Rektor Terpilih Universitas Lampung (Unila) periode 2011-2015

Selesai sudah perjalanan panjang prosesi pemilihan Rektor Unila untuk periode 2011-2015,  dengan usulan 3 orang  calon rektor yang lolos pada tahap verifikasi dan kompetisi dibawah ini,

  • Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S.
  • Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S.
  • Dr. Ir. Paul Benyamin Timotiwu,M.S.

Untuk tahun ini proses penetapan seorang rektor Universitas Lampung mengalami perbedaan dibandingkan pada proses ditahun-tahun sebelumnya yakni adanya peran dari Menteri Pendidikan Nasional sebesar 35 persen hak suara, sementara 65 persen dimiliki oleh anggota Senat Unila. Setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya ditetapkan rektor terpilih adalah Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. , seperti kita ketahui bahwa Sugeng P Harianto adalah peserta incumbent yang menjabat sebagai rektor pada periode sebelumnya.

Bagi saya pribadi siapapun rektor terpilih tidak ada masalah selama dalam proses kepemimpinannya bisa membawa perubahan kemajuan signifikan kearah yang lebih baik.  semoga beliau diberikan kekuatan dalam menjaga amanah dan menjalankan program kerja untuk Universitas Lampung yang lebih baik, Aminn.

Open Content Pembelajaran E-Goverment – Dari United Nation

Hasil Perkuliahan tadi malam untuk mata kuliah E-Goverment (By Bpk Yudho)  didapat open access modul pembelajaran yang disediakan oleh United Nation (lebih kita kenal dengan PBB) area Asia Pacifik.  Modul ini bisa diperoleh secara cuma-cuma pada alamat berikut http://www.unapcict.org/academy/academy-modules/bahasa-indonesia

“About Us “ Saya kutip dari Official Sitenya;

APCICT was inaugurated on 16 June 2006 as a regional institute of the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP), and is located in Incheon, Republic of Korea. The Centre’s mission is to strengthen the efforts of the member countries of ESCAP to use ICT in their socio-economic development through human and institutional capacity building. To meet this objective, APCICT’s work is focused on three inter-related pillars – Training, Research and Advisory Services. Together they form an integrated approach to ICT human capacity building.

Ternyata APCICT ini adalah termasuk organisasi belia berdiri tahun 2006 dengan misi besarnya adalah Training, Research, Dan Advisory Dibidang ICT khususon untuk area Asia Pacifik, bagi masyarakat yang tertarik dengan perkembangan Teknologi Informasi terkait dengan pembangunan, Organisasi ini bisa juga dijadikan sebagai salah satu sumber referensi informasi.

Kembali kepada judul posting blog saya diatas, lembaga ini juga berupaya memasyarakatkan pemahaman tentang Kiprah ICT dalam Pembangunan melalui modul modul pembelajaran yang bisa diakses secara free dialamat berikut htttp://www.unapcict.org/academy/

Modul Pembelajaran tersedia dalam 4 bahasa yang bisa diakses pada alamat berikut;

English
Bahasa Indonesia
Russian
Vietnamese

Khusus untuk modul berbahasa indonesia modul ini diterjemahkan oleh pak Yudho dan Tim dengan pembagian chapter permodule adalah sebagai berikut.

Continue reading “Open Content Pembelajaran E-Goverment – Dari United Nation”

Submit Tugas Kelompok . Data Communication And Computer Network

Alhamdulillah jadi juga tugas perdana untuk kelas Computer Network & Data Communication ,   tugas ini disubmit via scele (Student Centered E-Learning Environtment) seusai pertemuan pertama berjalan hari selasa lalu,  deadline submit tugas online hingga  hari senin untunglah 2 hari berjalan tugas telah selesai, mengacu kepada spirit lebih cepat lebih baik.

Pada tugas ini kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan topik pembahasan yang pastinya akan berbeda-beda pula, dikelompok saya beranggotakan teman dari Diknas Pontianak dan dari LAPAN, hasil rembuk bareng maka diputuskan untuk mengambil topik pengamatan paket data dalam proses incoming e-mail dari enduser menuju ke mail server Universitas Indonesia, percobaan dilakukan pada lingkungan internal Jaringan Cable Local Area Network Area MTI. lebih jelasnya bisa dilihat dibawah.

Identifikasi paket incoming email  pada protokol IMAP (Internet Message Access Protocol) menggunakan wireshark di lingkungan Local Area Network MTI Universitas Indonesia

Gigih Forda Nama
Departemen Teknik Elektro Universitas Lampung
gigih@unila.ac.id
Ivan Andriyana
Dinas Pendidikan Kota Pontianak
ivan_mintadiping@yahoo.com
Fahmi Alusi
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Abstract — IMAP (Internet Message Access Protocol)  adalah protokol standar yang digunakan  untuk  mengakses/mengambil  serta memodifikasi e-mail   dari mail server.  IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail  yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan  e-mail  tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail  yang ada (RFC  3501),  ketika mail server menjalankan service IMAP,  secara default server akan membuka layanan request pada port 143. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai  identifikasi informasi paket pesan e-mail  dan proses enkapsulasi yang terjadi  pada saat  request   incoming dari laptop penulis menuju mail server Universitas Indonesia. Tools yang dipergunakan dalam tulisan ini adalah aplikasi packet sniffer Wireshark.

