Fitur Utama

Fitur utama dari ini adalah bahwa agen bergabung secara bebas dan atas kemauan mereka sendiri. Ini berbeda dengan organisasi yang digabungkan dengan erat di mana agen memiliki peran yang telah ditentukan sebelumnya.

Fokusnya sangat banyak pada otonomi agen individu, dan karenanya sifat dan institusi global dari ekosistem semacam itu muncul (terutama) melalui pengorganisasian mandiri. Ini adalah konsep radikal dan berpotensi mengganggu.

Namun, kami akan berdebat nanti dalam makalah ini bahwa infrastruktur digital saat ini, seperti Internet dan realisasinya melalui Web, membatasi munculnya properti, dan malah memaksakannya dari luar (eko) sistem.

Dalam karya sebelumnya (Krause et al., 2009) kami telah membahas ekosistem digital dalam dua dimensi:

  1. keragaman respons, yang mengacu pada tingkat ketahanan terhadap guncangan, dan
  2. kebutuhan akan infrastruktur perangkat lunak DE yang memungkinkan UKM untuk sepenuhnya terlibat dalam Ekonomi Digital.

Terlepas dari implikasi keuangan, UKM biasanya merupakan pembawa perubahan, penciptaan peluang, dan inovasi (Dini et al., 2008). Diskusi di kedua sumbu telah diberikan dengan mempertimbangkan sifat-sifat penting dari suatu ekosistem seperti ketahanan dan keberlanjutan konteks sosial-ekonomi dan infrastruktur digital pendukung.

REST

Saat ini, ruang layanan web sedang diganggu oleh prinsip Representational State Transfer (REST). Meskipun baru-baru ini diadopsi, REST diperkenalkan oleh Roy Fielding (Fielding, 2000), pada tahun 2000 untuk memberikan deskripsi formal tentang gaya arsitektur yang muncul di World Wide Web.

Oleh karena itu, layanan web RESTful adalah layanan yang bekerja dalam konteks Web dan menerapkan prinsip arsitekturnya, di antaranya orientasi sumber daya, keadaan tanpa kondisi, antarmuka seragam, keterhubungan, dan manipulasi sumber daya melalui representasi.

Seperti banyak teknologi yang mengganggu, REST pada awalnya tidak terlihat terlalu buruk untuk menimbulkan ancaman bagi tumpukan protokol WS-*. Namun dengan dirilisnya karya-karya seperti (Richardson & Ruby, 2007) dan diambil alih oleh vendor besar (Google, 2011 dan Sun Microsystems, 2009), untuk skenario manusia-ke-mesin dan mesin-ke-mesin menunjukkan bahwa REST mungkin jadilah pendekatan yang lebih potensial untuk sistem skala web.

Dalam berbicara tentang Digital Ecosystems (DEs) kita perlu menyadari bahwa istilah tersebut dapat memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda (Dini, 2007). Definisi yang diusulkan dalam (Cheng et al., 2006) diambil dari konsep ekosistem dalam arti biologis murni.

Menurut Boley dan Chang, ekosistem digital adalah lingkungan agen yang terbuka, longgar, terkelompok domain, didorong oleh permintaan, dan mengatur diri sendiri, di mana setiap agen dari setiap spesies proaktif dan responsif mengenai manfaat/keuntungannya sendiri (…) tetapi juga bertanggung jawab terhadap sistemnya.

Call for papers

Call for Papers

Yth. Bapak/Ibu Dosen, Peneliti, Mahasiswa dan Praktisi,

Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas akan menyelenggarakan IEEE Symposium Internasional secara online/virtual meeting pada tanggal 27-28 Juli 2022 dengan nama sebagai berikut :

🌐International Symposium on Information Technology and Digital Innovation (ISITDI) 2022

“Prosiding akan di submit ke IEEE Xplore (terindeks Scopus)”

Batas pemasukan makalah:
Tahap 1. 1 Maret 2022
Tahap 2. 16 April 2022

Info lengkap dapat dilihat di : http://isitdi.conference.unand.ac.id/

Submit segera paper bapak ibu di : https://edas.info/N29182

Contact Person :
☎️ Yola – 085271764891(wa)

☎️ Arrya – 08126618171 (wa)

Info lebih lanjut bisa juga di cek di flayer berikut bapak ibu🙂🙏🏻

2022 Daftar Jadwal Mengajar RASP dkk

Di tahun 2022 saya mulai mengajar lagi atas kebaikan teman-teman di Prodi Teknik Informatika dan Jurusan Teknik Elektro. Berikut ini komposisinya di semester genap:

