Anak bayi itu lucu ??

Diusianya yang hampir menginjak 12 bulan, ananda Ahmad Rasya Algifarda tumbuh semakin aktif,  ia telah mulai memahami rutinitas dan membedakan mana hal-hal yang menurutnya biasa  dan mana yang tidak,  tubuhnya pun kini sudah mulai terlihat padat berisi atas asupan bubur Tim beras merah yang disiapkan bundanya setiap hari. Mengamati tingkah laku, gerak gerik, serta mimik mukanya sungguh membuat saya takjub, sebagai salah satu tanda kebesaran Alloh akan kuasanya menjadikan manusia senantiasa belajar mulai dari bayi hingga akhir hayat.

Diusianya saat ini, dia dibekali berbagai permainan edukatif untuk meningkatkan kepandaiannya, tanda kemandirian pada dirinya sudah mulai tampak seperti duduk dengan sendirinya, mulai berdiri dan merayap berpegangan pada meja/kursi/teralis sendiri, asik mengksplorasi barang-barang baru dan mempelajari bagaimana memainkannya, tertarik sangat dengan pernak pernik gadget, dll sb.

Dari sisi perkembangan emosional sudah terlihat jelas respon emosi atas kondisi lingkungan. Luapan rasa gembira (diwujudkan dalam bentuk tertawa), Luapan rasa marah (diwujudkan dalam bentuk ngambek), Luapan sedih (diwujudkan dalam muka diam seribu bahasa),  Luapan takut (diwujudkan dalam bentuk menangis).

Mainan favouritnya saat ini adalah bermain “CILUK BAA”, kalau sudah dengar kata-kata cilukba sembari membuka tutup tangan, atau tiba tiba muncul dari balik horden kamar  si doi terlihat tertawa sumringah hingga cekikikan, entah apa penyebabnya saya juga kurang tau, yang pasti tidak hanya dengan kedua orang tuanya, berlaku juga untuk semua orang yang melakukan CILUK BAA kepadanya maka diapun akan senyum dan tertawa riang.

Nah dibawah video yang saya ambil beberapa hari lalu ketika bercengkrama dengan si Doi, ketawa sampe jumpalitan terguling guling 😀 cuma karena saya muterin bantal nya dan menimpakan bantal tersebut ke tubuhnya.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=Nvf3g-LVCkY]

So kesimpulannya Bayi adalah mahluk tuhan yang sama sekali tidak lucu,  tapi sangat sangat sangat  lucu sekali , bagaimana dengan anda ???

Sea Games XXVI : Perolehan Akhir Medali, Indonesia Menjadi Juara Umum

Jakarta – Indonesia resmi menjadi Juara Umum Sea Games XXVI tahun 2011 di Jakarta – Palembang, setelah sukses mendulang 182 emas, 151 perak, dan 143 perunggu dengan total perolehan 476 medali. Sedangkan di posisi kedua ditempati Thailand dengan 109 emas, 100 perak, dan 120 perunggu dengan total perolehan 329 medali. Berikut perolehan akhir medali pada Sea Games XXVI tahun ini :

Perolehan Akhir Medali Sea Games XXVI 2011, Jakarta – Palembang


Kamus Glossary kata dan istilah kumoring

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/ ( Minggu, 23 Oktober 2007)

SEJARAH SUKU KOMERING DAN ADAT ISTIADATNYA

Komering merupakan salah satu suku atau wilayah budaya di Sumatra Selatan, yang berada di sepanjang aliran Sungai Komering. Seperti halnya suku-suku di Sumatra Selatan, karakter suku ini adalah penjelajah sehingga penyebaran suku ini cukup luas hingga ke Lampung.

Suku Komering terbagi beberapa marga, di antaranya marga Paku Sengkunyit, marga Sosoh Buay Rayap, marga Buay Pemuka Peliyung, marga Buay Madang, dan marga Semendawai. Wilayah budaya Komering merupakan wilayah yang paling luas jika dibandingkan dengan wilayah budaya suku-suku lainnya di Sumatra Selatan. Selain itu, bila dilihat dari karakter masyarakatnya, suku Komering dikenal memiliki temperamen yang tinggi dan keras.

