Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

http://gigihfordanama.wordpress.com/2012/08/04/kiat-sukses-menjadi-seorang-network-engineer/

Saat ini kita sudah memasuki era/abad informasi digital yang ditandai  segala sesuatunya berjalan dengan bantuan “teknologi”,  informasi apapun dapat dengan mudah kita peroleh dari berbagai media diantaranya melalui media internet, social network, blog, jurnal ilmiah, situs pembelajaran, forum-forum, mailinglist, dsb.  Handphone sebagai salah satu produk teknologi komunikasi   juga sangat berkembang pesat, telah bermunculan generasi-generasi smartphone terbaru dari berbagai vendor besar dengan fitur dan kecanggihan teknologi yang memudahkan pengguna, seperti Android, BB, IPhone, Tab. Sepertinya saat ini hampir semua manusia di Indonesia (bahkan di dunia) sudah memiliki handphone untuk menunjang aktifitas keseharian mereka.

Era informasi digital juga membuka peluang kerja yang sangat luas dalam bidang industri Teknologi Informasi (TI), seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun  swasta membaca peluang ini dengan berlomba-lomba membuka Program Studi bernuansa TI seperti Teknik Informatika, Teknik Elektro dan Informatika, Sistem Informasi, Magister Teknologi Informasi,dsb. Bahkan dilevel SMK pun juga telah memiliki konsentrasi TI (Teknik Komputer dan Jaringan, dan Sistem Informasi). Pada sektor pendidikan non formal juga telah menjamur berbagai lembaga pelatihan khusus TI dilengkapi dengan Trainer bersertifikasi internasional untuk berbagai bidang Ilmu TI, dengan tujuan yang sama yaitu mencetak generasi profesional di bidang TI.

Apabila anda membaca iklan lowongan pekerjaan, maka akan sangat banyak anda temui berbagai lowongan IT pada berbagai perusahaan baik di dalam maupun diluar negeri, ini menunjukkan bahwa peran IT telah menjadi “ENABLER” dalam memberikan “Value Added” pada perusahaan, sehingga dengan IT segala sesuatu mungkin untuk terwujud. Berbagai perusahaan sanggup menggaji tenaga IT dengan salary yang tinggi untuk menjamin kelancaran aktifitas bisnis perusahaan mereka.  Dari sisi EntrePreneur, IT pun memiliki peranan penting, banyak peluang berwiraswasta dibidang IT, seperti bisnis online, jasa pembuatan web site, software house, toko komputer, reparasi komputer, dan masih banyak bidang wiraswasta lainnya.

Sekarang saya akan membahas sedikit tentang Network Engineer, istilah ini biasanya lekat pada orang-orang dengan kapabilitas keilmuan di bidang Networking,pada program studi TI biasanya kuliah Networking ini dikemas dalam satu mata kuliah khusus dalam bentuk  Computer Networking, Jaringan Komputer dan Komunikasi Data, Komdat (Komunikasi Data), silabus mata kuliah ini tidak jauh-jauh membahas secara detail bagaimana teknologi itu bekerja sekaligus diperkenalkan tren teknologi terbaru, pada kampus dengan fasilitas yang baik biasanya khusus mata kuliah networking ini juga disertai dengan ujicoba atau praktek secara langsung untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik yang sudah didapat, bisa dalam bentuk praktikum di laboratorium, implementasi pada project tertentu, ataupun melakukan site visit divisi IT pada sebuah institusi.

Bagi anda yang tidak sempat mengenyam bangku pendidikan formal maupun nonformal, anda tidak perlu takut untuk berkecimpung di dunia IT, karena dengan era informasi digital saat ini sangat dimungkinkan untuk mempelajari IT secara mandiri dengan bantuan teknologi tentunya, anda dapat belajar otodidak dari sebuah forum online, social network, buku, maupun sumber informasi IT lain yang beredar luas di internet, syaratnya hanya satu yaitu ada kemauan tinggi dan ketelatenan, dalam islam kita kenal “Man Jadda wa Jadda”,  “Siapa yang bersungguh – sungguh, akan berhasil”.