  1. Kode /Sem: INF620215 /4; MK /Hari-Jam: Kecerdasan Buatan (A); Dosen 1: Resty Annisa; Dosen 2: RASP; Ketua Kelas: Yudha Nugraha;
  2. Kode /Sem: INF620215 /4; MK /Rabu-14:30 wib: Kecerdasan Buatan (B); Dosen 1: Trisya Septiana; Dosen 2: RASP; Ketua Kelas: Marselina Rahmawati; WAG AI-
  3. Kode /Sem: INF620216 /4; MK /Hari-Jam: Pemrograman Web (A) /Rabu 09:15 – 10:15; Dosen 1: Meizano Ardhi Muhammad; Dosen 2: RASP; Ketua Kelas: Yudha Nugraha;
  4. Kode /Sem: INF620216 /4; MK /Hari-Jam: Pemrograman Web (B); Dosen 1: Meizano Ardhi Muhammad; Dosen 2: RASP; Ketua Kelas: Charles Gunawan;
  5. Kode /Sem: INF620216 /4; MK /Hari-Jam: Pemrograman Web (C) /Jumat 07:30 – 10:00 WIB; Dosen 1: Meizano Ardhi Muhammad; Dosen 2: RASP; Ketua Kelas: Rio;
  6. Kode /Sem: INF620108 /2; MK /Senin-15.00: Probabilitas dan Statistik (A); Dosen 1: Resty Annisa; Dosen 2: RASP; Ketua Kelas: Ridho Ahmad Fauzi;
  7. Kode /Sem: INF620108 /2; MK /Senin-10.30: Probabilitas dan Statistik (B); Dosen 1: Gigih Forda Nama; Dosen 2: RASP; Ketua Kelas: Andre Gilang;
  8. Kode /Sem: INF620108 /2; MK /Senin-10.30: Probabilitas dan Statistik (C); Dosen 1: Gigih Forda Nama; Dosen 2: RASP; Ketua Kelas: Alysa;
  9. Kode /Sem: INF620108 /2; MK /Senin-10.30: Probabilitas dan Statistik (D); Dosen 1: Gigih Forda Nama; Dosen 2: RASP; Ketua Kelas: Reginia Putri;

Berikut komposisinya di Semester Ganjil:

Senin, terdiri atas:

a. Jam 07.30 – 10.00 WIB, INF 620207, OAK-C, Lab STL, Sem 3, W /TI, Dosen RASP /RA;

b. Jam 13.00 – 14.40 WIB, INF 616346, Data M, Lab Kendali, Sem 7, W /TI, Dosen MAM /RASP;

c. Jam 15.30 – 17.10 WIB, INF 616338, Eko TK, H19, Sem 1, W /TI, Dosen MAM /RASP;

Selasa, terdiri atas:

a. 09.10 – 11.40 WIB, INF 620207, OAK-B, Lab STL, Sem 3,  W /TI, Dosen RASP /RA;

Rabu, terdiri atas:

a.

Pengembangan Jejaring Penelitian Micro Services Security Safety

Research network development difokuskan pada topik micro services, bil khusus REST & RESTful matter, dengan fokus security –> secure, safety –> safe. Sekarang RESTful Infrastructure bisa digunakan untuk Digital Ecosystems.

ABSTRAK

Ada aspek desain kunci dari ekosistem digital. Bagai mana hal ini dapat direalisasi dalam web-like environment.

(digital ecosystem) = (digital infrastructures) + (socio-economic context –> called to operate)

Konsep ekosistem digital dibingkai di sekeliling interaksi komplek di antara agen-agen saling ketergantungan, difokuskan pada important properties seperti: 1) loose-coupling, 2) no central point of control or failure, 3) sustainability, 4) resilience, and 5) history.

Sudah dideskripsikan himpunan terintegrasi solusi desain untuk mengoperasionalkan prinsip kunci ekosistem digital menuju infrastruktur peranti lunak. Arsitektur referensi mendorong konstruksi RESTful yang dapat mendukung aplikasi internet masa depan, dan mengerjakan hal ini dalam cara kompatibel ke belakang dengan web sekarang.

Categories and Subject Descriptors: H.5.4 Hypertext /Hypermedia Architectures, H.2.3 Query languages, C.1.4 Distributed architectures;

Keywords: Digital Ecosystems, REST, Complex Systems, Architecture.