Berdasarkan cerita rakyat di masyarakat Komering, suku Komering dan suku Batak, Sumatra Utara, dikisahkan masih bersaudara. Kakak beradik yang datang dari negeri seberang. Setelah sampai di Sumatra, mereka berpisah. Sang kakak pergi ke selatan menjadi puyang suku Komering, dan sang adik ke utara menjadi puyang suku Batak.

Berdasarkan temuan dan analisa sejarah, Dusun Minanga Tuha, di daerah marga Semendawai Suku I, atau dusun keenam dari Dusun Gunung Jati diperkirakan merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya bagian awal. Sedangkan Palembang diyakini sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya bagian tengah, dan Jambi sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya bagian akhir. Kala itu, Minanga Tuha, sebagai kota pelabuhan, atau tempat berlangsungnya aktivitas bongkar dan muat barang serta bersandarnya kapal-kapal Sriwijaya maupun kapal-kapal asing yang memiliki baik hubungan dagang, politik, budaya, maupun religi dengan Sriwijaya.

Sejak abad pertengahan, suku Komering, sama halnya dengan rumpun Melayu lainnya, menerima Islam sebagai sebuah agama dan kepercayaan. Kedatangan Islam itu melahirkan mitos. Mitosnya mengenai seorang panglima dari bala tentara Fatahilah, Banten, bernama Tandipulau, yang menjadi tamu di daerah marga Semendawai Suku III. Ia datang menggunakan perahu menelusuri Sungai Komering. Tandipulau berlabuh dan menetap di daerah marga Semendawai Suku III, tepatnya di Dusun Kuripan. Keturunan Tandipulau membuka permukiman baru di seberang sungai atau seberang dusun Kuripan, yang disebut Dusun Gunung Jati. Selanjutnya, marga Semendawai disebut keturunan Tandipulau dari Dusun Kuripan.

Tandipulau dalam bahasa Komering berarti ‘tuan di pulau’. Makamnya, yang terletak di Dusun Kuripan, hingga kini masih terpelihara. Masyarakat Komering, khususnya marga Semendawai, sering berziarah kubur ke makam tersebut.

Rumah tradisi Komering
Salah satu tanda kebudayaan Komering dari masa lalu, yang hingga kini tetap terjaga adalah rumah. Pada masyarakat Komering, khususnya marga Semendawai, memiliki atau mengenal dua jenis rumah tempat tinggal yang bersifat tradisional, yakni rumah ulu dan rumah gudang.

Berdasarkan struktur bangunan, antara rumah ulu dan rumah gudang pada prinsipnya sama, tapi pembangunan rumah gudang umumnya cenderung mengalami beberapa modifikasi, dan tidak patuh lagi seperti rumah-rumah ulu, terutama untuk arah hadap seperti hulu (utara), liba(selatan), darak (barat), dan laok (timur). Perbedaan lainnya, pada rumah gudang, selalu dibuat atau ada ventilasi yang posisinya tepat berada di atas setiap pintu dan jendela, sedangkan pada rumah ulu tidak mengenal ventilasi udara.

Baik rumah gudang maupun rumah ulu merupakan jenis rumah panggung atau rumah yang memiliki tiang penyangga. Bahan utama pembuatan rumah gudang dan ulu adalah kayu atau papan.

Lantaran rumah gudang Komering lebih muda jika dibandingkan dengan rumah ulu, rumah ini sudah mengenal dan menerapkan kombinasi antara bahan kayu dan paku, kaca, cat, porselen atau marmer, genteng, dan semen. Misalnya banyak tangga atau disebut ijan mukak rumah gudang yang terbuat dari semen berlapis keramik, atau daun pintu dan jendelanya sudah dikombinasikan dengan kaca. Bahkan, kecenderungan akhir-akhir ini, rumah gudang sudah menggunakan tiang penyangga teknik cor beton dan atau batu bata, yang sebelumnya dari gelondong. Dan, di antara tiang rumah umumnya sudah pula diberi dinding semi permanen atau permanen, kemudian dijadikan tempat tinggal atau lambahan bah (rumah bawah). Mengingat bahan kayu yang saat ini semakin langka dan mahal, tampaknya masyarakat Komering lebih banyak memilih atau membangun jenis rumah gudang.

