Di era keemasan Islam, para cendekiawan Muslim telah mengelompokkan ilmu-ilmu yang bersifat teknologis sebagai berikut:
1) ilmu jenis-jenis bangunan,
2) ilmu optik,
3) ilmu pembakaran cermin,
4) ilmu tentang pusat gravitasi,
5) ilmu pengukuran dan pemetaan,
6) ilmu tentang sungai dan kanal,
7) ilmu jembatan,
8) ilmu tentang mesin kerek,
9) ilmu tentang mesin-mesin militer, serta
10) ilmu pencarian sumber air tersembunyi.
Para penguasa dan masyarakat di zaman kekhalifahan Islam menempatkan para rekayasawan (engineer) dalam posisi yang tinggi dan terhormat. Mereka diberi gelar muhandis. Banyak di antara ilmuwan Muslim, pada masa itu, yang juga merangkap sebagai rekayasawan.
Para ahli Islam sbb:
1) Al-Kindi, misalnya, selain dikenal sebagai fisikawan dan ahli metalurgi adalah seorang rekayasawan;
2) Al-Razi juga yang populer sebagai seorang ahli kimia juga berperan sebagai rekayasawan;
3) Al-Biruni yang masyhur sebagai seorang astronom dan fisikawan juga seorang rekayasawan.
Selain itu, peradaban Islam juga telah mengenal:
11) ilmu navigasi,
12) ilmu tentang jam,
13) ilmu tentang timbangan dan pengkuran, serta
14) ilmu tentang alat-alat genial.
Menurut al-Hassan, teknik mesin dan teknik sipil yang digolongkan sebagai ilmu matematika, bukan satu-satunya subyek teknologis yang dikelompokkan sebagai sains. Mungkin hal ini dikarenakan matematika sangat massif digunakan dalam kedua teknik tersebut.
Para ilmuwan Muslim memberi perhatian pada:
15) semua jenis pengetahuan praktis,
16) mengklasifikasi ilmu-ilmu terapan dan subyek-subyek teknologis berdampingan dengan telaah-telaah teoritis.
Hal ini diungkap oleh Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam Islamic Technology: An Illustrated History.
Sejumlah kitab dan risalah yang ditulis para ilmuwan Muslim tercatat telah mengklasifikasi ilmu-ilmu terapan dan teknologis. Menurut al-Hassan, hal itu dapat dilihat dalam sederet buku atau kitab karya cendikiawan Muslim, seperti:
4) Mafatih al-Ulum, karya al-Khuwarizmi;
5) Ihsa al-Ulum (Penghitungan Ilmu-ilmu) karya al-Farabi;
6) Kitab al-Najat (Buku Penyelamatan) karya Ibnu Sina dan buku-buku lainnya.
Bersambung