Diusianya yang hampir menginjak 12 bulan, ananda Ahmad Rasya Algifarda tumbuh semakin aktif, ia telah mulai memahami rutinitas dan membedakan mana hal-hal yang menurutnya biasa dan mana yang tidak, tubuhnya pun kini sudah mulai terlihat padat berisi atas asupan bubur Tim beras merah yang disiapkan bundanya setiap hari. Mengamati tingkah laku, gerak gerik, serta mimik mukanya sungguh membuat saya takjub, sebagai salah satu tanda kebesaran Alloh akan kuasanya menjadikan manusia senantiasa belajar mulai dari bayi hingga akhir hayat.
Diusianya saat ini, dia dibekali berbagai permainan edukatif untuk meningkatkan kepandaiannya, tanda kemandirian pada dirinya sudah mulai tampak seperti duduk dengan sendirinya, mulai berdiri dan merayap berpegangan pada meja/kursi/teralis sendiri, asik mengksplorasi barang-barang baru dan mempelajari bagaimana memainkannya, tertarik sangat dengan pernak pernik gadget, dll sb.
Dari sisi perkembangan emosional sudah terlihat jelas respon emosi atas kondisi lingkungan. Luapan rasa gembira (diwujudkan dalam bentuk tertawa), Luapan rasa marah (diwujudkan dalam bentuk ngambek), Luapan sedih (diwujudkan dalam muka diam seribu bahasa), Luapan takut (diwujudkan dalam bentuk menangis).
Mainan favouritnya saat ini adalah bermain “CILUK BAA”, kalau sudah dengar kata-kata cilukba sembari membuka tutup tangan, atau tiba tiba muncul dari balik horden kamar si doi terlihat tertawa sumringah hingga cekikikan, entah apa penyebabnya saya juga kurang tau, yang pasti tidak hanya dengan kedua orang tuanya, berlaku juga untuk semua orang yang melakukan CILUK BAA kepadanya maka diapun akan senyum dan tertawa riang.
Nah dibawah video yang saya ambil beberapa hari lalu ketika bercengkrama dengan si Doi, ketawa sampe jumpalitan terguling guling 😀 cuma karena saya muterin bantal nya dan menimpakan bantal tersebut ke tubuhnya.
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=Nvf3g-LVCkY]
So kesimpulannya Bayi adalah mahluk tuhan yang sama sekali tidak lucu, tapi sangat sangat sangat lucu sekali , bagaimana dengan anda ???