Rumah ulu sepenuhnya menggunakan bahan kayu atau papan. Tiang penyangga menggunakan gelondongan, lalu tangga, dinding, pintu, dan jendela menggunakan papan. Atap rumah dibuat dari daun enau dengan teknik rangkai-tumpuk. Tapi mengingat daya tahan dan gampang terbakar, sekarang atap daun enau ini diganti atap genteng.

Sambungan kayu pada rumah ulu tidak menggunakan paku, tetapi menggunakan pasak kayu atau bambu, termasuk untuk engsel pintu, dan jendelanya juga masih menggunakan teknik engsel pasak. Mengingat bahan kayu yang saat ini mahal dan langka, sejak tiga dasawarsa terakhir, masyarakat Komering mulai jarang membangun rumah ulu.

Berdasarkan struktur bangunannya, rumah ulu terbagi atas tiga bagian, yakni bagian depan (garang), rumah bagian tengah atau utama (ambin, haluan, dan kakudan) serta rumah bagian belakang (pawon). Bagi masyarakat Komering, rumah tengah atau utama bersifat sakral, sedangkan garang atau pawon bersifat profan sehingga pada pintu depan (rawang balak) dari garang ke haluan, dan juga pada pintu belakang (rawang pawon) dari kakudan ke pawon, konstruksi kusen pintunya dibuat tinggi atau ada langkahan (ngalangkah). Rumah tengah atau utama dibagi menjadi tiga ruang, yaitu ambin atau kamar tidur, haluan, dan kakudan.

Berdasarkan struktur lantai pada rumah ulu, dapat diketahui setiapruang memiliki hierarkis yang ditandai peninggian atau merendahkan lantai ruangannya.

Ambin memiliki kedudukan yang tertingggi (dunia atas), selanjutnya haluan dan kakudan (dunia tengah) serta garang dan pawon (dunia bawah). Untuk lantai haluan sama tinggi dengan lantai kakudan , dan di antara keduanya tidak terdapat dinding.

Berdasarkan hierarki rumah ulu, haluan memiliki tingkatan yang sama dengan kakudan, namun keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Haluan (perempuan) dan kakudan (laki-laki). Sebagai penanda bahwa adanya perbedaan fungsi antara haluan dan kakudanp>, di antara lantai haluan dan kakudan diberi kayu balok panjang yang posisinya melintang, dan di atasnya ada sangai (tiang), sebagai perantara haluan dengan kakudan.

Sedangkan untuk lantai garang dan pawon (dunia bawah) posisinya paling rendah baik dari lantai ambin, haluan, maupun kakudan. Haluan posisinya berada di tengah-tengah rumah ulu, diapit dari arah sebelah laok-darak (barat-timur) dan hulu-liba/hilir (utara-selatan), yakni oleh ambin-kakudan dan garang-pawon.

Ambin (kamar tidur) memiliki kedudukan tertinggi dan suci, sejalan dengan pandangan masyarakat Komering bahwa keluarga harus dijunjung tinggi kesucian dan kehormatannya. Karenanya, dalam struktur rumah ulu, posisi ambin di sebelah laok (barat=arah salat/kiblat).
Continue reading “Kamus Glossary kata dan istilah kumoring”

Daftar Lengkap Perolehan Medali SEA Games XXVI hingga 21 November 201

Daftar Perolehan Medali Sea Games XXVI. Indonesia Terbanyak Medali Emas. Perolehan Medali Emas Indonesia. Update Perolehan Medali Sea Games 2011. Indonesia masih unggul di puncak klasemen sementra sea games xxvi 2011 hingga tanggal 21 November 2011. Dari awal dimulainya sea games xxvi sampai sekarang Indonesia tetap berada di puncak klasemen dengan perolehan medali emas terbanyak.

No. Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total Medali
1 Indonesia 154 130 116 40
2 Thailand 95 83 105 283
3 Vietnam 87 85 91 263
4 Malaysia 52 45 70 167
5 Singapura 41 43 71 155
6 Filipina 27 47 69 143
7 Myanmar 11 23 26 62
8 Laos 9 7 35 51
9 Kamboja 4 11 20 35
10 Timor Leste 1 1 5 7
11 Brunei 0 3 7 10

How to Choose the Best Corporate Housing Provider

One of the best types of accommodation to consider when you’re traveling for an extended period of time is corporate housing. Are you looking to choose one that is the right fit for you? If so, it’s best to work through an agency. And of course, to do that, you’ll have to find the right agency in the first place. With that said, here are five tips for finding the best corporate housing provider for you:

1. Professionalism is everything

You’re going to be paying a lot of money and spending a lot of time in the house you’re renting. For that reason, it’s important to look for a reputable housing provider who’s willing to listen to your demands. Many housing providers are just looking to make the ends meet, so they will just push you to accept a deal that’s more beneficial for them. These are the types of agencies that you should avoid, as you won’t be able to get the best deal with their help. You want to make sure that the agency that you’re working with has your best interests at heart, as that will be the first step to finding a house that works the best for you.

2. Have a wide price range and options to choose from

You want to make sure that you have a list of options for you to choose from, as it’s always nice to be able to make the final decision by yourself. Even if you give them a fixed budget, a good corporate housing provider will offer you choices that go slightly above and below that price point, reviewing the places for you so that you have a better understanding of the rental property.

3. Compromising is key

When it comes to negotiating the price and the deals, the most important thing you have to remember is that they should cater to you as much as you are willing to work with them. You’re the one who’s going to be paying for the rental property after all, so there’s no reason as to why you should be held down to a disadvantageous deal. The housing agency should be willing to accommodate to your needs, so be sure to ask them to meet you in the middle if possible.

4. Work with an agency that knows everything about the local area

You’ll be spending a lot of time at the corporate house, so you want to work with an agency that knows the local area like the back of their hands. Are there parks nearby? What is the culture like? When do people go out to drink? What time are the shops close? Are there bars in the area where you can go out and have a drink?

These are the questions that you should ask your housing provider so that you have a better understanding of the neighborhood. Corporate housing deals are usually long-term rentals, which is why it’s so important that you work with an agency that knows everything there is to know about the local areas. It will ensure that they can help you pick the best property for your preferences and intended purposes. Find out the best corporate housing rentals in austin.

5. Don’t sign anything until you’re certain about everything

If you’re still not completely sold on anything about the rental deal, do not sign a contract agreement. You need to make sure that you have the answer to every question you may have, as that will affect your quality of life during the time in that rental property. Some agencies will push you to finalize the deal as soon as possible so that they can move on to the next client.

This is not the type of agency you want to deal with, as they only care about the profits and not your happiness and well-being. One way to distinguish these agencies from a good one is to ask them a lot of questions. If the agent starts to show signs of frustration and avoidance of your questions, you may want to work with another agency that’s more willing to do so.

Akreditasi BAN PT – Persiapan Evaluasi Program Studi Teknik Elektro Universitas Lampung

Pagi ini saya akan posting terkait dengan BAN, ban disini tidak ada hubungannya dengan ban luar, ban dalem, maupun ban serep :-D. BAN disini merupakan sebuah Lembaga khusus yang pekerjaannya adalah melakukan evaluasi terhadap perguruan Tinggi.

Dimulai dengan sejarah, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sendiri dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1994 dengan tugas melakukan akreditasi terhadap perguruan tinggi. Pada awal pembentukannya BAN-PT telah memutuskan untuk melakukan terlebih dahulu akreditasi program studi, dengan alasan bahwa program studilah yang menentukan mutu hasil pendidikan dan kenyataan bahwa tingkat mutu program studi beragam.

Sejak dibentuk pada tahun 1994 sampai akhir tahun 2008, BAN-PT telah berhasil melakukan akreditasi terhadap 9288 program studi dari perguruan tinggi negeri, swasta, keagamaan, dan kedinasan, yang meliputi program diploma (1503 program studi), sarjana (6977 program studi), magister (749 program studi) dan doktor (59 program studi). Dalam dua tahun terakhir telah pula dilakukan akreditasi terhadap 80 institusi perguruan tinggi negeri dan swasta.

