Selamat Datang Semester Ganjil 2015/2016

Selamat Datang Mahasiswa Baru angkatan 2015 pada semester ganjil 2015/2016

Semester ini saya mengampu 7 kelas yaitu;

  1. Pengantar Teknologi Informasi – Teknik Elektro Kelas A (Ganjil 2015/2016).
  2. Pengantar Teknologi Informasi – Teknik Elektro Kelas B (Ganjil 2015/2016).
  3. Pengantar Teknologi Informasi – Teknik Elektro Kelas C (Ganjil 2015/2016).
  4. Pengantar Teknologi Informasi – Teknik Informatika (Ganjil 2015/2016).
  5. Struktur Data – Teknik Elektro (Ganjil 2015/2016).
  6. Struktur Data – Teknik Informatika (Ganjil 2015/2016).
  7. Probabilitas dan Statistik – Teknik Informatika  (Ganjil 2015/2016).

Bagi Mahasiswa baru yang sudah mendapatkan akun SSO silahkan langsung registrasi melalui sistem VCLASS (http://vclass.unila.ac.id) dengan mendaftarkan emailnya terlebih dahulu, kode aktifasi akan masuk ke email masing-masing, jika tidak ada di folder INBOX coba periksa di folder SPAM/BULK.

Untuk mengetahui username SSO silahkan akses alamat http://pengumuman.unila.ac.id  , masukkan NPM dan tanggal lahir anda.

 

Apabila masih menemui kendala, silahkan datang ke UPT TIK Lt. 1 setiap hari kerja.

 

Trims.

Draft Proposal Pengabdian: Penerapan Teknologi Informasi Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Strategi E-Marketing Pada Kelompok Tani Tambak Ikan Air Tawar Pekon Pasir Ukir, Pagelaran Pringsewu Lampung

1. Analisis Situasi  

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sangat cepat sangat berdampak pada peradaban manusia. teknologi informasi telah menjadi alat bantu utama terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada manajemen organisasi, strategi bisnis, manajemen pendidikan, teknologi transportasi, kesehatan dan sebagainya. Tingkat persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut organisasi untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya. Esensi mendasar dari persaingan bisnis terletak pada bagaimana sebuah organisasi dapat mengimplementasikan proses penciptaan produk dan atau jasanya secara lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat dibandingkan dengan pesaing bisnisnya atau menciptakan produk yang berbeda atau unik yang tidak dapat diproduksi oleh pesaing. Sehingga  penerapan teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan persaingan terutama dalam pemasaran produk atau jasa.

Menurut Wiliam J. Stanton pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Jadi jika kita meninjau kembali maka pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa kepada kelompok pembeli.

Salah satu strategi pemasaran adalah menggunakan E-Marketing, secara umum e-marketing menggunakan teknologi internet (e-commerce, social media, email, etc) dalam memasarkan produk yang dihasilkan. Pusat perhatian dalam strategi e-marketing adalah melalui situs web perusahaan yang dibuat menarik dan informatif untuk menarik perhatian user dan meningkatkan penjualan.

Teknologi E-Marketing masih belum diterapkan oleh petani tambak ikan air tawar pada Kabupaten Pringsewu Lampung, padahal Kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra budidaya perikanan air tawar di Provinsi Lampung, yang memenuhi kebutuhan permintaan ikan air tawar di Provinsi Lampung. Di bidang perikanan, Kabupaten Pringsewu sangat potensial untuk pengembangan usaha Budidaya Air Tawar. Pada tahun 2012 potensi perikanan budidaya air tawar di Kabupaten Pringsewu sebesar 1.023 Ha dengan tingkat pemanfaatan lahan seluas 507,60 Ha dan produksi secara keseluruhan sebesar 2.991,42 ton (Tabel 1)

Tabel 1. Produksi Perikanan Kabupaten Pringsewu Tahun 2012

pringsewu

Pekon Pasir Ukir , merupakan salah satu desa pada Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu yang banyak mengandalkan kehidupan ekonominya dari beternak ikan air tawar, sebagian besar petani ikan di Pekon Pasir Ukir memanfaatkan lahan untuk memproduksi ikan jenis Mas, budidaya ikan Mas sangat cocok dilakukan pada Pekon Pasir Ukir karena Desa ini dialiri langsung oleh sungai sekampung dengan debit aliran air yang sangat baik sehingga dapat membentuk vegetasi alami yang cocok untuk budidaya ikan Mas. Selain produksi Ikan Mas, beberapa penduduk juga membudidayakan ikan lele dan gurame, dari hasil identifikasi terhadap beberapa kelompok tani, mereka masih menggunakan Pola Pemasaran Tradisional dan belum mengenal strategi E-Marketing.