INTRODUKSI

Konsep ekosistem meningkat digunakan sebagai metafora dalam bisnis dan pemikiran sistem. Seseorang dapat pergi lebih jauh menggunakan metafora mendorong pengembangan model yang mempunyai nilai nyata dalam memahami dan memfasilitasi transformasi dalam ekonomi digital. Ada potensi signifikan untuk membuka teknologi internet masa depan.

E-commerce dan infrastruktur kolaboratif saat ini hadir sangat banyak di web, dengan perantara seperti portal perjalanan menyusun layanan oleh penyedia lain. Dalam pengertian ini dapat dikatakan untuk menunjukkan beberapa sifat ekosistem digital.

Bersambung ke sini.

Computer for Doctor

Komputer untuk Dokter

Dari referensi: Microsoft Word – NO 6 Masa Depan Lulusan Dokter di Indonesia-pangkat.docx (unsri.ac.id)

Bagai mana dokter masa depan? Masa depan lulusan PSPD terkait dengan format pelayanan kesehatan masa depan. Dengan melihat berbagai regulasi yang ada dan rencana implementasinya dapat diprediksi format pelayanan kesehatan itu berdasarkan:

  1. Implementasi SKN [Sistem Kesehatan Nasional];
  2. UU SJSN [Sistem Jaminan Sosial Nasional];
  3. UU PK [Praktik Kedokteran].

Di samping itu, kondisi real dan tantangan bidang kesehatan membentuk atau memesan jenis pendidikan dokter yang diharapkan. Indikator internasional untuk mengukur hal tersebut sekali gus mengukur keberhasilan pembangunan (kesejahteraan, termasuk kesehatan) suatu bangsa adalah capaian MDG’s [Mellenium Development Goal’s] dan HDI [Human Development Index]. Perlu diperhatikan juga hasil assessment Kementerian Kesehatan.

Format Layanan Kesehatan dan Masa Depan Lulusan Dokter

Pasal kesehatan yang diamandemen dapat dilihat pada pasal 28 H ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi: “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.

Dalam SKN —tergambar format pelayanan kesehatan masa depan (khususnya untuk format layanan dokter tingkat pertama)—berbunyi: “Sejalan dengan pengembangan Sistem Jaminan Sosial Nasional Bidang Kesehatan, pemerintah tidak lagi menyelenggarakan pelayanan kesehatan individu melalui Puskesmas. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan individu menerapkan konsep dokter keluarga kecuali di daerah yang sangat terpencil yang masih dipadukan dengan pelayanan Puskesmas”. Di sini peran penting lulusan PSPD sebagai dokter keluarga –> praktik kedokteran.

Pelayanan Kedokteran Keluarga sebagai Masa Depan Pengabdian Lulusan Dokter

Guna memenuhi perubahan format tersebut di atas maka orientasi pendidikan kedokteran
haruslah memperhatikan area pengelolaan masalah kesehatan masa depan, yang isinya antara
lain:

1) Mengelola penyakit, keadaan sakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh,
bagian dari keluarga dan masyarakat –> manajemen –> butuh MS Office dan yang sejenis seperti OpenOffice, Trio Office, WPS Office;

2) Melakukan Pencegahan Penyakit dan Keadaan Sakit –>butuh social media untuk membangkitkan peran serta pasien dan keluarganya sekali gus memantau kondisinya;

3) Melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan dan pencegahan penyakit –> hal ini terkait butir 2 di atas, plus bio-informatics;

4) Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan –> butuh tele-medicine, PeduliLindungi App;

5) Mengelola sumber daya manusia dan sarana-prasarana secara efektif dan efisien dalam
pelayanan kesehatan primer dengan pendekatan dokter keluarga –> butuh internet /online hospital.

Dokter keluarga akan menjadi penghubung dan “jembatan” yang efektif antara pelayanan rumah
sakit dan pelayanan kesehatan pada layanan primer. Hal ini terdukung dengan keberadaan
konsep pelayanan ini yang oleh WHO dinamakan sebagai “Five Star Doctor” atau dokter
bintang lima”.