Mengingat Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, PP RI Nomor 19 tahun 2005 dan peraturan perundang-undangan lainnya serta kecenderungan perkembangan kebijakan tentang pendidikan tinggi yang menekankan pada mutu dan akuntabilitas publik institusi perguruan tinggi dan program studi maka diperlukan akreditasi program studi sarjana.  Instrumen akreditasi tahun 2008 ini telah disusun dengan mempertimbangkan perkembangan aspek legal peraturan perundang-undangan dan tuntutan praktek-praktek proses akreditasi terbaik yang berlaku secara internasional (international best practices).
(saya kutip dari buku 1 Naskah Akademik BAN PT – 2008)

Program Studi Sarjana.
Akreditasi program studi sarjana adalah proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen program studi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan program tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program akademiknya. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi program studi dilakukan oleh tim asesor yang terdiri atas pakar sejawat dan/atau pakar yang memahami penyelenggaraan program akademik program studi. Keputusan mengenai mutu didasarkan pada evaluasi dan penilaian terhadap berbagai bukti yang terkait dengan standar yang ditetapkan dan berdasarkan nalar dan pertimbangan para pakar sejawat. Bukti-bukti yang diperlukan termasuk laporan tertulis yang disiapkan oleh program studi yang diakreditasi, diverifikasi dan divalidasi melalui kunjungan atau asesmen lapangan tim asesor ke lokasi program studi.

BAN-PT adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu program studi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tujuan dan manfaat akreditasi program studi adalah sebagai berikut.

  1. Memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT dengan merujuk pada standar nasional pendidikan yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan itu.
  2. Mendorong program studi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi
  3. Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi yang lain.

Mutu program studi merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak, atau layanan/kinerja program studi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan itu.

Standar akreditasi adalah tolok ukur yang harus dipenuhi oleh  program studi sarjana. Standar akreditasi terdiri atas beberapa parameter (indikator kunci) yang dapat digunakan sebagai dasar (1) penyajian data dan informasi mengenai kinerja, keadaan dan perangkat kependidikan  program studi sarjana, yang dituangkan dalam instrumen akreditasi; (2) evaluasi dan penilaian mutu kinerja, keadaan dan perangkat kependidikan  program studi sarjana, (3) penetapan kelayakan  program studi sarjana untuk menyelenggarakan program-programnya; dan (4) perumusan rekomendasi perbaikan dan pembinaan mutu  program studi sarjana.
Standar akreditasi  program studi sarjana mencakup standar tentang komitmen program studi sarjana terhadap kapasitas institusional (institutional capacity) dan komitmen terhadap efektivitas program pendidikan (educational effectiveness), yang dikemas dalam tujuh standar akreditasi, yaitu:

Standar 1.     Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian
Standar 2.     Tata pamong,  kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu
Standar 3.     Mahasiswa dan lulusan
Standar 4.     Sumber daya manusia
Standar 5.     Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik
Standar 6.     Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi
Standar 7.     Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama
Continue reading “Akreditasi BAN PT – Persiapan Evaluasi Program Studi Teknik Elektro Universitas Lampung”

Tunggangan pertama yang bersejarah, Kisah Gas ,Lohan dan Antena Yagi

Pagi ini sebelum memulai aktifitas , mencoba bernostalgia dahulu mengenang masa lalu, terlintas untuk menulis berkenaan dengan alat transportasi yang pertama kali saya gunakan ketika kuliah S1 dulu. Honda GL Max besutan tahun 1995 seperti tampak pada gambar di samping kiri, adalah kendaraan bermotor pertama yang saya miliki,  motor ini dibelikan oleh orang tua saya tepat di awal semester 3,  kala itu sebetulnya saya tidak membutuhkan motor karena sejak semester 1 saya lebih memilih untuk berjalan kaki dari rumah tinggal (rumah paman di Perum Polri Hajimena)  menuju ke kampus Unila, biasanya setiap pagi saya berjalan kaki menuju kampus dengan rute, BlokC–BlokB–BlokD–BLOKE–PuspaSari–JalanRaya Bypass–Damri–Perguruan–Alkautsar–Terakhir masuk lewat kampus belakang Unila, jarak tempuh perjalanan tidak terlalu jauh, kira-kira berjarak 4 KM, entah berapa banyak sepatu kets yang rusak karena melewati jalan aspal berkerikil tajam,  rute yang sama pun saya lalui menuju ke tempat kediaman, biasanya saya memilih pulang dekat-dekat magrib guna menghindari cuaca  terik. Berjalan seiring waktu masuk semester 3 dimana jadwal kuliah dan praktikum lagi padat-padatnya, juga aktif di wadah Himpunan, akhirnya orang tua tersayang memutuskan membeli kendaraan roda dua demi mendukung kelancaran operasional  aktifitas perkuliahan, mendengar kabar ini saya sangat gembira sekali, hingga susah tidur sembari membayangkan sangat terbantunya akan kehadiran kendaraan ini.