Dalam hal meningkatkan kapasitas produksi hasil panen petani pada Pekon Pasir Ukir Pagelaran, beberapa kegiatan pengabdian yang didanai oleh DIKTI juga sudah dilakukan, yaitu;

  1. Dikpride Despa, Gigih Forda Nama, dkk, 2013. “Pemberian Pakan Ikan Otomatis Untuk Budidaya Perikanan Air Tawar, di Kecamatan Pagelaran Pringsewu Lampung”.
  2. Gigih Forda Nama, dkk, 2014. “Penerapan Pusat Listrik Tenaga Surya (Plts) Sebagai Sumber Energi Pompa Sirkulasi Air Tambak Ikan Air Tawar Di Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung”.

tO BE cONTINUED..

Print

Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer

http://gigihfordanama.wordpress.com/2012/08/04/kiat-sukses-menjadi-seorang-network-engineer/

Saat ini kita sudah memasuki era/abad informasi digital yang ditandai  segala sesuatunya berjalan dengan bantuan “teknologi”,  informasi apapun dapat dengan mudah kita peroleh dari berbagai media diantaranya melalui media internet, social network, blog, jurnal ilmiah, situs pembelajaran, forum-forum, mailinglist, dsb.  Handphone sebagai salah satu produk teknologi komunikasi   juga sangat berkembang pesat, telah bermunculan generasi-generasi smartphone terbaru dari berbagai vendor besar dengan fitur dan kecanggihan teknologi yang memudahkan pengguna, seperti Android, BB, IPhone, Tab. Sepertinya saat ini hampir semua manusia di Indonesia (bahkan di dunia) sudah memiliki handphone untuk menunjang aktifitas keseharian mereka.

Era informasi digital juga membuka peluang kerja yang sangat luas dalam bidang industri Teknologi Informasi (TI), seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun  swasta membaca peluang ini dengan berlomba-lomba membuka Program Studi bernuansa TI seperti Teknik Informatika, Teknik Elektro dan Informatika, Sistem Informasi, Magister Teknologi Informasi,dsb. Bahkan dilevel SMK pun juga telah memiliki konsentrasi TI (Teknik Komputer dan Jaringan, dan Sistem Informasi). Pada sektor pendidikan non formal juga telah menjamur berbagai lembaga pelatihan khusus TI dilengkapi dengan Trainer bersertifikasi internasional untuk berbagai bidang Ilmu TI, dengan tujuan yang sama yaitu mencetak generasi profesional di bidang TI.

Apabila anda membaca iklan lowongan pekerjaan, maka akan sangat banyak anda temui berbagai lowongan IT pada berbagai perusahaan baik di dalam maupun diluar negeri, ini menunjukkan bahwa peran IT telah menjadi “ENABLER” dalam memberikan “Value Added” pada perusahaan, sehingga dengan IT segala sesuatu mungkin untuk terwujud. Berbagai perusahaan sanggup menggaji tenaga IT dengan salary yang tinggi untuk menjamin kelancaran aktifitas bisnis perusahaan mereka.  Dari sisi EntrePreneur, IT pun memiliki peranan penting, banyak peluang berwiraswasta dibidang IT, seperti bisnis online, jasa pembuatan web site, software house, toko komputer, reparasi komputer, dan masih banyak bidang wiraswasta lainnya.

Sekarang saya akan membahas sedikit tentang Network Engineer, istilah ini biasanya lekat pada orang-orang dengan kapabilitas keilmuan di bidang Networking,pada program studi TI biasanya kuliah Networking ini dikemas dalam satu mata kuliah khusus dalam bentuk  Computer Networking, Jaringan Komputer dan Komunikasi Data, Komdat (Komunikasi Data), silabus mata kuliah ini tidak jauh-jauh membahas secara detail bagaimana teknologi itu bekerja sekaligus diperkenalkan tren teknologi terbaru, pada kampus dengan fasilitas yang baik biasanya khusus mata kuliah networking ini juga disertai dengan ujicoba atau praktek secara langsung untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik yang sudah didapat, bisa dalam bentuk praktikum di laboratorium, implementasi pada project tertentu, ataupun melakukan site visit divisi IT pada sebuah institusi.

