Masjid Cerdas Mandiri Energi

Nantinya bangunan ini dibongkar dan dibangun masjid dimaksud.
Nantinya bangunan ini dibongkar dan dibangun masjid dimaksud.

 https://dosen.unila.ac.id/rasp/my-village/

Ada tanah di Perumahan Gatam Lestari Dusun Sidoharjo Desa Negararatu Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Republik Indonesia dialokasikan untuk tempat pembangunan masjid. Tanah tersebut di pinggir sungai kecil. Alangkah baiknya di sana dibangun masjid mandiri energi dengan berbagai sumber tenaga dari panas api pembakaran sampah untuk PLTU (Uap), dorongan air sungai untuk PLTMH (Mikro Hidro), dorongan angin untuk PLTB (Bayu) dan radiasi sinar matahari untuk PLTS (Surya). Selanjutnya listrik yang dihasilkan disalurkan ke baterai penyimpanan oleh kendali tegangan. Berikut ini skema yang cocok untuk diikuti.

http://4.bp.blogsng pot.com/-VgQzDixllHE/U6KjFCPnWTI/AAAAAAAACCY/DHwiAxsTuTw/s1600/village-1.jpg

Kita bisa lanjutkan dan kombinasi dengan desa-desa lokasi KKN dengan DPL RASP, desa binaan Himatro di DeSiBel (Desa Binaan Elektro) atau desa binaan FOSSI FT dengan kesamaan pengembangan energi untuk keperluan dapur antara lain bio-gas dan listrik. Dapur diperlukan untuk keperluan logistik dan akomodasi takmir, segenap stake holder, dan majelis taklim /pengajian yang diselenggarakan di masjid. Kolam ikan perlu dibangun di sisi utara tanah masjid untuk memelihara ikan bakal lauk serta untuk persediaan air untuk pemadam kebakaran. Alhamdulillah, pernah terbentuk takmir Mushola sebagai cikal bakal Takmir Masjid Gatam Lestari yaitu:

Ketua Takmir: Suhaimi (Ketua RT Perum Gatam Lestari)

Sekretaris Takmir: R. Arum, S.P. (Ketua Panitia Pembangun Masjid)

Anggota Takmir: Warga Perum Gatam Lestari

Ketua Risma: Rido (putra Pak Godho)

Anggota Risma: para Remaja Islam Mushola Gatam Lestari

Sekarang kepengurusan tersebut sudah ambyar berantakan, musnah.

Masjid cerdas karena ada program pembelajaran seumur hidup bagi semua stake holder dengan PBL, SCL didukung pemanfaatan teknologi informasi seperti computer, content, communication. Untuk mewujudkan itu skema penelitian yang dipakai direncanakan adalah PENELITIAN UNGGULAN PERGURUAN TINGGI dengan memanfaatkan potensi Unila seperti yang dilibatkan dalam panitia pembangunan masjid. Sedangkan skema pengabdian yang digunakan direncanakan adalah PROGRAM IPTEKS BAGI WILAYAH ANTARA PT-PEMDA-CSR. Diharapkan bisa dicapai taraf desa binaan ITB di URL sbb:

http://www.itb.ac.id/news/2846.xhtml

Masjid Cerdas Mandiri Energi (smart and energized mosque) didesain untuk mendukung desa mandiri energi. Hal ini dikarenakan masjid bisa lebih sering beroperasi 24 jam sehari (prioritas di bulan Ramadhan) dibandingkan kantor desa yang buka 24 jam sehari pada waktu tertentu misalnya pemilu (pileg, pilpres, pilkada). Di samping itu masjid itu akan mempunyai Takmir (menghimpun ustadz, dai, mujahidin), Posdaya (Pos Pemberdayaan, menghimpun masyarakat), FRW (Forum Rembug Warga, menghimpun donatur), dan DMI (Dewan Masjid Indonesia, jaringan skala nasional). Masjid Gatam Lestari dekat masjid Nurul Ikhwan. Simak peta berikut.

Dari peta, dari masjid terus ke kanan, setelah pertigaan belok kiri sampai ke Masjid Gatam Lestari.
Dari peta, dari masjid terus ke kanan, setelah pertigaan belok kiri sampai ke Masjid Gatam Lestari.

Bersambung ke sini.

Cetak Biru Penelitian Puslitbang HAKI

Proposal PEKERTI direncanakan menjadi cikal bakal cetak biru Puslitbang HAKI. Penelitian dan pengembangan difokuskan kepada green technology infra-structure and supporting system-nya. Berikut ini file document-nya.