Keywords – Wireshark; TCP/IP; Protocol; IMAP;  Enkapsulasi

I.    PENDAHULUAN

Universitas Indonesia (UI) melalui Unit Kerja PPSI (Pengembangan Dan Pelayanan Sistem Informasi) telah sejak lama membuka layanan e-mail untuk seluruh civitas akademika UI, akses e-mail  dapat dinikmati dengan mengakses aplikasi webmail ataupun aplikasi third party reader (Outlook Express, Mozilla thunderbird, SmartPhone Mail Reader). Khusus untuk aplikasi third party pada end user menggunakan tipe protocol IMAP (Internet Message Access Protocol)   dan POP (Post Office Protocol). Pada tulisan ini telah dilakukan analisa terhadap paket data incoming email dengan tipe prokocol IMAP dari laptop penulis  menggunakan aplikasi Microsoft Outlook Express 2010 dan Wireshark versi 1.6.2.

II.    SETUP

Ujicoba dilakukan pada Laptop dengan spesifikasi Intel(R) Atom(TM) CPU N280 @1.66GHz, Memori Terpasang 1 GB, Ethernet Card 100Mbps, Sistem Operasi Window 7 32 Bit. Aplikasi Packet Sniffer yang digunakan adalah  Wireshark versi 1.6.2., lokasi pengambilan data dilakukan pada ruangan Diskusi MTI menggunakan media kabel yang terhubung pada jaringan Intranet JUITA (Jaringan UI Terpadu). Penulis memilih menggunakan media kabel karena pada saat ujicoba aplikasi wireshark untuk mentrap traffic pada interface Wireless secara default mengalami kegagalan, karena driver hardware wireless tidak terbaca pada aplikasi wireshark. Aplikasi Email reader yang digunakan adalah Microsoft Outlook Express 2010 bundling aplikasi Microsoft Office, dipilihnya aplikasi ini karena cukup user friendly serta mudah untuk digunakan.

Tahap pertama adalah inisialiasi akun e-mail  menggunakan Outlook Express menggunakan tipe IMAP untuk incoming e-mail   dengan akun sebagai berikut;

Protokol                 : IMAP
IMAP Server        : imap.ui.ac.id
IP IMAP Server    : 152.118.148.214
Keamanan Incoming    : TLS
Port                         : 143
User                        : gigih.forda@ui.ac.id
Password               : xxxxxx

Continue reading “Submit Tugas Kelompok . Data Communication And Computer Network”

Kuliah Perdana Kelas MTI Universitas Indonesia 2011

Senin kemarin adalah Kuliah Reguler Perdana  untuk kelas MTI-UI 2011, tepat dimulai pukul 14.00 WIB  untuk mata kuliah Proses manajemen Rekayasa Perangkat Lunak – 2011SA. pertemuan pertama dibawakan oleh Bpk. Alex Ferdinansyah, M.Kom, dan akan dilanjutkan oleh Bapak Dr. Eko K Budiardjo, mata kuliah ini difokuskan kepada business process dan Management  terhadap Perangkat lunak dengan Goal yang saya kutip dari Slide Beliau adalah “The Ultimate GOAL of Software Development is to deliver QUALITY products ON TIME and ON BUDGET which meet the customer’s REAL NEEDS”  , SE (Software Engineering) framework yang nantinya digunakan sesuai dengan silabus mata kuliah ini ada menggunakan Capability Maturity Model Integration (CMMI) ,  kuliah ini menjadi menarik karena pada saat pengerjaan Skripsi S1 saya dulu, Model Frame Work yang saya gunakan menggunaan COBIT (Control Objectives for Information and related Technology) dalam domain DS5 Ensure System Securiy pada system di Jurusan Teknik Elektro, sedang saya telususi lebih lanjut melalui penjelasan buku CMMI di perpustakaan.

Untuk semester ini paket SKS sudah ditetapkan oleh Management dengan  Mata Kuliah adalah sebagai berikut;

  • Proses & Manajemen Rekayasa Perangkat Lunak  (Alex Ferdinandsyah, M.Kom, Dr. Eko Budiardjo).
  • Jaringan Komputer & Komunikasi Data (Setiadi Yazid, Ph.D).
  • Teknologi Sistem Basis Data (Yova Ruldeviyani, M.Kom).
  • Perancangan Sistem Informasi (Dr. Petrus Mursanto, Bayu Tenoyo, M.Kom)

Kesemua mata kuliah ini sudah semua saya dapatkan di bangku S1 Teknik Elektro peminatan Teknik Komputer Dan Informatika, jadi hanya mengulang saja, Insya Alloh dan mudah-mudahan semua perkuliahan bisa berjalan dengan lancar agar selesai tepat waktu (syukur kalau lebih cepat selesai).

