam Bumi ketika UNSC melawan Covenant. Hasilnya, beberapa bangunan ikut tersedot dan In Amber Clad mampu memasukinya sebelum portal tertutup. Star Wars kasusnya lain karena mereka bisa memasuki kecepatan cahaya tanpa menghisap yang lain. Kita bisa lihat bagaimana mereka bisa memasuki perjalanan kecepatan cahaya tanpa ada masalah. Karena distorsi ruang dan waktu, otomatis ketika portal tertutup akan mengalami ledakan besar yang setara dengan angin badai. Oleh karena itu, untuk memasuki ruangan kecepatan cahaya memang harus dilakukan di luar angkasa. Selain itu, jika hyperdrive mengalami malfungsi, akan berakibat ledakan EMP atau electromagnetic pulse yang berakibat peralatan elektronik mati di sekitarnya. Lebih buruknya lagi, mereka yang terjebak karena ledakan hyperdrive akan terjebak selamanya. Oleh karena itu, perjalanan kecepatan cahaya menjadi salah satu tantangan era luar angkasa ini. Baik itu bagaimana prosedurnya, serta teknologinya bakal menjadi tantangan masa depan nanti. (AMS)

NASA & Stephen Hawking Bekerja Sama Membangun Pesawat Dengan Kecepatan Seperlima Cahaya – teknograp

NASA Tunjukkan Seperti Apa Rasanya Pergi dengan Kecepatan Cahaya (suara.com)

Apakah Kecepatan Cahaya ‘Star Trek’ Dimungkinkan di Dunia Nyata? – SINDOnews

 

Author: rasp

Saya adalah pejuang, pekerja informatics ipos, mujahid fi sabil lillaah, hamba Allah SWT.