Bagi anda yang tidak sempat mengenyam bangku pendidikan formal maupun nonformal, anda tidak perlu takut untuk berkecimpung di dunia IT, karena dengan era informasi digital saat ini sangat dimungkinkan untuk mempelajari IT secara mandiri dengan bantuan teknologi tentunya, anda dapat belajar otodidak dari sebuah forum online, social network, buku, maupun sumber informasi IT lain yang beredar luas di internet, syaratnya hanya satu yaitu ada kemauan tinggi dan ketelatenan, dalam islam kita kenal “Man Jadda wa Jadda”,  “Siapa yang bersungguh – sungguh, akan berhasil”.

Berikut saya rangkum kiat-kiat sukses untuk menjadi seorang Network Engineer;

Continue reading “Kiat Sukses Menjadi Seorang Network Engineer”

Online Shop Istri

http://ulzboutique.files.wordpress.com  link ini adalah link Online Web Store yang rencananya akan dikelola oleh istri saya, aneka pernak pernik tas, jilbab, sepatu, baju, pakaian bayi, dan lain lain akan selalu diupdate melalui web ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi umat.

Anak bayi itu lucu ??

Diusianya yang hampir menginjak 12 bulan, ananda Ahmad Rasya Algifarda tumbuh semakin aktif,  ia telah mulai memahami rutinitas dan membedakan mana hal-hal yang menurutnya biasa  dan mana yang tidak,  tubuhnya pun kini sudah mulai terlihat padat berisi atas asupan bubur Tim beras merah yang disiapkan bundanya setiap hari. Mengamati tingkah laku, gerak gerik, serta mimik mukanya sungguh membuat saya takjub, sebagai salah satu tanda kebesaran Alloh akan kuasanya menjadikan manusia senantiasa belajar mulai dari bayi hingga akhir hayat.

Diusianya saat ini, dia dibekali berbagai permainan edukatif untuk meningkatkan kepandaiannya, tanda kemandirian pada dirinya sudah mulai tampak seperti duduk dengan sendirinya, mulai berdiri dan merayap berpegangan pada meja/kursi/teralis sendiri, asik mengksplorasi barang-barang baru dan mempelajari bagaimana memainkannya, tertarik sangat dengan pernak pernik gadget, dll sb.

Dari sisi perkembangan emosional sudah terlihat jelas respon emosi atas kondisi lingkungan. Luapan rasa gembira (diwujudkan dalam bentuk tertawa), Luapan rasa marah (diwujudkan dalam bentuk ngambek), Luapan sedih (diwujudkan dalam muka diam seribu bahasa),  Luapan takut (diwujudkan dalam bentuk menangis).

Mainan favouritnya saat ini adalah bermain “CILUK BAA”, kalau sudah dengar kata-kata cilukba sembari membuka tutup tangan, atau tiba tiba muncul dari balik horden kamar  si doi terlihat tertawa sumringah hingga cekikikan, entah apa penyebabnya saya juga kurang tau, yang pasti tidak hanya dengan kedua orang tuanya, berlaku juga untuk semua orang yang melakukan CILUK BAA kepadanya maka diapun akan senyum dan tertawa riang.

Nah dibawah video yang saya ambil beberapa hari lalu ketika bercengkrama dengan si Doi, ketawa sampe jumpalitan terguling guling 😀 cuma karena saya muterin bantal nya dan menimpakan bantal tersebut ke tubuhnya.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=Nvf3g-LVCkY]

So kesimpulannya Bayi adalah mahluk tuhan yang sama sekali tidak lucu,  tapi sangat sangat sangat  lucu sekali , bagaimana dengan anda ???