RASP_PEKERTI_2015

Penjadwalan menyesuaikan jadwal institusi lain di tingkat universitas dan fakultas. Sedangkan perincian jadwalnya tertera dalam file MS Office Project berikut ini.

Project1_PEKERTI_2015

Green Technology Infrastructure yang dimaksud adalah turunan dari sustainable built (building and) environment dengan prioritas aspek urban /rural sustainability (terkait agriculture, food resilience), sustainable facilities management (terkait ICT), dan partnership for energi sector climate resilience (terkait kedaulatan energi).

Lokasi penelitian dan pengembangan adalah kampus sebagai bagian dari sustainable city yang harus memperhatikan:

  1. Resources management –> dibutuhkan enterprise system (electronic government, electronic commerce, Product Design and Development, Sustainable Development, Entrepreneurship), electronic Business (electronic Supply chain management, Supply Chain and Logistic, Production Planning and Inventory Control, Ergonomic and Work Study, Financial and Asset Management, Industrial Policy Study, Human Resource Development), decision support system (data mining, Supervisory Control and Data Aquatiation, Distribute Control System, Optimization and Mathematical Modelling, Applied Mathematics, Statistics Modelling and Its Application), resource development (mobile application, multimedia, RF, Microwave and Antenna Design, Telecommunication Network, CAD/CAM/CIM, Manufacturing Facility Design, Maintenance System), power analysis (Renewable Energi), dll.
  2. Disaster management –> dibutuhkan artificial intelligence, electronic learning, image processing, Network security, Wireless communication, optical communication, dll.

http://sntiki.uin-suska.ac.id/

Kapan mobil buatan Djogja diproduksi masal? Selis dibuat lokal?

Perhatikan gambar berikut ini

mobil_listrikKapan kiranya mobil SELO diproduksi masal? Apa kontribusi orang-orang di Lampung, khususnya kalangan perguruan tingginya? Saran, penduduk Lampung harus membiasakan diri dengan kendaraan bersumber tenaga listrik mulai dari SELIS (sepeda listrik) dan MOLIS (mobil listrik). Ini berkonsekuensi diperlukannya TELIS (terminal listrik) mulai dari halaman MALIS (masjid listrik). Mepada harus MASJID? Karena tempat ini memiliki TAKMIR, manajemen yang akan mengurusi semua keperluan jamaah termasuk TELIS.

Mekanisme PLT Pasang Surut

Dinding pasang surut (tidal barrage) memanfaatkan energi potensial berdasarkan perbedaan tinggi permukaan laut. Ketika pasang, air laut masuk ke dalam teluk, delta sungai, atau fitur lepas pantai lainnya dan tertampung karena adanya dinding. Ketika surut, air laut dilepaskan. Energi ini lalu diubah menjadi energi mekanik seperti halnya turbin pada bendungan PLTA.

Pasang surut dinamis (dynamic tidal power) merupakan metode yang masih bersifat eksperimen, yang melibatkan interaksi antara energi kinetik dan energi potensial dari aliran air laut. Metode ini mengandalkan bendungan yang sangat panjang hingga puluhan kilo meter, yang dibangun menjauh dari bibir pantai. Beda tinggi air laut antara sebelah dalam dan sebelah luar bendungan dimanfaatkan untuk menghasilkan energi (listrik).

Metode ini mirip dengan metode dinding pasang surut, namun tidak melibatkan fitur alam. Bak penampung dibangun di sekitar dinding dengan turbin untuk menghasilkan energi ketika air laut dilepaskan. Sumber informasi: Ferdian Reyna Yahya NPM 1415031053.

Pemanfaatan energi pasang surut air laut

Pemanfaatannya saat ini belum luas karena tingginya biaya awal investasi dan terbatasnya lokasi yang memiliki pasang surut yang mencukupi. Penelitian dan pengembangan lebih lanjut perlu terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan batas kritis energi yang dihasilkannya sehingga didapatkan berbagai metode untuk mengekstraksi energi jenis ini.

Sistem kerja pada pembangkit listrik tenaga pasang surut sederhana. Generator arus pasang surut (tidal stream) menggunakan energi kinetik dari air laut untuk menggerakkan turbin seperti halnya turbin angin yang digerakkan oleh angin.

Generator jenis ini dapat dibangun di fasilitas atau infra-struktur yang telah ada seperti jembatan. Fitur lepas pantai seperti selat atau teluk dapat mempercepat gerakan air laut. Bentuk turbin dapat berupa vertikal mau pun horizontal, terbuka mau pun terlindung pipa, dan pada umumnya diletakkan dekat dengan dasar air (laut).