Kemudian dengan semangatnya sayapun mengumpulkan informasi terkait kendaraan bekas yang dijual baik di media koran, info teman, tetangga. Dengan pertimbangan budget serta hasil diskusi dengan kedua orang tua akhirnya saya memutuskan untuk membeli motor milik saudara tetangga saya yakni Honda GL Max tahun 1995,  saya pilih motor second ini karena mesin masih dalam kondisi prima, penampakan juga ok, motor kopling, tanpa fikir panjang saya pun membayar motor ini dengan harga 6,5 juta, transaksi dilakukan pada malam hari melibatkan paman sebagai saksi, malam itu pula merupakan malam pertama paling bersejarah dalam hidup saya akhirnya dapat menunggangi motor sendiri, saya pun berjanji dalam hati akan menjaga dan merawat amanah ini dengan sebaik-baiknya.   Singkat cerita motor inilah yang menemani setiap langkah dan gerak semenjak semester 3 hingga tamat kuliah. Alhamdulillah selama dipakai jarang rewel karena memang motor ini saya rawat dengan baik (Oli rutin diganti, Cuci rata-rata seminggu sekali, sesekali pasang asesoris), hmm kalo saya ingat ingat memang pernah beberapa kali mogok itu juga karena keabisan bensin karena uang di dompet lagi kosong 😀 .

Tanpa terasa sudah tiba di semester 4,  libur semester genap tahun 2002 pun tiba, nah libur semester genap kala itu cukup lama kira-kira sekitar 3 bulan dari Agustus hingga ke Otober, di tengah kawan-kawan lain sibuk berfikir untuk pulang kampung atau bertamasya saya malah berfikir lain, bagaimana caranya dengan tempo waktu 3 bulan tersebut agar saya dapat memiliki komputer sendiri agar membantu aktifitas perkuliahan mengingat biasanya untuk mengerjakan tugas dan belajar saya sering minjam komputer teman atau nongrong di rental komputer.  Koran pun menjadi alternatif utama untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan info-info lowongan kerja partime diseputaran Bandar Lampung, matapun selanjutnya tertuju pada kolom koran informasi lowongan perusahaan GAS, dengan informasi yang tidak begitu jelas mereka mencantumkan lowongan kerja parttime di perusahaan gas (PT. Budaya Agung Lestari Indonesia kalo tidak salah namanya bergerak di konsultan Gas),  Engkol motor kesayangan lalu bergegas saya pun membawa berkas lamaran beserta biodata menuju Kaliawi (Alamat Kantor Tsb) siapa tau ada jodoh mendapatkan penghasilan tambahan  untuk membeli komputer.