Dengan konsep ini, seorang dokter keluarga mempunyai kompetensi sebagai:

1) Care provider/menyediakan pelayanan kedokteran –> klinik /praktik kedokteran;

2) Decision maker/pengambil keputusan, termasuk jenis pelayanan dan rujukan apa yang diperlukan untuk ke rumah sakit yang dipilih –> Decision support system for health care resources allocation – PubMed (nih.gov);

3) Communicator/Komunikator –> perlu smartphone & social media, Why Communicating Well With Providers Improves Care (verywellhealth.com);

4) Community leader/pemimpin kesehatan di masyarakat –> kompetensi masa depan yang harus diasah. Leadership in public health – PubMed (nih.gov)

5) Manager of healthcare resources/manajer dari sumber kesehatan yang ada –> mulai dari manager klinik-nya sendiri, Counte_Ch1-d333923f.pdf (ache.org)

Selesai, pelajari juga Masa Depan Mahasiswa Kedokteran – Kompasiana.com

Latihan Pemrograman

Problem: Buatlah dua micro service sederhana dan buatlah jembatan komunikasi data dengan RESTful API.

Solusi: Terlebih dahulu kita cari referensi misalnya di URL Cara membuat rest api dengan php mysql mudah dan cepat (part 1) – Rasupe

Ringkasnya panduan sebagai berikut: Membuat REST API dengan PHP dan MySQL. Di sisi server dibuat API-nya, yang bisa dipanggil oleh satu atau lebih client. Misalnya dibuat database MySQL “produk” di server dengan sedikit pengenal unik. Misalnya isian datanya sebagai berikut:

microservices.great-site.net/toko/epiz_30661304_db_toko.json

Kemudian dibuat website (dan /atau aplikasi android, kalau sempat dikerjakan) sebagai client, misalnya tidak perlu membuat database lagi. Output dari API biasanya berupa JSON atau XML seperti diperagakan di atas. Misalnya sbb:

Your Website Is Ready – InfinityFree (great-site.net)

Dokumentasi API umumnya akan menyertakan: 1) URL API; 2) Metode GET /POST; 3) Parameter-nya. Langsung saja kita membuat API di Server. Hasilnya misalnya diperagakan sebagai berikut:

microservices.great-site.net/toko/api/categories/list.php

microservices.great-site.net/toko/api/categories/list.php?limit=10&name=buku

Ikuti petunjuk nomor 1 hingga nomor 5 hingga selesai. Disunting file settings.ini.php sesuai konfigurasi server. Dicari IP address hosting misalnya dengan URL Website Spy Tool, Hosting Reviews, Security & Online Business Tips (webhostingsecretrevealed.net)

Kalau anda masih bingung, coba contoh berikut ini. Cara Membuat Microservice Sederhana dengan Spring Boot di Apache NetBeans | Haris’ Blog (harisfi.github.io) Yang mirip bisa anda simak di URL Tutorial Sederhana Microservice Menggunakan Spring Boot – Josi Kie

Latihan berlanjut ke sini.

Technology Stack Mapping

Fasilitas pemetaan disediakan oleh:

  1. ESRI, GIS Mapping Software, Location Intelligence & Spatial Analytics | Esri
  2. Bing Maps, Bing Maps – Directions, trip planning, traffic cameras & more
  3. Google Maps, Google Maps

Pada Yahoo tidak tersedia fasilitas pemetaan meski pun masih tersedia fasilitas pencatatan misalnya: a) Kontak, b) Kalender, c) Notepad. Setelah data & informasi dirasa cukup terkumpul, bisa dilanjutkan pemetaan pada Outlook yang terkait dengan Bing Maps atau GMail yang terkait dengan Google Maps.

lanjut

Desain solusi teknologi untuk pengungsi ex Timor Timur

Sebagai bagian pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, diinisiasi, diawali kajian solusi teknologi untuk para pengungsi ex Timor Timur dalam dharma penelitian. Seiring dengan kajian itu dirintis persiapan pendidikan dan pelatihan bagi relawan pengungsi dengan spesialisasi solusi teknologi. Sebagai puncak adalah dharma pengabdian masyarakat atau community services di lapangan, lokasi pengungsian. Mohon bersabar karena kurangnya perhatian semua stake holder, penanganan pengungsi menjadi berlarut-larut. Terdapat empat program untuk eks pengungsi Timor Timur yang dilaksanakan, yaitu: 1) transmigrasi, 2) pemukiman kembali, 3) repatriasi, dan 4) kompensasi berupa materi. Materi kajian pertama bisa disimak di sini.

