The Rational Unified Process

Ada practitioner’s guide to the RUP yang dibuat oleh Per Kroll dan Philippe Kruchten, diterbitkan oleh Addison-Wesley, tanggal publikasi 11 April 2003, ISBN 0-321-16609-4, page 464. Kedua orang itu sesuai untuk menjelaskan RUP karena mereka adalah kekuatan sentral di dalam Rational Software di belakang kreasi RUP dan pengantarannya ke proyek seluruh dunia. Kata pengantar oleh Grady Booch.

Mereka membuat buku panduan komprehensif ke praktik-praktik pengembangan peranti lunak modern seperti dalam Rational Unified Process. Dengan nasihat dan pandangan praktis buku ini, praktisi peranti lunak akan belajar bagai mana men-tackle tantangan proyek pengembangan kecil dan besar, menggunakan pendekatan pengembangan iterasi dan risk-driven dengan track record terbukti.

THE RATIONAL UNIFIED PROCESS MADE EASY akan mengajarkan butir-butir kunci dalam perencanaan dan mengatur proyek-proyek iteratif, fundamental desain komponen dan arsitektur peranti lunak, dan penerapan use cases. Semua anggota tim – dari manajer proyek ke analis, dari pengembang ke penguji – akan mempelajari bagai mana mengaplikasikan langsung RUP ke pekerjaan mereka. Kita akan mempelajari bahwa RUP adalah fleksibel, bingkai kerja proses versatil yang dapat dijahit menyesuaikan keperluan proyek pengembangan semua tipe dan ukuran.

Relasi –> tabel

Dari definisi-definisi yang telah disampaikan, bila mana sebuah RELASI direpresentasikan ke dalam TABEL, kita akan mengasumsikan bahwa berlaku kondisi berikut:

1. Tabel memiliki nama yang unik.

2. Setiap kolom di tabel memiliki sebuah nama yang unik.

3. Urutan kolom di dalam tabel boleh menyimpang (irelevan).

4. Seluruh baris di dalam tabel memiliki format dan jumlah entri yang sama.

5. Nilai-nilai di dalam setiap kolom adalah milik domain yang sama.

6. Setiap entri di setiap tupel relasi harus berupa satu nilai tunggal.

7. Urutan baris menjadi irelevan karena diidentifikasikan oleh isinya dan bukan oleh posisinya di dalam tabel.

8. Tidak ada dua baris atau tupel yang keseluruhan entri-nya identik satu sama lain.

 

DOMAIN

Domain dari setiap kolom dapat dibayangkan sebagai himpunan nilai yang nilainya dapat kita pindahkan ke dalam kolom. Kita akan menotasikan domain dari setiap kolom atau atribut tertentu dengan notasi Dom (nama kolom). Pastikan bahwa setiap nilai yang muncul di dalam kolom harus merupakan anggota domain-nya. Di dalam tabel, ada kemungkinan bahwa dua atau lebih kolom dapat memiliki domain yang sama.

Setiap entri tabel atau relasi memiliki tidak lebih dari satu nilai tunggal disebut single value. Di perpotongan tiap kolom dan tiap baris terdapat tidak lebih dari satu nilai tunggal. Untuk suatu relasi r yang diketahui, untuk setiap atribut A dari r, dan sembarang tupel t dari r, kita akan menggunakan notasi t(A) untuk menuliskan nilai dari entri tupel t di dalam kolom A, yaitu nilai di perpotongan kolom A dan baris t.

BARIS

Seluruh baris di dalam suatu tabel memiliki format yang sama dan merepresentasikan beberapa objek atau hubungan yang ada di dunia nyata. Jumlah total baris yang hadir di dalam sebuah tabel pada suatu waktu tertentu dikenal sebagai KARDINALITAS tabel.

Isi sebuah tabel di suatu saat tertentu disebut SNAPSHOT. Setelah suatu tabel didefinisikan, jumlah kolomnya tetap sama selama tabel tersebut dipakai. Jumlah baris yang muncul dalam tabel bisa bervariasi karena isi tabel mencerminkan dinamika semesta yang direkam oleh basis data.

KOLOM

Setiap kolom di dalam tabel harus memiliki nama dan tidak ada dua kolom atau lebih yang boleh memiliki nama identik. Jumlah total kolom atau ATRIBUT yang menyusun sebuah tabel dikenal sebagai DERAJAT (degree) dari suatu tabel. Data di dalam tabel terlihat sebagai himpunan baris atau tupel-n (n-tuple) dengan n adalah jumlah atribut tabel.

Apa bila jumlah atribut tabel diketahui, kita dapat menghilangkan prefiks n dan mengacu ke baris tabel hanya sebagai baris atau tupel. Menyebut baris sebagai tupel-n (untuk n yang sudah pasti) memiliki keuntungan yang mengindikasikan bahwa baris memiliki n entri.

Di setiap kolom dari sebuah tabel terdapat satu himpunan kemungkinan nilai yang dinamakan DOMAIN, memuat seluruh nilai yang diperbolehkan yang dapat muncul di dalam kolom.