Pemanfaatan pasang surut air laut sebagai pembangkit listrik

Energi pasang surut merupakan energi yang terbarukan. Potensi tenaga air laut tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pemanfaatan air sebagai energi primer, bisa terjadi penghematan penggunaan bahan bakar.

Beberapa keuntungan dari pembangkit listrik tenaga pasang surut yaitu: 1) Setelah dibangun, energi listrik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan secara gratis; 2) Tidak membutuhkan bahan bakar; 3) Tidak menimbulkan efek rumah kaca; dan 4) Produksi listrik stabil karena pasang surut air laut bisa diprediksi. Beberapa kerugian yang ada pada pembangkit listrik tenaga pasang surut adalah: a] Biaya pembuatan yang mahal; b] Dapat merusak ekosistem di sekitar pesisir pantai.

Energi pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pasang surut air laut, menjadi sumber energi listrik. Ia merupakan salah satu jenis energi terbarukan yang relatif lebih mudah diprediksi jumlahnya dibandingkan energi angin dan energi matahari.

Tindak Lanjut Seminar Teknologi Nuklir dilanjutkan Bio Massa

Jangan takut dengan teknologi nuklir karena 76,50 % rakyat Indonesia setuju ipteks nuklir. URL http://www.pikiran-rakyat.com/node/260465. Indonesia mempunyai cadangan uranium lebih dari 70.000 ton uranium. URL http://www.antaranews.com/berita/375792/indonesia-miliki-cadangan-uranium-70000-ton

Direncanakan ada Seminar Teknologi Nuklir dengan tema Aplikasi Teknologi Nuklir pada PLTN sebagai Sumber Energi Listrik RAMAH LINGKUNGAN bagi Industri untuk Memajukan Kesejahteraan Rakyat Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis 9 April 2015 jam 08.00 wib s.d. selesai di Aula Gedung A FT Unila dengan pemateri: Sudirman Said (Menteri ESDM), Djarot S. Wisnubroto (Kepala BATAN), dan Khairul Huda (Deputi BPI BAPETEN).

Sebagai tindak lanjut seminar, kalau bisa kita berjuang agar satu di antara empat PLTN yang dibangun Pemerintah berlokasi di Provinsi Lampung Kabupaten Tulang Bawang Kecamatan Dente Teladas. Pesisir pantai timur Lampung aman dari potensi gempa bumi. Mengapa di lokasi itu? Karena posisinya di pertengahan Lampung, tidak terlalu ke utara, tidak terlalu ke selatan, sedikit pemukiman penduduk karena dekat dengan Taman Nasional Way Kambas.

Di samping itu kecamatan tersebut tidak jauh dari Desa Margasari yang dikembangkan menjadi Lampung Mangrove Center. Diharapkan kehadiran PLTN di sana bisa mengembangkan pusat penelitian tersebut. Simak URL https://www.unila.ac.id/lppm-siapkan-desa-binaan-di-lampung-timur/?upm_export=pdf

Hal ini bisa dikembangkan sekalian dengan dua piramida di Kec Mesuji Timur. Jadi untuk keperluan PLTN sebaiknya dibangun juga piramida sebagai tempat perkantoran dan pemukiman sehingga tiada kebutuhan lahan luas, dihindari pembukaan lahan yang bisa menyelamatkan populasi hutan yang ada.

Piramida Register 45 bisa menghemat luasan lahan hutan yang terpakai di samping yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa dari hasil hutan yang di tanam di tempat ini. Bisa dicontoh skema dari http://www.hexamitra.co.id/pembangkit-listrik-tenaga-biomassa.php ba

Perencanaan PLTBM sangat dipengaruhi oleh wilayah yang bersangkutan terutama kesinambungan bahan baku. Oleh karena itu Register 45 yang cukup luas adalah ideal untuk keperluan ini. Jadi luasan hutan hanya sedikit yang terpakai untuk tapak piramida dan tapak PLTBM. Selain itu semua bangunan harus dirobohkan dan ditanami pohon sebagai bahan baku pembangkit tersebut.

Di sekitar tapak piramida dibangun terminal angkutan penumpang dan angkutan logistik. Di sekitar PLTBM dibangun terminal logistik dan stasiun kereta api untuk mengangkut hasil panen hutan seantero luasan Register 45. Di tepi perbatasan lahan tempat tersebut perlu digali saluran primer selebar 10 meter yang cukup untuk perlintasan dua truck dan escavator ketika masa pembangunan dan perlintasan water way ketika sudah jadi dengan skema terusan seperti di Terusan Suez atau Terusan Panama.