Berikut saya rangkum kiat-kiat sukses untuk menjadi seorang Network Engineer;

Continue reading “Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer”

Online Shop Istri

http://ulzboutique.files.wordpress.com  link ini adalah link Online Web Store yang rencananya akan dikelola oleh istri saya, aneka pernak pernik tas, jilbab, sepatu, baju, pakaian bayi, dan lain lain akan selalu diupdate melalui web ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi umat.

Tunggangan pertama yang bersejarah, Kisah Gas ,Lohan dan Antena Yagi

Pagi ini sebelum memulai aktifitas , mencoba bernostalgia dahulu mengenang masa lalu, terlintas untuk menulis berkenaan dengan alat transportasi yang pertama kali saya gunakan ketika kuliah S1 dulu. Honda GL Max besutan tahun 1995 seperti tampak pada gambar di samping kiri, adalah kendaraan bermotor pertama yang saya miliki,  motor ini dibelikan oleh orang tua saya tepat di awal semester 3,  kala itu sebetulnya saya tidak membutuhkan motor karena sejak semester 1 saya lebih memilih untuk berjalan kaki dari rumah tinggal (rumah paman di Perum Polri Hajimena)  menuju ke kampus Unila, biasanya setiap pagi saya berjalan kaki menuju kampus dengan rute, BlokC–BlokB–BlokD–BLOKE–PuspaSari–JalanRaya Bypass–Damri–Perguruan–Alkautsar–Terakhir masuk lewat kampus belakang Unila, jarak tempuh perjalanan tidak terlalu jauh, kira-kira berjarak 4 KM, entah berapa banyak sepatu kets yang rusak karena melewati jalan aspal berkerikil tajam,  rute yang sama pun saya lalui menuju ke tempat kediaman, biasanya saya memilih pulang dekat-dekat magrib guna menghindari cuaca  terik. Berjalan seiring waktu masuk semester 3 dimana jadwal kuliah dan praktikum lagi padat-padatnya, juga aktif di wadah Himpunan, akhirnya orang tua tersayang memutuskan membeli kendaraan roda dua demi mendukung kelancaran operasional  aktifitas perkuliahan, mendengar kabar ini saya sangat gembira sekali, hingga susah tidur sembari membayangkan sangat terbantunya akan kehadiran kendaraan ini.

Kemudian dengan semangatnya sayapun mengumpulkan informasi terkait kendaraan bekas yang dijual baik di media koran, info teman, tetangga. Dengan pertimbangan budget serta hasil diskusi dengan kedua orang tua akhirnya saya memutuskan untuk membeli motor milik saudara tetangga saya yakni Honda GL Max tahun 1995,  saya pilih motor second ini karena mesin masih dalam kondisi prima, penampakan juga ok, motor kopling, tanpa fikir panjang saya pun membayar motor ini dengan harga 6,5 juta, transaksi dilakukan pada malam hari melibatkan paman sebagai saksi, malam itu pula merupakan malam pertama paling bersejarah dalam hidup saya akhirnya dapat menunggangi motor sendiri, saya pun berjanji dalam hati akan menjaga dan merawat amanah ini dengan sebaik-baiknya.   Singkat cerita motor inilah yang menemani setiap langkah dan gerak semenjak semester 3 hingga tamat kuliah. Alhamdulillah selama dipakai jarang rewel karena memang motor ini saya rawat dengan baik (Oli rutin diganti, Cuci rata-rata seminggu sekali, sesekali pasang asesoris), hmm kalo saya ingat ingat memang pernah beberapa kali mogok itu juga karena keabisan bensin karena uang di dompet lagi kosong 😀 .

