Sebagaimana kita ketahui buah-buahan merupakan sumber nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, kandungan serat dan gizi pada buah sangatlah baik untuk proses metabolisme tubuh, di Lampung saya membiasakan untuk mengkonsumsi buah setiap harinya seperti pisang, apel, jeruk, lengkeng, dll, nah selama saya hidup merantau di Jakarta dalam rangka studi lanjut, konsumsi buah agak sedikit berkurang disebabkan kesibukan kegiatan perkuliahan, beruntung di jalan dari arah Kosan di Salemba menuju Kampus ada pedagang buah yang menjajakan dagangannya setiap pagi hingga larut malam, di lapak/gerobak pedagang tersebut tersedia beraneka ragam buah-buahan, mulai dari mangga, jeruk, pisang, pepaya, dsb, tinggal pilih sesuai selera, nah khusus untuk saya, saya pilih pepaya dengan pertimbangan simple untuk dikonsumsi karena buah tersebut sudah dipotong potong dan diwadahi plastik untuk satu kali makan, dan juga dengan harga relatif terjangkau, cukup merogoh kocek sebanyak Rp 1.500 saja (Murah Bukan), hampir setiap hari saya menjadi langganan si Bapak membeli buah pepaya, entah saya beli dipagi hari atau malam hari sepulang kuliah.
Ulasan informasi terkait kandungan gizi dan manfaat mengkonsumsi pepaya dapat dibaca pada dibawah,
Menurut VN Villegas dalam tulisannya yang dimuat Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang Dapat Dimakan, sekitar 60 persen buah pepaya yang masak dapat dimakan. Setiap 100 gram pepaya rata-rata mengandung 86,6 gram air, 0,5 gram protein, 0,3 gram lemak, 12,1 gram karbohidrat, 0,7 gram serat, 0,5 gram abu, 34 mg kalsium, 11 mg fosfor, 1 mg besi, 3 mg kalium, 450 mg vitamin A, 74 mg vitamin C, 0,03 mg tiamina, 0,5 mg niasina, dan 0,04 mg riboflavin. Nilai energinya 200 kJ/100 gram serta kandungan gula utamanya adalah sukrosa (48,3 persen), glukosa (29,8 persen), dan fruktosa (21,9 persen)
Continue reading “Pepaya di tengah kota metropolitan”