Saluran primer itu bisa sebagai pengumpul hasil panen air hujan untuk dikirim ke waduk dekat Piramida Dermaga. Bisa juga sebagai sarana water way untuk wisata dan keperluan dua piramida tersebut. Sekali gus saluran berfungsi sebagai pagar yang membatasi lalu lintas perambah hutan dan kendaraannya.

Piramida adalah bangunan tahan gempa dan pergeseran tanah, digunakan dengan skema mulai dari lantai terbawah untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Lantai kedua untuk Kawasan Industri. Lantai ketiga untuk pelayanan pendidikan, kesehatan, kependudukan, pemerintahan, waste management, environment management, dll. Lantai keempat untuk rusunawa dengan satu kamar, satu dapur, satu MCK, satu gudang, satu ruang makan, satu ruang tamu untuk para bujang gadis.

Lantai kelima untuk rusunawa dengan dua kamar, satu dapur, satu MCK, satu gudang, satu ruang makan, satu ruang tamu untuk keluarga muda. Lantai keenam untuk rusunawa dengan satu kamar orang tua, satu kamar anak bujang, satu kamar anak gadis, satu kamar pembantu, satu dapur, dua MCK, satu gudang, satu ruang makan, satu ruang tamu untuk keluarga matang.

Lantai ketujuh hingga terakhir diperuntukkan kamar-kamar losmen, hotel berbintang mulai satu hingga lima. Di atas mendekati puncak piramida adalah instalasi untuk keperluan penelitian energi petir, penelitian BMKG, penelitian navigasi, bandara angkutan helikopter dan empat helipad di keempat potongan sisi piramida.

Selamat bertugas ibu Yessi

Pada Rapat Jurusan Teknik Elektro FT Unila Jumat 27 Maret 2015 diumumkan bahwa ibu Yessi Mulyani diangkat menjadi Ketua Program Studi Teknik Informatika sejak tahun 2015. Hal ini diperkuat lagi dengan hasil pemilihan Kaprodi itu dengan skor 7-3 di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung A FT Unila hari Selasa 26 Mei 2015 disaksikan Dekan. Melalui blog ini diucapkan selamat bertugas kepada ybs semoga home base ini tempat RASP bermarkas makin berkembang di masa yang akan datang. Walau pun RASP mulai fokus di PSTI sejak 2015, ia tidak akan melupakan mantan home base-nya yaitu PSTE (1997 – 2015). Hal ini dalam bentuk inisiasi Dikominfo (home base di Lab T Komputer) dan Dikersa (home base di Lab Teg Tinggi) yang akan menginduk kepada Jurusan Teknik Elektro. Kedua divisi itu sebagai tulang punggung untuk wujudkan visi dan misi nomor dua yaitu mengembangkan riset-riset unggulan yang berorientasi paten dan terpublikasi internasional.

Peluncuran Sistem HKI Fakultas

Tujuan: 1) Melaksanakan Misi Unila nomor 2 yaitu menjalankan tata pamong organisasi Unila yang baik (good university governance); 2) Melaksanakan Tujuan Unila nomor 1b yaitu menghasilkan ipteks unggulan /baru yang terpublikasikan pada jurnal-jurnal terakreditasi di dalam dan luar negeri serta diperolehnya HaKI untuk ipteks baru tersebut; 3) Melaksanakan Tujuan Unila nomor 2 yaitu meningkatkan manajemen organisasi dalam bidang akademik, keuangan, dan sumber daya manusia menuju tata kelola yang baik; 4) Melaksanakan Misi FT Unila nomor 2 yaitu mewujudkan tata kelola organisasi Fakultas Teknik Unila yang baik; 5) Melaksanakan Misi JTE FT Unila nomor 3 yaitu mengembangkan riset-riset unggulan yang berorientasi paten dan terpublikasi internasional; 6) Melaksanakan Tujuan JTE FT Unila nomor 3 yaitu menghasilkan produk yang berpotensi paten melalui penelitian terapan.

Pelaksanaan semua tujuan itu karena terkait dengan kepentingan Universitas Lampung, FT Unila, dan JTE Unila sebaiknya dilaksanakan oleh semacam Dikominfo dan Dikersa yang diawaki oleh sivitas akademik Elektro (dosen, pegawai, mahasiswa).