Kapan mobil buatan Djogja diproduksi masal? Selis dibuat lokal?

Perhatikan gambar berikut ini

mobil_listrikKapan kiranya mobil SELO diproduksi masal? Apa kontribusi orang-orang di Lampung, khususnya kalangan perguruan tingginya? Saran, penduduk Lampung harus membiasakan diri dengan kendaraan bersumber tenaga listrik mulai dari SELIS (sepeda listrik) dan MOLIS (mobil listrik). Ini berkonsekuensi diperlukannya TELIS (terminal listrik) mulai dari halaman MALIS (masjid listrik). Mepada harus MASJID? Karena tempat ini memiliki TAKMIR, manajemen yang akan mengurusi semua keperluan jamaah termasuk TELIS.

Mekanisme PLT Pasang Surut

Dinding pasang surut (tidal barrage) memanfaatkan energi potensial berdasarkan perbedaan tinggi permukaan laut. Ketika pasang, air laut masuk ke dalam teluk, delta sungai, atau fitur lepas pantai lainnya dan tertampung karena adanya dinding. Ketika surut, air laut dilepaskan. Energi ini lalu diubah menjadi energi mekanik seperti halnya turbin pada bendungan PLTA.

Pasang surut dinamis (dynamic tidal power) merupakan metode yang masih bersifat eksperimen, yang melibatkan interaksi antara energi kinetik dan energi potensial dari aliran air laut. Metode ini mengandalkan bendungan yang sangat panjang hingga puluhan kilo meter, yang dibangun menjauh dari bibir pantai. Beda tinggi air laut antara sebelah dalam dan sebelah luar bendungan dimanfaatkan untuk menghasilkan energi (listrik).

Metode ini mirip dengan metode dinding pasang surut, namun tidak melibatkan fitur alam. Bak penampung dibangun di sekitar dinding dengan turbin untuk menghasilkan energi ketika air laut dilepaskan. Sumber informasi: Ferdian Reyna Yahya NPM 1415031053.

Pemanfaatan energi pasang surut air laut

Pemanfaatannya saat ini belum luas karena tingginya biaya awal investasi dan terbatasnya lokasi yang memiliki pasang surut yang mencukupi. Penelitian dan pengembangan lebih lanjut perlu terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan batas kritis energi yang dihasilkannya sehingga didapatkan berbagai metode untuk mengekstraksi energi jenis ini.

Sistem kerja pada pembangkit listrik tenaga pasang surut sederhana. Generator arus pasang surut (tidal stream) menggunakan energi kinetik dari air laut untuk menggerakkan turbin seperti halnya turbin angin yang digerakkan oleh angin.

Generator jenis ini dapat dibangun di fasilitas atau infra-struktur yang telah ada seperti jembatan. Fitur lepas pantai seperti selat atau teluk dapat mempercepat gerakan air laut. Bentuk turbin dapat berupa vertikal mau pun horizontal, terbuka mau pun terlindung pipa, dan pada umumnya diletakkan dekat dengan dasar air (laut).

Pemanfaatan pasang surut air laut sebagai pembangkit listrik

Energi pasang surut merupakan energi yang terbarukan. Potensi tenaga air laut tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pemanfaatan air sebagai energi primer, bisa terjadi penghematan penggunaan bahan bakar.

Beberapa keuntungan dari pembangkit listrik tenaga pasang surut yaitu: 1) Setelah dibangun, energi listrik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan secara gratis; 2) Tidak membutuhkan bahan bakar; 3) Tidak menimbulkan efek rumah kaca; dan 4) Produksi listrik stabil karena pasang surut air laut bisa diprediksi. Beberapa kerugian yang ada pada pembangkit listrik tenaga pasang surut adalah: a] Biaya pembuatan yang mahal; b] Dapat merusak ekosistem di sekitar pesisir pantai.

Energi pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pasang surut air laut, menjadi sumber energi listrik. Ia merupakan salah satu jenis energi terbarukan yang relatif lebih mudah diprediksi jumlahnya dibandingkan energi angin dan energi matahari.

Tindak Lanjut Seminar Teknologi Nuklir dilanjutkan Bio Massa

Jangan takut dengan teknologi nuklir karena 76,50 % rakyat Indonesia setuju ipteks nuklir. URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/260465. Indonesia mempunyai cadangan uranium lebih dari 70.000 ton uranium. URL http://www.antaranews.com/berita/375792/indonesia-miliki-cadangan-uranium-70000-ton

Direncanakan ada Seminar Teknologi Nuklir dengan tema Aplikasi Teknologi Nuklir pada PLTN sebagai Sumber Energi Listrik RAMAH LINGKUNGAN bagi Industri untuk Memajukan Kesejahteraan Rakyat Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis 9 April 2015 jam 08.00 wib s.d. selesai di Aula Gedung A FT Unila dengan pemateri: Sudirman Said (Menteri ESDM), Djarot S. Wisnubroto (Kepala BATAN), dan Khairul Huda (Deputi BPI BAPETEN).

