Ide RASP untuk Lomba Cipta Teknologi TNI AD diilhami dari satuan radar, satuan rudal, satuan artileri meriam yang sudah dimiliki tentara Indonesia. Alangkah baiknya kalau semua satuan itu dilengkapi dengan SATUAN UAV yang dilengkapi dengan KAMERA untuk pemantauan visual (yang infra-red untuk kegiatan malam), SENAPAN OTOMATIS untuk senjata beladiri atau serbu, SENSOR TELEMETRI untuk pengukuran besaran fisika, biologi, dan kimia yang dianalisis terlebih dulu oleh seorang komandan satuan UAV bersama copilot UAV. Komandan harus bisa lakukan RTM (Rapat Tinjauan Manajemen) operasi dengan ketiga awaknya.
Diusahakan UAV bisa take off atau lepas landas dari atas atap SUV (Avanza, Innova, Xenia, atau Terios). Jadi posisi tempat kedudukan mempunyai sudut tertentu dari posisi mendatar. Awak SUV terdiri atas komandan UAV merangkap navigator dan gun-man di mobil, sopir SUV dengan kemampuan reaksi cepat plus komunikasi dengan pusat kontrol pasukan, pilot UAV sekali gus pemantau situasi kondisi medan tempur dari udara dan calon PENERBAD, copilot UAV merangkap navigator dan gun-man di udara.