Sea Games XXVI : Perolehan Akhir Medali, Indonesia Menjadi Juara Umum

Jakarta – Indonesia resmi menjadi Juara Umum Sea Games XXVI tahun 2011 di Jakarta – Palembang, setelah sukses mendulang 182 emas, 151 perak, dan 143 perunggu dengan total perolehan 476 medali. Sedangkan di posisi kedua ditempati Thailand dengan 109 emas, 100 perak, dan 120 perunggu dengan total perolehan 329 medali. Berikut perolehan akhir medali pada Sea Games XXVI tahun ini :

Perolehan Akhir Medali Sea Games XXVI 2011, Jakarta – Palembang


Kamus Glossary kata dan istilah kumoring

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/ ( Minggu, 23 Oktober 2007)

SEJARAH SUKU KOMERING DAN ADAT ISTIADATNYA

Komering merupakan salah satu suku atau wilayah budaya di Sumatra Selatan, yang berada di sepanjang aliran Sungai Komering. Seperti halnya suku-suku di Sumatra Selatan, karakter suku ini adalah penjelajah sehingga penyebaran suku ini cukup luas hingga ke Lampung.

Suku Komering terbagi beberapa marga, di antaranya marga Paku Sengkunyit, marga Sosoh Buay Rayap, marga Buay Pemuka Peliyung, marga Buay Madang, dan marga Semendawai. Wilayah budaya Komering merupakan wilayah yang paling luas jika dibandingkan dengan wilayah budaya suku-suku lainnya di Sumatra Selatan. Selain itu, bila dilihat dari karakter masyarakatnya, suku Komering dikenal memiliki temperamen yang tinggi dan keras.

Berdasarkan cerita rakyat di masyarakat Komering, suku Komering dan suku Batak, Sumatra Utara, dikisahkan masih bersaudara. Kakak beradik yang datang dari negeri seberang. Setelah sampai di Sumatra, mereka berpisah. Sang kakak pergi ke selatan menjadi puyang suku Komering, dan sang adik ke utara menjadi puyang suku Batak.

Berdasarkan temuan dan analisa sejarah, Dusun Minanga Tuha, di daerah marga Semendawai Suku I, atau dusun keenam dari Dusun Gunung Jati diperkirakan merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya bagian awal. Sedangkan Palembang diyakini sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya bagian tengah, dan Jambi sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya bagian akhir. Kala itu, Minanga Tuha, sebagai kota pelabuhan, atau tempat berlangsungnya aktivitas bongkar dan muat barang serta bersandarnya kapal-kapal Sriwijaya maupun kapal-kapal asing yang memiliki baik hubungan dagang, politik, budaya, maupun religi dengan Sriwijaya.

Sejak abad pertengahan, suku Komering, sama halnya dengan rumpun Melayu lainnya, menerima Islam sebagai sebuah agama dan kepercayaan. Kedatangan Islam itu melahirkan mitos. Mitosnya mengenai seorang panglima dari bala tentara Fatahilah, Banten, bernama Tandipulau, yang menjadi tamu di daerah marga Semendawai Suku III. Ia datang menggunakan perahu menelusuri Sungai Komering. Tandipulau berlabuh dan menetap di daerah marga Semendawai Suku III, tepatnya di Dusun Kuripan. Keturunan Tandipulau membuka permukiman baru di seberang sungai atau seberang dusun Kuripan, yang disebut Dusun Gunung Jati. Selanjutnya, marga Semendawai disebut keturunan Tandipulau dari Dusun Kuripan.

Tandipulau dalam bahasa Komering berarti ‘tuan di pulau’. Makamnya, yang terletak di Dusun Kuripan, hingga kini masih terpelihara. Masyarakat Komering, khususnya marga Semendawai, sering berziarah kubur ke makam tersebut.

Rumah tradisi Komering
Salah satu tanda kebudayaan Komering dari masa lalu, yang hingga kini tetap terjaga adalah rumah. Pada masyarakat Komering, khususnya marga Semendawai, memiliki atau mengenal dua jenis rumah tempat tinggal yang bersifat tradisional, yakni rumah ulu dan rumah gudang.

Berdasarkan struktur bangunan, antara rumah ulu dan rumah gudang pada prinsipnya sama, tapi pembangunan rumah gudang umumnya cenderung mengalami beberapa modifikasi, dan tidak patuh lagi seperti rumah-rumah ulu, terutama untuk arah hadap seperti hulu (utara), liba(selatan), darak (barat), dan laok (timur). Perbedaan lainnya, pada rumah gudang, selalu dibuat atau ada ventilasi yang posisinya tepat berada di atas setiap pintu dan jendela, sedangkan pada rumah ulu tidak mengenal ventilasi udara.

Baik rumah gudang maupun rumah ulu merupakan jenis rumah panggung atau rumah yang memiliki tiang penyangga. Bahan utama pembuatan rumah gudang dan ulu adalah kayu atau papan.

