Soroti Perpres 43/2022, Peneliti Apresiasi Program Pelayanan Kepemudaan

TRIBUNNEWS.COM – Peneliti Laboratorium Administrasi dan Kebijakan Publik, Universitas Lampung, Dodi Faedlulloh mengapresiasi program pelayanan kepemudaan yang diagagas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo. Menurutnya, program ini bertujuan untuk pemberdayaan pemuda dan diisi juga oleh pemuda. Awalnya, Dodi menyinggung soal Peraturan Presiden atau Perpres Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor dalam Pelayanan Kepemudaan. Kata dia, kebijakan itu adalah langkah yang tepat dan krusial. “Isu dan pelayanan kepemudaan terlalu penting untuk hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pemuda dan Olahraga saja. Generasi muda kita mewakili masa … Continue Reading →

Merayakan Demokrasi Kampus: Momentum Pemilihan Dekan FISIP Unila

Oleh: Dodi Faedlulloh Beberapa hari ini, terpampang banner informasi di depan Gedung A mengenai lini masa pemilihan Dekan FISIP Unila. Agenda ini bukan hanya sekadar prosedur formal untuk memilih pemimpin baru; ini adalah momen penting yang harus dirayakan bersama. Bulan Juli akan menjadi bulan “politik” di lingkungan fakultas. Pemilihan ini peluang besar bagi seluruh civitas FISIP untuk terlibat dalam proses demokrasi perwakilan yang bermakna. Di luar protokol kelembagaan hak pilih oleh senat dan suara 35 persen dari rektor, penting untuk … Continue Reading →

Beban Kehidupan Dosen

Oleh: Dodi Faedlulloh Beban kinerja saya semester ini terselamatkan oleh satu publikasi di Desember tahun lalu. Yang mana proses artikel itu terbit memakan waktu cukup lama: satu tahun. Sampai menjelang akhir semester ini, tidak ada satupun artikel saya, baik sebagai penulis utama maupun co-author, yang terbit. Beberapa artikel sedang dalam proses yang saya pun tidak tahu kapan terbitnya, dan bahkan mungkin ditolak. Dengan logika beban kinerja harus memenuhi semua unsur tri dharma, berarti setiap semester minimal harus ada satu publikasi. … Continue Reading →

Koalisi Koperasi dalam Agenda Kebijakan

Oleh: Dodi Faedlulloh Situasi dunia ekonomi banyak berubah. Setidaknya sinergi teknologi dan ekonomi telah memoles wajah ekonomi pasar semakin lebih cantik, lebih ramah, dan lebih “demokratis”. Tampaknya demikian. Gebyar perayaan revolusi industri 4.0 pun ditabuh. Pihak-pihak yang tidak mau berubah akan kalah dalam ring kompetisi. Individu-individu yang lambat adaptasi, organisasi-organisasi yang stagnan akan berbondong masuk dalam jurang kehancuran. Kurang lebih begitulah sabda distruption. Angin perubahan bertiup kencang, tapi tidak untuk dunia koperasi di Indonesia. Justru perubahan malah menjadi musuh yang … Continue Reading →