TABEL

Tabel bukan merupakan struktur fisik dan setiap tabel akan memiliki nama yang unik. Tabel memuat sejumlah kolom atau atribut yang telah ditentukan. Penjelasan istilah sebagai berikut.

Sekumpulan fakta yang direpresentasikan dalam sebuah basis data dinamakan UNIVERSAL OF DISCOURSE (UOD). Ia sepatutnya hanya menyertakan fakta-fakta berupa kumpulan data yang berhubungan secara logika dan relevan terhadap pemakai.

Misalnya untuk suatu objek atau entitas sebagai sebuah signifikansi atas suatu informasi yang perlu diketahui, KARAKTERISTIK yang menjelaskan atau mengkualifikasi suatu entitas dinamakan ATRIBUT entitas itu.

Tabel disyaratkan untuk memiliki setidaknya satu kolom namun tidak perlu memiliki baris. Tabel ini disebut TABEL KOSONG. Proses menyelipkan tupel untuk pertama kali ke dalam tabel disebut MEMPOPULASIKAN tabel.

KONSEP BASIS DATA RELASIONAL

Sistem manajemen basis data didasari oleh model-model data yang memungkinkan suatu deskripsi logis atau tingkat tinggi dari data. Sistem manajemen basis data yang berdasarkan MODEL DATA RELASIONAL dinamakan RELATIONAL DATABASE MANAGEMENT SYSTEMS. Dalam tipe basis data ini, informasi yang tergolong UNIVERSE OF DISCOURSE (UOD) akan direpresentasikan sebagai suatau himpunan relasi.

Dalam kerangka ini, sebuah RDBMS dapat didefinisikan sebagai suatu himpunan relasi. Untuk keperluan praktis kita menampilkan relasi sebagai suatu tabel dua dimensi yang memenuhi kondisi tertentu. Data secara logika dianggap sebagai tabel yaitu struktur data logis yang diasumsikan menyimpan data yang akan direpresentasikan oleh basis data.

SBD 2013 SBD 2012

Insya Allah, hanya ada dua titik penilaian yaitu Database Project dan Final Examination. Untuk menghargai kehadiran para mahasiswa di ruang kuliah, presensi turut dihitung guna menghasilkan AM dan HM. Di tahun 2013 SBD diampu oleh dua dosen yaitu MAM dan RASP. Berikut ini Daftar Proyek Basis Data Tahun 2013 dilaporkan dalam bentuk buku elektronis atau ebook, edisi Senin 23 September 2013:

(1) BAGUS GILANG P. [1015031070] 4 x

(3) MAHENDRA PRATAMA [1015031046] 3 x

(4) FEDRYAN RINALDI F. [0915031038] 2 x

(5) ROBY SYAH PUTRA [1015031058] 3 x

(6) LUKMAN HAKIM [1015031042] 3 x

(7) IRVIKA ROMANA [1015031038] 2 x

(8) DEDY IRAWAN [0915031083] 1 x

(9) M. SAPUTRA TAMBUN [0945031024] 1 x

(10) RIYO HANDOKO [0915031098] 1 x

(11) AKHMAD BILLY YOLANDO [1015031025] 2 x

(12) IMAM SHOLEH MAULANA [1015031037] 2 x

Batal sebagai peserta: (2) MARIA ULFA M [1015031047]

==============================

2012 DISTRIBUSI DATABASE PROJECT

==============================

1) Endi Azro [0815031052]

2) Rahmat Hidayat [0815031024]

3) Ridho Audli [0815031087]

4) Ayub Luhung W. [0815031005]

5) Anggi Novriadi [0715031031]

 

Muhammad Khoirul Arief

Judul skripsi: SISTEM INFORMASI HARGA HASIL PERTANIAN BERBASIS SMS GATEWAY (STUDI KASUS KECAMATAN SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH).

Pembimbing Utama: Helmy Fitriawan, S.T., M.Sc., Dr. Eng.

Pembimbing Pembantu: Raden Arum Setia Priadi, S.Si., M.T.

Penguji: Yuliarto Rahardjo, S.T., M.T.

SEMINAR PROPOSAL: Jumat 16 Desember 2011 Ruang Seminar Lt3 JTE FT Unila.

ABSTRAKS: Harga produk pertanian dapat berfluktuasi dari hari ke hari, dari pasar ke pasar. Harga itu lebih bervariasi lagi pada tingkat pedagang pengumpul atau tengkulak. Dalam penetapan harga pada umumnya tengkulak yang menentukan harga yang kemudian diterima petani yang hampir tidak mempunyai daya tawar terhadap harga tersebut.

Dengan menyebarnya teknologi telepon di tengah masyarakat, termasuk ke pedesaan, sebuah sistem informasi berbasis SMS sangat membantu menyediakan informasi harga kepada petani sehingga mereka dapat memantau harga produk pertanian di sentra produksi atau pabrik-pabrik sekitarnya.