Lantaran rumah gudang Komering lebih muda jika dibandingkan dengan rumah ulu, rumah ini sudah mengenal dan menerapkan kombinasi antara bahan kayu dan paku, kaca, cat, porselen atau marmer, genteng, dan semen. Misalnya banyak tangga atau disebut ijan mukak rumah gudang yang terbuat dari semen berlapis keramik, atau daun pintu dan jendelanya sudah dikombinasikan dengan kaca. Bahkan, kecenderungan akhir-akhir ini, rumah gudang sudah menggunakan tiang penyangga teknik cor beton dan atau batu bata, yang sebelumnya dari gelondong. Dan, di antara tiang rumah umumnya sudah pula diberi dinding semi permanen atau permanen, kemudian dijadikan tempat tinggal atau lambahan bah (rumah bawah). Mengingat bahan kayu yang saat ini semakin langka dan mahal, tampaknya masyarakat Komering lebih banyak memilih atau membangun jenis rumah gudang.

Rumah ulu sepenuhnya menggunakan bahan kayu atau papan. Tiang penyangga menggunakan gelondongan, lalu tangga, dinding, pintu, dan jendela menggunakan papan. Atap rumah dibuat dari daun enau dengan teknik rangkai-tumpuk. Tapi mengingat daya tahan dan gampang terbakar, sekarang atap daun enau ini diganti atap genteng.

Sambungan kayu pada rumah ulu tidak menggunakan paku, tetapi menggunakan pasak kayu atau bambu, termasuk untuk engsel pintu, dan jendelanya juga masih menggunakan teknik engsel pasak. Mengingat bahan kayu yang saat ini mahal dan langka, sejak tiga dasawarsa terakhir, masyarakat Komering mulai jarang membangun rumah ulu.

Berdasarkan struktur bangunannya, rumah ulu terbagi atas tiga bagian, yakni bagian depan (garang), rumah bagian tengah atau utama (ambin, haluan, dan kakudan) serta rumah bagian belakang (pawon). Bagi masyarakat Komering, rumah tengah atau utama bersifat sakral, sedangkan garang atau pawon bersifat profan sehingga pada pintu depan (rawang balak) dari garang ke haluan, dan juga pada pintu belakang (rawang pawon) dari kakudan ke pawon, konstruksi kusen pintunya dibuat tinggi atau ada langkahan (ngalangkah). Rumah tengah atau utama dibagi menjadi tiga ruang, yaitu ambin atau kamar tidur, haluan, dan kakudan.

Berdasarkan struktur lantai pada rumah ulu, dapat diketahui setiapruang memiliki hierarkis yang ditandai peninggian atau merendahkan lantai ruangannya.

Ambin memiliki kedudukan yang tertingggi (dunia atas), selanjutnya haluan dan kakudan (dunia tengah) serta garang dan pawon (dunia bawah). Untuk lantai haluan sama tinggi dengan lantai kakudan , dan di antara keduanya tidak terdapat dinding.

Berdasarkan hierarki rumah ulu, haluan memiliki tingkatan yang sama dengan kakudan, namun keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Haluan (perempuan) dan kakudan (laki-laki). Sebagai penanda bahwa adanya perbedaan fungsi antara haluan dan kakudanp>, di antara lantai haluan dan kakudan diberi kayu balok panjang yang posisinya melintang, dan di atasnya ada sangai (tiang), sebagai perantara haluan dengan kakudan.

Sedangkan untuk lantai garang dan pawon (dunia bawah) posisinya paling rendah baik dari lantai ambin, haluan, maupun kakudan. Haluan posisinya berada di tengah-tengah rumah ulu, diapit dari arah sebelah laok-darak (barat-timur) dan hulu-liba/hilir (utara-selatan), yakni oleh ambin-kakudan dan garang-pawon.

Ambin (kamar tidur) memiliki kedudukan tertinggi dan suci, sejalan dengan pandangan masyarakat Komering bahwa keluarga harus dijunjung tinggi kesucian dan kehormatannya. Karenanya, dalam struktur rumah ulu, posisi ambin di sebelah laok (barat=arah salat/kiblat).
Continue reading “Kamus Glossary kata dan istilah kumoring”

Daftar Lengkap Perolehan Medali SEA Games XXVI hingga 21 November 201

Daftar Perolehan Medali Sea Games XXVI. Indonesia Terbanyak Medali Emas. Perolehan Medali Emas Indonesia. Update Perolehan Medali Sea Games 2011. Indonesia masih unggul di puncak klasemen sementra sea games xxvi 2011 hingga tanggal 21 November 2011. Dari awal dimulainya sea games xxvi sampai sekarang Indonesia tetap berada di puncak klasemen dengan perolehan medali emas terbanyak.

No. Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total Medali
1 Indonesia 154 130 116 40
2 Thailand 95 83 105 283
3 Vietnam 87 85 91 263
4 Malaysia 52 45 70 167
5 Singapura 41 43 71 155
6 Filipina 27 47 69 143
7 Myanmar 11 23 26 62
8 Laos 9 7 35 51
9 Kamboja 4 11 20 35
10 Timor Leste 1 1 5 7
11 Brunei 0 3 7 10

Tunggangan pertama yang bersejarah, Kisah Gas ,Lohan dan Antena Yagi

Pagi ini sebelum memulai aktifitas , mencoba bernostalgia dahulu mengenang masa lalu, terlintas untuk menulis berkenaan dengan alat transportasi yang pertama kali saya gunakan ketika kuliah S1 dulu. Honda GL Max besutan tahun 1995 seperti tampak pada gambar di samping kiri, adalah kendaraan bermotor pertama yang saya miliki,  motor ini dibelikan oleh orang tua saya tepat di awal semester 3,  kala itu sebetulnya saya tidak membutuhkan motor karena sejak semester 1 saya lebih memilih untuk berjalan kaki dari rumah tinggal (rumah paman di Perum Polri Hajimena)  menuju ke kampus Unila, biasanya setiap pagi saya berjalan kaki menuju kampus dengan rute, BlokC–BlokB–BlokD–BLOKE–PuspaSari–JalanRaya Bypass–Damri–Perguruan–Alkautsar–Terakhir masuk lewat kampus belakang Unila, jarak tempuh perjalanan tidak terlalu jauh, kira-kira berjarak 4 KM, entah berapa banyak sepatu kets yang rusak karena melewati jalan aspal berkerikil tajam,  rute yang sama pun saya lalui menuju ke tempat kediaman, biasanya saya memilih pulang dekat-dekat magrib guna menghindari cuaca  terik. Berjalan seiring waktu masuk semester 3 dimana jadwal kuliah dan praktikum lagi padat-padatnya, juga aktif di wadah Himpunan, akhirnya orang tua tersayang memutuskan membeli kendaraan roda dua demi mendukung kelancaran operasional  aktifitas perkuliahan, mendengar kabar ini saya sangat gembira sekali, hingga susah tidur sembari membayangkan sangat terbantunya akan kehadiran kendaraan ini.

Kemudian dengan semangatnya sayapun mengumpulkan informasi terkait kendaraan bekas yang dijual baik di media koran, info teman, tetangga. Dengan pertimbangan budget serta hasil diskusi dengan kedua orang tua akhirnya saya memutuskan untuk membeli motor milik saudara tetangga saya yakni Honda GL Max tahun 1995,  saya pilih motor second ini karena mesin masih dalam kondisi prima, penampakan juga ok, motor kopling, tanpa fikir panjang saya pun membayar motor ini dengan harga 6,5 juta, transaksi dilakukan pada malam hari melibatkan paman sebagai saksi, malam itu pula merupakan malam pertama paling bersejarah dalam hidup saya akhirnya dapat menunggangi motor sendiri, saya pun berjanji dalam hati akan menjaga dan merawat amanah ini dengan sebaik-baiknya.   Singkat cerita motor inilah yang menemani setiap langkah dan gerak semenjak semester 3 hingga tamat kuliah. Alhamdulillah selama dipakai jarang rewel karena memang motor ini saya rawat dengan baik (Oli rutin diganti, Cuci rata-rata seminggu sekali, sesekali pasang asesoris), hmm kalo saya ingat ingat memang pernah beberapa kali mogok itu juga karena keabisan bensin karena uang di dompet lagi kosong 😀 .