Setiba disana setelah wawancara singkat mereka memutuskan untuk menerima saya sebagai karyawan baru tanpa memberikan gambaran pekerjaan yang jelas, sempat bingung tapi sudahlah yang penting sudah diterima dan saya diminta untuk datang ke kantor tepat waktu pukul 07.00 teng. Malam harinya saya pun tidak sabar sudah membayangkan sudah mulai masuk kerja untuk kali pertama, tepat pukul 06.30 sudah bertolak dari kediaman menuju ke kantor dan tiba tepat waktu pukul 07.00 . Motor pun saya parkir di kantor, lalu ada 2 orang mentor yang menghampiri saya dan mengkalim bahwa saya adalah salah satu dari member mereka dan siap untuk memulai bekerja, setelah briefing mentor mentor utama selesai (karyawan baru nunggu diluar) akhirnya saya diajak oleh kedua mentor saya tadi untuk mulai bekerja, hmmm saya bingung kok diajak naek angkot menuju ke arah WayHalim.  Itss ok lah saya jambanin sembari menahan rasa penasaran gimana sih bentuk kerjanya, tak lama waktu berselang kami pun tiba di daerah WayHalim (Perumahan Padat di BDL) kami bertiga mulai berjalan menyusuri area Wayhalim, saya pun memberanikan diri untuk bertanya kok “kita kerja jalan masuk ke Perumahan yah ??”, mentor menjawab “Tenang saja kamu Ikuti bagaimana kami bekerja” , ok saya pun lalu tidak banyak komentar lagi sembari mengikuti setiap gerak kerik mentor, tibalah kami di sebuah rumah yang cukup besar, dengan ligatnya salah satu mentor (lupa namanya) memencet bel berulang kali kemudian tuan ruman (ibu-ibu) keluar dari rumah, dengan gaya yang meyakinkan mentor membawa sebuah berkas bertulis Partner Pertamina dan menginformasikan kepada Ibu tersebut bahwa perlu diadakan perawatan rutin terhadap Kompor Gas dan Perangkat pendukung lainnya atas alasan keamanan,  mungkin karena berfikir kami adalah partner pertamina (ditunjukkan dengan surat2 tadi) lantas ibu tersebut mengizinkan kami untuk memeriksa kondisi kompor gas berikut selang dan tabung gas, kembali lagi dengan gaya meyakinkan mentor menjelaskan bahwa selang gas si Ibu tadi tidak standar dan mengancam jiwa apabila masih tetap digunakan, khawatir apabila terjadi apa-apa Ibu tadi memutuskan untuk mengganti selang gas dan mentor dengan sigap mengeluarkan selang baru dari tasnya, setelah proses instalasi selesai kami pun meninggalkan rumah tersebut dan meninggalkan semacam kartu kontrol pengecekan secara rutin.

Nah dari sini barulah saya tersadar bahwasanya perkerjaan yang saya lakukan adalah menjadi sales penjualan barang-barang berkaitan dengan kompor gas,  sempet mesem-mesem sendiri waduh kok Calon Sarjana kerjaan nya begini yahh…. hehehehe.. 😀 , tapi never mind walau bagaimanapun proses ini harus tetap saya lewati.

Continue reading “Tunggangan pertama yang bersejarah, Kisah Gas ,Lohan dan Antena Yagi”

Perolehan Medali Sea Games XXVI (updated 16/11/2011)

Dihari ke-6 perhelatan Sea Games XXVI 2011, posisi Indonesia masih unggul 78 emas, 60 perak, dan 60 perunggu atas Thailand yang mengumpulkan 48 emas, 35 perak, dan 57 perunggu. Semoga Indonesia bisa mencapai prestasi sebagai juara umum yang ke-10 kali dalam sejarah Sea Games berlangsung. Terakhir Indonesia juara umum pada SEA Games XIX 1997, Jakarta, Indonesia. Berikut perolehan medali Sea Games XXVI versi updated 16 November 2011, Jam 01.30 dini hari).

Sore menjelang Magrib – Clocks By Cold Play

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=XbI1FpLd4Vk]

The lights go out and I can’t be saved
Tides that I tried to swim against
Have brought me down upon my knees
Oh I beg, I beg and plead singing

Come out of things unsaid
Shoot an apple off my head and a
Trouble that cant be named
A tiger’s waiting to be tamed singing

You are
You are

Confusion never stops
Closing walls and ticking clocks
Gonna come back and take you home
I could not stop that you now know singing

Come out upon my seas,
Cursed missed opportunities
Am I a part of the cure
Or am I part of the disease, singing

You are, you are, you are
You are, you are, you are

And nothing else compares
And nothing else compares
And nothing else compares

You are
You are

Home, home where I wanted to go
Home, home where I wanted to go
Home, home where I wanted to go
Home, home where I wanted to go