Denah situasi

Perhatikan gambar ini

wastecraft3Belajar dari hal itu, di TBM atau perpustakaan tidak hanya membaca saja, tetapi bisa dilangsungkan kegiatan produktif yaitu menambang data dari dokumen bekas walau hanya satu lebar atau robekan kertas. Data itu diolah menjadi informasi yang penting dan bisa didesiminasikan via internet. Perintisan kerja-kerja itu dimulai ketika Dikominfo atau FRW Institute terbentuk.

Data mining dari sampah

Simak gambar berikut

wastecraft4Untuk kasus ini, kita menambang data untuk jasa konsultan dari sampah terutama dokumen bekas dari koran yang kita beli, buku text lama, dll. Bisa kita mulai kerjakan di TBM, Taman Bacaan Masyarakat atau perpustakaan. Oleh karena itu setelah Dikominfo berhasil didirikan, dicoba dirintis proses data mining tersebut. Di samping data, dari sampah bisa kita hasilkan produk daur ulang seperti kertas dari bubur kertas bekas, plastik baru dari serpihan plastik, minyak dari serpihan plastik, kompos dari sampah organik, bahkan yang terbaru kita bisa menambah emas, perak, tembaga, dan logam penting dari sampah elektronik.

Waste Industries

Di Yogya sudah ada ini

wastecraft1

Terus di Lampung bagai mana? Bagai mana kalau kita membangun WASTE INDUSTRIES? Rencananya RASP melalu CV Pustaka & Informasi akan mencoba menggarap hal itu dari segi core business-nya yaitu aspek pustaka dan aspek informasi. Oleh karena badan usaha itu belum ada, dicoba dibahas dulu materi itu dalam skema FRW Institute. Semoga ada investor yang berminat. Saya perhatian Pemda Bandar Lampung punya konsep terkait.

Kebetulan, KKN Angkatan Jan – Mar 2015, ada beberapa posdaya lingkungan yaitu di beberapa desa berikut:

KLP1, Tri Tunggal Jaya yaitu Taman Bacaan Masyarakat, bekerja sama dengan beberapa pustakawan di beberapa sekolah, dukungan dari KKN Desa Banjar Agung. Kalau bisa di sinilah tempat merancang waste industries.

KLP4, Tri Mukti Jaya yaitu Produsen Pupuk Kompos untuk Jahe Merah dari sampah organik, hasil pemangkasan dedaunan, belukar, rumput, sekali gus merapihkan lingkungan hidup sekitar rumah.

KLP5, Banjar Agung yaitu Himpunan Usahawan Onggok untuk membangun Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000 di mana limbah organik diolah menjadi pupuk kompos.

KLP8, Tri Mulya Jaya yaitu SOKLI (Satgas Operasi Kebersihan Lingkungan) dengan penataan manajemen organisasi yang profesional mendukung kemandirian (iuran kebersihan) dan gotong royong (rutin mingguan) membersihkan selokan dan saluran drainase dituntaskan dengan industri daur ulang sampah plus pembuatan kompos.

KLP9, Tunggal Warga yaitu jalinan kerja sama Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia di Pasar Unit 2 dan sekitarnya menciptakan pasar tradisional yang terjaga kebersihan, keindahan, kerapihan, bebas bahan 3B (berbau tidak enak, beracun sampah /limbahnya, berbahaya bahan pengawet tambahan).