Source from WIKI:
An IP tunnel is an Internet Protocol (IP) network communications channel between two networks. It is used to transport another network protocol by encapsulation of its packets. IP tunnels are often used for connecting two disjoint IP networks that don’t have a native routing path to each other, via an underlying routable protocol across an intermediate transport network. In conjunction with the IPsec protocol they may be used to create a virtual private network between two or more private networks across a public network such as the Internet. Another prominent use is to connect islands of IPv6 installations across the IPv4 Internet.
Tulisan diatas saya cuplik dari penjelasan WIKI tentang IP Tunnel yang menjelaskan gambaran umum seperti apa konsep IP Tunnel. pada tulisan sebelumnya saya menulis tentang bagaimana mengimplementasikan metode 6to4 untuk membuat jaringan IPv6 meskipun tidak memiliki Blok IPv6 sendiri. http://gigihfordanama.wordpress.com/2011/03/30/mencoba-sixxs-org-ipv6-gateway/ skim pada tulisan tsb server yang digunakan langsung terhubung ke global IPv4 dan menggunakan sistem operasi FreeBSD 8.0. Nah sekarang kita akan coba bereksperimen bagaimana jika server yang akan dijadikan server tunneling berada dibelakang NAT atau menggunakan IP Private. kita lihat contoh kasus yang saya ujicobakan, dengan topologi sebagai berikut
[(DMZ FIREWALL SERV – WITH IP PUBLIC – OS FREEBSD)/NOC ROOM] ——–> [FAKULTAS ROUTER] ——> [JURUSAN ROUTER]
202.43.189.222 ———- 192.168.170.254 ——- 192.168.170.211
Yang perlu dilakukan adalah:
- Set rule di FreeBSD-Firewall dengan konfigurasi bidirectional NAT pada paket filter BSD (karena saya tidak mau pusing),contoh skrip /etc/pf.conf binat on $eIF from 192.168.170.211 to any -> 202.43.189.222 , kenapa saya pilih binat, karena saya akan mapping dari IPPublic ke IP 192.168.170.211 secara bolak balik dan tanpa filter apa apa, sebetulnya yang dibutuhkan untuk membuka servis tunnel cukup hanya dengan menggunakan protocol 41 di pass ke tujuan. Namun karena saya juga butuh untuk yang lain lain juga, makanya firewallnya di buat PLONG kayak jalan Tol. 😀
- Yak sudah itu saja, tinggal dibuktikan apakah dari NAT sudah bisa keluar . elektro@elektro-desktop:~$ ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr d4:85:64:cc:58:23
inet addr:192.168.170.211 Bcast:192.168.170.255 Continue reading “Tunneling IPv6 with Ubuntu Linux Behind NAT ? Why Not..”