Saya dan Generasi Muda

Oleh: Dodi Faedlulloh Sebagai seorang alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), saya merasa beruntung pernah mendapatkan kesempatan yang sangat istimewa: duduk dan belajar sejajar dengan para dosen yang kompeten di bidangnya. Kesempatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademis saya, tetapi juga memberikan inspirasi untuk melanjutkan semangat tersebut kepada generasi mahasiswa saat ini. Bagi saya, hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk meneruskan nilai-nilai yang saya peroleh di kampus. Berinteraksi dengan mahasiswa senantiasa membawa … Continue Reading →

Beban Kehidupan Dosen

Oleh: Dodi Faedlulloh Beban kinerja saya semester ini terselamatkan oleh satu publikasi di Desember tahun lalu. Yang mana proses artikel itu terbit memakan waktu cukup lama: satu tahun. Sampai menjelang akhir semester ini, tidak ada satupun artikel saya, baik sebagai penulis utama maupun co-author, yang terbit. Beberapa artikel sedang dalam proses yang saya pun tidak tahu kapan terbitnya, dan bahkan mungkin ditolak. Dengan logika beban kinerja harus memenuhi semua unsur tri dharma, berarti setiap semester minimal harus ada satu publikasi. … Continue Reading →

Obat Dungu dari Rocky

Oleh: Dodi Faedlulloh Membaca karya Rocky Gerung ini seakan mengembalikan memori saya saat menjadi mahasiswa yang sering berjumpa dengan senior-senior yang “khatam” filsafat. Mereka sering membicarakan banyak hal ihwal, menggugat ini-itu yang sering diterima begitu saja sebagai kebenaran: nasionalisme, pancasila, agama, demokrasi, feminisme dan banyak hal lain melalui diksi-diksi menawan. Buku ini memuat 85 tulisan Rocky dari tahun 1985 sampai 2018, yang dalam beberapa hal mirip dengan yang sering dulu saya dengar dan tangkap dari diskusi di pojok-pojok kampus. Dengan … Continue Reading →

Budaya Pop dan Aktivisme

Oleh: Dodi Faedlulloh Saat ini, budaya pop berkembang lebih dari sekedar manifestasi ideologi dominan dan praktik hegemonik yang dikontruksi untuk melanggengkan kendali dalam sistem sosio-ekonomi tertentu. Sebaliknya, budaya pop semakin mengambil peran penting, mengkritik balik dan bahkan menjadi platform perlawanan terhadap norma-norma hegemoni yang berlaku. Perlawanan kali ini tidak lagi hanya “dimonopoli” aktivis-aktivis tetapi juga individu-individu atau komunitas yang gandrung dengan budaya pop. Baru-baru ini, para pecinta K-Pop global dan Indonesia memprakarsai petisi yang mendesak Hyundai, sebuah perusahaan otomotif terkemuka … Continue Reading →