Sebagai tindak lanjut seminar, kalau bisa kita berjuang agar satu di antara empat PLTN yang dibangun Pemerintah berlokasi di Provinsi Lampung Kabupaten Tulang Bawang Kecamatan Dente Teladas. Pesisir pantai timur Lampung aman dari potensi gempa bumi. Mengapa di lokasi itu? Karena posisinya di pertengahan Lampung, tidak terlalu ke utara, tidak terlalu ke selatan, sedikit pemukiman penduduk karena dekat dengan Taman Nasional Way Kambas.

Di samping itu kecamatan tersebut tidak jauh dari Desa Margasari yang dikembangkan menjadi Lampung Mangrove Center. Diharapkan kehadiran PLTN di sana bisa mengembangkan pusat penelitian tersebut. Simak URL https://www.unila.ac.id/lppm-siapkan-desa-binaan-di-lampung-timur/?upm_export=pdf

Hal ini bisa dikembangkan sekalian dengan dua piramida di Kec Mesuji Timur. Jadi untuk keperluan PLTN sebaiknya dibangun juga piramida sebagai tempat perkantoran dan pemukiman sehingga tiada kebutuhan lahan luas, dihindari pembukaan lahan yang bisa menyelamatkan populasi hutan yang ada.

Piramida Register 45 bisa menghemat luasan lahan hutan yang terpakai di samping yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa dari hasil hutan yang di tanam di tempat ini. Bisa dicontoh skema dari http://www.hexamitra.co.id/pembangkit-listrik-tenaga-biomassa.php ba

Perencanaan PLTBM sangat dipengaruhi oleh wilayah yang bersangkutan terutama kesinambungan bahan baku. Oleh karena itu Register 45 yang cukup luas adalah ideal untuk keperluan ini. Jadi luasan hutan hanya sedikit yang terpakai untuk tapak piramida dan tapak PLTBM. Selain itu semua bangunan harus dirobohkan dan ditanami pohon sebagai bahan baku pembangkit tersebut.

Di sekitar tapak piramida dibangun terminal angkutan penumpang dan angkutan logistik. Di sekitar PLTBM dibangun terminal logistik dan stasiun kereta api untuk mengangkut hasil panen hutan seantero luasan Register 45. Di tepi perbatasan lahan tempat tersebut perlu digali saluran primer selebar 10 meter yang cukup untuk perlintasan dua truck dan escavator ketika masa pembangunan dan perlintasan water way ketika sudah jadi dengan skema terusan seperti di Terusan Suez atau Terusan Panama.

Saluran primer itu bisa sebagai pengumpul hasil panen air hujan untuk dikirim ke waduk dekat Piramida Dermaga. Bisa juga sebagai sarana water way untuk wisata dan keperluan dua piramida tersebut. Sekali gus saluran berfungsi sebagai pagar yang membatasi lalu lintas perambah hutan dan kendaraannya.

Piramida adalah bangunan tahan gempa dan pergeseran tanah, digunakan dengan skema mulai dari lantai terbawah untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Lantai kedua untuk Kawasan Industri. Lantai ketiga untuk pelayanan pendidikan, kesehatan, kependudukan, pemerintahan, waste management, environment management, dll. Lantai keempat untuk rusunawa dengan satu kamar, satu dapur, satu MCK, satu gudang, satu ruang makan, satu ruang tamu untuk para bujang gadis.

Lantai kelima untuk rusunawa dengan dua kamar, satu dapur, satu MCK, satu gudang, satu ruang makan, satu ruang tamu untuk keluarga muda. Lantai keenam untuk rusunawa dengan satu kamar orang tua, satu kamar anak bujang, satu kamar anak gadis, satu kamar pembantu, satu dapur, dua MCK, satu gudang, satu ruang makan, satu ruang tamu untuk keluarga matang.

Lantai ketujuh hingga terakhir diperuntukkan kamar-kamar losmen, hotel berbintang mulai satu hingga lima. Di atas mendekati puncak piramida adalah instalasi untuk keperluan penelitian energi petir, penelitian BMKG, penelitian navigasi, bandara angkutan helikopter dan empat helipad di keempat potongan sisi piramida.