MENARA HANOI
Struktur Data 10
Proses rekursi di program p_318b
Mempunyai kondisi pengakhiran rekursi yaitu jika nilai n sudah lebih kecil atau sama dengan nol. Setiap kali fungsi memanggil dirinya sendiri, nilai dari n dikurangi dengan nilai satu, sehingga nilai n akhirnya akan menjadi nol dan proses rekursi akan diakhiri, sehingga fungsi ini akan memanggil dirinya sendiri sebanyak n kali. Program di p_319 merupakan program menghitung n! Yang akan dikerjakan secara rekursi.
Program di p_322 merupakan
Program untuk mengurutkan data dengan metode quick sort yang dilakukan secara rekursi. Metode ini menggunakan teknik memecah data menjadi partisi-partisi sehingga metode ini disebut dengan nama metode pengurutan pertukaran partisi (partition exchange sort). Proses pengurutan dimulai dengan memilih sebuah elemen secara sembarang. Di program, elemen yang dipilih adalah elemen terbawah.
Struktur Data 9
Kamis 22 Maret 2012
Buku referensi: Jogiyanto Hartono, MBA, PhD, 1993. Konsep Dasar Pemrograman Bahasa C, Penerbit Andi, Yogyakarta. Materi: Bab 9 Larik, Bab 10 Pointer, Bab 11 Fungsi, Bab 12 Tipe Data Tingkat Lanjut. Bab 11, bagian 11.11. Rekursi, hlm 318. Rekursi (recursion) adalah suatu proses dari fungsi yang memanggil dirinya sendiri secara berulang-ulang.
Karena proses dilakukan
Berulang-ulang, harus ada suatu kondisi yang mengakhiri prosesnya. Jika tidak, maka proses tidak akan pernah berhenti sampai memori yang digunakan tidak dapat menampung lagi. Program contoh di p_318 merupakan program rekursi yang tidak akan berhenti karena tidak mempunyai kondisi yang menghentikan prosesnya. Proses rekursi ini ditunjukkan oleh statemen terus_tidak_berhenti() yaitu proses yang memanggil fungsi dirinya sendiri.
Struktur Data 8
Hubungan rekurens sbb
Struktur Data 7
Notasi pemrograman
Struktur Data 6
Hati-hati
Struktur Data 5
Mobil e-ktp Kelurahan Gedung Meneng
http://www.rribandarlampung.co.id/?p=6198
SYAHRIR : “mobil e-ktp ini sudah dioperasikan sejak Kamis, 26 Januari 2012, didukung enam orang petugas dan 1 unit alat perekaman.” Kepala Disdukcapil kota Bandar lampung SYAHRIR Jum’at (27/01) mengatakan, mobil e-ktp ini sudah dioperasikan sejak Kamis, 26 Januari 2012, didukung enam orang petugas dan 1 unit alat perekaman.
Pengoperasian Mobil E-KTP keliling tersebut telah dimulai di kelurahan Rajabasa Raya dan kelurahan Gedung Meneng kecamatan Rajabasa. Dijelaskan, mobil E-KTP keliling tidak seperti mobil SIM keliling yang mempunyai jadwal operasi setiap harinya, tetapi mobil ini akan jemput bola mendatangi daerah yang warganya minim melakukan perekaman E-KTP.
Ditambahkan, respon masyarakat sangat baik dengan adanya mobil keliling ini, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang memanfaatkan mobil ini. Menurutnya, selain masyarakat yang lanjut usia, masyarakat umum juga bisa melakukan perekaman di mobil tersebut namun melihat situasinya, jika tidak ramai akan dilakukan perekaman juga terhadap mereka, namun prioritas tetap pada masyarakat yang lanjut usia.
Dari berita di atas tampak bahwa sebenarnya secara tidak langsung aparat di Kelurahan Gedung Meneng (berkode pos 35145) sudah mengenal aplikasi elektronik terkait. Hal ini bisa mempermudah penerimaan materi pelatihan desa pinter oleh para aparat kelurahan tersebut.
Desa Pinter
Perlu ada ide kreatif tentang Desa Punya Internet (Desa Pinter).
Sukses mendukung program desa berdering melalui penyediakan layanan seluler hingga pelosok dan pulau-pulau terluar, Telkomsel tengah mengembangkan program Desa Pinter atau desa punya internet.
“Sebagai kelanjutan Program Desa Berdering, ke depan Telkomsel akan melakukan pengembangan Desa Berdering menjadi Desa Pinter, di mana secara layanan selain layanan dering akan ditambahkan perangkat komputer dan akses internet”, kata VP Spesial Area, Bambang Utomo.
Dengan tersedianya perangkat komputer dan akses internet, kata Bambang, sejumlah kegiatan bisa dilakukan. Di antaranya menciptakan layanan informasi pedesaan yang memberikan informasi tentang kondisi dan potensi hasil pertanian, tersedianya media interaksi antar warga dan masyarakat di perkotaan, serta terciptanya fasilitas pembelajaran dan pendidikan berbasis
Dengan adanya Desa Pinter pula, kesenjangan informasi dan pendidikan bisa teratasi. Karena dengan adanya komputer yang dilengkapi akses internet, masyarakat dapat mengakses informasi apapun termasuk dunia pendidikan dan pengetahuan lainnya.
Program rintisan Desa Pinter telah dikembangkan Telkomsel seiring dengan penggelaran jaringan di pedesaan melalui program USO tahun 2009. Paling tidak ada 100 desa USO yang dikembangkan menjadi desa pinter.