Tanpa terasa sudah tiba di semester 4,  libur semester genap tahun 2002 pun tiba, nah libur semester genap kala itu cukup lama kira-kira sekitar 3 bulan dari Agustus hingga ke Otober, di tengah kawan-kawan lain sibuk berfikir untuk pulang kampung atau bertamasya saya malah berfikir lain, bagaimana caranya dengan tempo waktu 3 bulan tersebut agar saya dapat memiliki komputer sendiri agar membantu aktifitas perkuliahan mengingat biasanya untuk mengerjakan tugas dan belajar saya sering minjam komputer teman atau nongrong di rental komputer.  Koran pun menjadi alternatif utama untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan info-info lowongan kerja partime diseputaran Bandar Lampung, matapun selanjutnya tertuju pada kolom koran informasi lowongan perusahaan GAS, dengan informasi yang tidak begitu jelas mereka mencantumkan lowongan kerja parttime di perusahaan gas (PT. Budaya Agung Lestari Indonesia kalo tidak salah namanya bergerak di konsultan Gas),  Engkol motor kesayangan lalu bergegas saya pun membawa berkas lamaran beserta biodata menuju Kaliawi (Alamat Kantor Tsb) siapa tau ada jodoh mendapatkan penghasilan tambahan  untuk membeli komputer.

Setiba disana setelah wawancara singkat mereka memutuskan untuk menerima saya sebagai karyawan baru tanpa memberikan gambaran pekerjaan yang jelas, sempat bingung tapi sudahlah yang penting sudah diterima dan saya diminta untuk datang ke kantor tepat waktu pukul 07.00 teng. Malam harinya saya pun tidak sabar sudah membayangkan sudah mulai masuk kerja untuk kali pertama, tepat pukul 06.30 sudah bertolak dari kediaman menuju ke kantor dan tiba tepat waktu pukul 07.00 . Motor pun saya parkir di kantor, lalu ada 2 orang mentor yang menghampiri saya dan mengkalim bahwa saya adalah salah satu dari member mereka dan siap untuk memulai bekerja, setelah briefing mentor mentor utama selesai (karyawan baru nunggu diluar) akhirnya saya diajak oleh kedua mentor saya tadi untuk mulai bekerja, hmmm saya bingung kok diajak naek angkot menuju ke arah WayHalim.  Itss ok lah saya jambanin sembari menahan rasa penasaran gimana sih bentuk kerjanya, tak lama waktu berselang kami pun tiba di daerah WayHalim (Perumahan Padat di BDL) kami bertiga mulai berjalan menyusuri area Wayhalim, saya pun memberanikan diri untuk bertanya kok “kita kerja jalan masuk ke Perumahan yah ??”, mentor menjawab “Tenang saja kamu Ikuti bagaimana kami bekerja” , ok saya pun lalu tidak banyak komentar lagi sembari mengikuti setiap gerak kerik mentor, tibalah kami di sebuah rumah yang cukup besar, dengan ligatnya salah satu mentor (lupa namanya) memencet bel berulang kali kemudian tuan ruman (ibu-ibu) keluar dari rumah, dengan gaya yang meyakinkan mentor membawa sebuah berkas bertulis Partner Pertamina dan menginformasikan kepada Ibu tersebut bahwa perlu diadakan perawatan rutin terhadap Kompor Gas dan Perangkat pendukung lainnya atas alasan keamanan,  mungkin karena berfikir kami adalah partner pertamina (ditunjukkan dengan surat2 tadi) lantas ibu tersebut mengizinkan kami untuk memeriksa kondisi kompor gas berikut selang dan tabung gas, kembali lagi dengan gaya meyakinkan mentor menjelaskan bahwa selang gas si Ibu tadi tidak standar dan mengancam jiwa apabila masih tetap digunakan, khawatir apabila terjadi apa-apa Ibu tadi memutuskan untuk mengganti selang gas dan mentor dengan sigap mengeluarkan selang baru dari tasnya, setelah proses instalasi selesai kami pun meninggalkan rumah tersebut dan meninggalkan semacam kartu kontrol pengecekan secara rutin.

Nah dari sini barulah saya tersadar bahwasanya perkerjaan yang saya lakukan adalah menjadi sales penjualan barang-barang berkaitan dengan kompor gas,  sempet mesem-mesem sendiri waduh kok Calon Sarjana kerjaan nya begini yahh…. hehehehe.. 😀 , tapi never mind walau bagaimanapun proses ini harus tetap saya lewati.

Continue reading “Tunggangan pertama yang bersejarah, Kisah Gas ,Lohan dan Antena Yagi”