Tanpa terasa sudah tiba di semester 4,  libur semester genap tahun 2002 pun tiba, nah libur semester genap kala itu cukup lama kira-kira sekitar 3 bulan dari Agustus hingga ke Otober, di tengah kawan-kawan lain sibuk berfikir untuk pulang kampung atau bertamasya saya malah berfikir lain, bagaimana caranya dengan tempo waktu 3 bulan tersebut agar saya dapat memiliki komputer sendiri agar membantu aktifitas perkuliahan mengingat biasanya untuk mengerjakan tugas dan belajar saya sering minjam komputer teman atau nongrong di rental komputer.  Koran pun menjadi alternatif utama untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan info-info lowongan kerja partime diseputaran Bandar Lampung, matapun selanjutnya tertuju pada kolom koran informasi lowongan perusahaan GAS, dengan informasi yang tidak begitu jelas mereka mencantumkan lowongan kerja parttime di perusahaan gas (PT. Budaya Agung Lestari Indonesia kalo tidak salah namanya bergerak di konsultan Gas),  Engkol motor kesayangan lalu bergegas saya pun membawa berkas lamaran beserta biodata menuju Kaliawi (Alamat Kantor Tsb) siapa tau ada jodoh mendapatkan penghasilan tambahan  untuk membeli komputer.

Setiba disana setelah wawancara singkat mereka memutuskan untuk menerima saya sebagai karyawan baru tanpa memberikan gambaran pekerjaan yang jelas, sempat bingung tapi sudahlah yang penting sudah diterima dan saya diminta untuk datang ke kantor tepat waktu pukul 07.00 teng. Malam harinya saya pun tidak sabar sudah membayangkan sudah mulai masuk kerja untuk kali pertama, tepat pukul 06.30 sudah bertolak dari kediaman menuju ke kantor dan tiba tepat waktu pukul 07.00 . Motor pun saya parkir di kantor, lalu ada 2 orang mentor yang menghampiri saya dan mengkalim bahwa saya adalah salah satu dari member mereka dan siap untuk memulai bekerja, setelah briefing mentor mentor utama selesai (karyawan baru nunggu diluar) akhirnya saya diajak oleh kedua mentor saya tadi untuk mulai bekerja, hmmm saya bingung kok diajak naek angkot menuju ke arah WayHalim.  Itss ok lah saya jambanin sembari menahan rasa penasaran gimana sih bentuk kerjanya, tak lama waktu berselang kami pun tiba di daerah WayHalim (Perumahan Padat di BDL) kami bertiga mulai berjalan menyusuri area Wayhalim, saya pun memberanikan diri untuk bertanya kok “kita kerja jalan masuk ke Perumahan yah ??”, mentor menjawab “Tenang saja kamu Ikuti bagaimana kami bekerja” , ok saya pun lalu tidak banyak komentar lagi sembari mengikuti setiap gerak kerik mentor, tibalah kami di sebuah rumah yang cukup besar, dengan ligatnya salah satu mentor (lupa namanya) memencet bel berulang kali kemudian tuan ruman (ibu-ibu) keluar dari rumah, dengan gaya yang meyakinkan mentor membawa sebuah berkas bertulis Partner Pertamina dan menginformasikan kepada Ibu tersebut bahwa perlu diadakan perawatan rutin terhadap Kompor Gas dan Perangkat pendukung lainnya atas alasan keamanan,  mungkin karena berfikir kami adalah partner pertamina (ditunjukkan dengan surat2 tadi) lantas ibu tersebut mengizinkan kami untuk memeriksa kondisi kompor gas berikut selang dan tabung gas, kembali lagi dengan gaya meyakinkan mentor menjelaskan bahwa selang gas si Ibu tadi tidak standar dan mengancam jiwa apabila masih tetap digunakan, khawatir apabila terjadi apa-apa Ibu tadi memutuskan untuk mengganti selang gas dan mentor dengan sigap mengeluarkan selang baru dari tasnya, setelah proses instalasi selesai kami pun meninggalkan rumah tersebut dan meninggalkan semacam kartu kontrol pengecekan secara rutin.

Nah dari sini barulah saya tersadar bahwasanya perkerjaan yang saya lakukan adalah menjadi sales penjualan barang-barang berkaitan dengan kompor gas,  sempet mesem-mesem sendiri waduh kok Calon Sarjana kerjaan nya begini yahh…. hehehehe.. 😀 , tapi never mind walau bagaimanapun proses ini harus tetap saya lewati.

Continue reading “Tunggangan pertama yang bersejarah, Kisah Gas ,Lohan dan Antena Yagi”