Sudah dilakukan Implementasi kebijakan resettlement terhadap warga masyarakat pengungsi Timor Timur di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penanganan terhadap pengungsi melalui implementasi kebijakan belum dapat berjalan dengan baik. Faktor– faktor yang mempengaruhi kebijakan resettlement eks pengungsi Timor Timur di Kabupaten Belu adalah pertama, Ukuran dasar dan tujuan-tujuan kebijakan, yang meliputi Ketetapan pada sidang Kabinet tanggal 25 September 2001 serta Kepres No 25 Tahun 2003. Pertama, tujuan dari kebijakan tersebut adalah mengupayakan penyelesaian tuntas yang terbaik bagi eks pengungsi Timor Timur. Kedua, karakteristik badan pelaksana, di mana akibat kurangnya kerjasama antar-badan pelaksanan berdampak pada belum maksimalnya hasil kerja yang dilakukan oleh badan pelaksana tersebut. Ketiga, Kondisi lingkungan ekonomi, sosial dan politik, yang kurang baik sehingga mudahnya masyarakat dipecah belah dan mudah sekali untuk diprovokasi. Keempat, secara keseluruhan arah tujuan kebijakan mengarah ke kondisi yang baik, di mana realisasi penanganan bagi para pengungsi telah dilaksanakan dengan baik. Informasi selengkapnya di sini.

SOLUSI TEKNOLOGI PERTAMA: 1) Menambah kerja sama antar-badan pelaksana dengan cara membuka komunikasi dan FGD online dengan para pihak tersebut; 2) Meningkatkan imunitas masyarakat agar tidak mudah dipecah belah dan diprovokasi dengan cara check and re-check online dengan para pemimpin formal dan informal.

Pengucilan lahan menjadi persoalan bagi mayoritas mantan warga Timor Leste di Kabupaten Belu. Pemukiman kembali tersebut ditawarkan sebagai salah satu program pemerintah. Sayangnya, program ini belum menyediakan lahan yang cukup untuk diakses karena legitimasi lembaga sosial tersebut. Sebagai konsekuensi dari pengucilan lahan, telah terjadi berbagai konflik lahan antara para pengungsi dan pemilik rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki masalah pengucilan lahan yang disebabkan oleh kekuatan legitimasi. Beberapa penelitian sebelumnya telah dilakukan untuk memahami masalah tersebut, dengan menggunakan pendekatan konflik dan kebijakan publik untuk melihat mengapa masalah ini terjadi sejak 1999. Sementara itu, artikel ini menganalisis legitimasi lembaga sosial dan peran tokoh lokal tertentu dalam membentuk pengucilan lahan. Untuk menganalisis masalah ini, penelitian ini menggunakan teori pengecualian sosial, khususnya kekuatan pengecualian, di mana legitimasi sebagai salah satu masalah penting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengungsi telah menghadapi kesulitan untuk mengakses lahan karena legitimasi lembaga tradisional (lembaga adat) dan peran tokoh masyarakat setempat. Informasi selengkapnya di sini. Keterangan naskahnya simak di sini.

SOLUSI TEKNOLOGI KEDUA: 1) Inventarisasi semua pemberi (kekuatan) legitimasi lembaga sosial /tradisional [lembaga adat]; 2) Kumpulkan data tokoh lokal /tokoh masyarakat setempat; 3) FGD & Follow up menggunakan segala teknologi yang bisa diakses.

Sejak dulu, masyarakat Pulau Timor baik Timor Barat maupun Timor Leste memiliki hubungan silsilahologis dan sosiolog yang telah mengakar dalam-dalam, namun ketika pemerintah Indonesia menawarkan dua opsi pada Januari, 27 Mei 1999, itu menyebabkan Timor Leste leberate dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang muncul konflik dan kontroversi, dan dalam sejumlah besar pengungsi memasuki perbatasan• Pemerintah Indonesia menilai kebijakan penanganan pengungsi dari eks Timor Leste setelah Desember, 31″ 2002, berdasarkan pedoman kebijakan nasional pola restitusi, relokasi dan pemberdayaan. Juga assesment pembatasan tanggal untuk status pengungsi eks Timor Leste, pada bulan Desember, 31″ 2002. Informasi selengkapnya di sini.

SOLUSI TEKNOLOGI KETIGA: Social engineering melalui diskusi dalam group di URL INTEGRASIONIS DAN GERAKAN REUNIFIKASI TIMOR TIMUR INDONESIA | Facebook Sayang selama ini baru rencana yang dibahas belum sampai implementasi. Setelah diskusi sebaiknya dilakukan follow up berupa rencana aksi dalam ruang yang lebih privat.