Pagi ini ngetem dulu deh di perpus, sambil nunggu kuliah.

Babak baru menjadi seorang mahasiswa

Libur panjang telah usai, banyak sudah goresan cerita mengisi waktu liburan panjang lebaran tahun ini, utamanya kami sekeluarga besar masih diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama di Lampung, raut kebahagiaan tampak  terpancar dari semua anggota keluarga karena bisa bercengkarama sejenak melepas penat dari rutinitas keseharian masing-masing. Papa, Mama, Kaka, Adik, Ombay berkumpul dalam suasana kebahagian Ied Mubarok. Alhamdulillah. semoga kehangatan ini akan tetap selalu terjaga.

Selepas liburan panjang ini, tepatnya tanggal 8 September nanti merupakan babak baru saya untuk melakoni peran baru bertransformasi dari seorang tenaga pendidik di Unila menjadi seorang mahasiswa di Universitas Indonesia. Insya Alloh Kuliah Perdana pada tanggal 8 September nanti dengan Pembicara Tamu Bpk. Sutanto Hartono (Presdir. PT. Microsoft Indonesia) , sekaligus juga pembekalan silabus perkuliahan . Mudah-mudahan diberikan kekuatan untuk menjalani lakon ini dengan sebaik-baiknya, amin allohumma amin.

Hari Terakhir Ramadhan 1432 menuju ke 1 Syawal

Hari ini adalah hari terakhir di ramadhan tahun 1432 H, sekaligus juga hari terakhir ibadah syaum romadhon, semoga kelas eksekutif selama 1 bulan penuh kemarin menjadi trigger untuk menjadikan “ramadhan ramadhan” berkelanjutan didalam dada kita.  amin allohumma amin, kami sekeluarga mengucapkan minal aidin walfaidzin mohon maaf atas segala kesalahan.


Insya Alloh juga 1 Syawal tepat pukul 06.15 WIB besok adalah peringatan mielading day. insya alloh lebih barokah.

Perjuangan Ananda Mulai mengenali dunia sekitar

Ananda sudah mulai antusias untuk mengeksplorasi dunia sekitar atau dalam bahasa gaulnya ngacak-ngacak. video ini diambil kemarin pada saat cuti bersama antara bapak dan anak. 🙂

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=LTNjvWY1bp0&w=640&h=390]

ketika kau tak sanggup melangkah
hilang arah dalam kesendirian
tiada mentari bagai malam yang kelam
tiada tempat untuk berlabuh
bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan Continue reading “Perjuangan Ananda Mulai mengenali dunia sekitar”

Syarat tugas Belajar Versi DIKTI or UNILA ??

September ini insya alloh akan berangkat studi lanjut ke program Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia,  proses registrasi terkait penerimaan mahasiswa baru di UI telah sepenuhnya saya ikuti,  saat ini dalam proses pengurusan surat izin belajar, untuk tahun ini persyaratan izin belajar dibuat lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena pengalaman sebelumnya ada beberapa dosen tidak mengindahkan membuat surat izin ini.

Terlampir persyaratan yang harus dipenuhi setiap dosen sebelum berangkat studi versi Unila;

  1. Sk Pengangkatan CPNS.
  2. Sk Pengangkatan PNS.
  3. Sk Kenaikan Pangkat Terakhir (Fungsional).
  4. Sk Kenaikan Jabatan Terakhir (Golongan).
  5. Kartu Pegawai.
  6. DP3 (2 tahun terakhir).
  7. KP4.
  8. Surat Keterangan Sehat dari dokter (puskesmas, rs, atau unit kesehatan,bukan dokter praktek pribadi).
  9. Surat rekomendasi dari atasan langsung ( dari Kajur).
  10. Akta/Surat  Nikah.
  11. SK penerimaan mahasiswa dari tempat tujuan tugas belajar.
  12. Surat Jaminan Pembiayaan Tugas belajar, Jika belum ada dibuat dengan Pernyataaan atas biaya sendiri.
  13. Surat Keterangan dari pimpinan Unit Kerja (DEKAN).
  14. Surat Perjanjian Tugas Belajar.
  15. Foto kopi sekab, jika belajar di luar negeri.
  16. Pas Foto Berwarna 4 x 6, dengan latar putih 8 buah.
  17. Surat Pernyataan dekan.
  • Tidak sedang menjalankan cuti diluar tanggungan negara
  • Tidak sedang mengajukan upaya hukum keberatan ke Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK).
  • Tidak sedang dalam proses penjatuhan hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat.
  • Tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat.
  • Tidak sedang dalama proses perkara pidana, abik pidana kejahatan atau pelanggaran.
  • Tidak sedang melaksananakan kewajiban ikatan dinas
  • Tidak sedang melakukan pendidikan atau pelatihan penjenjangan
  • Tidak pernah gagal dalam tugas belajar yang disebabkan oleh kelalaiannya.
  • Tidak pernah dibatalkan mengikuti tugas belajar karena kesalahan

Karena saya tidak tergolong studi luar negeri maka point sekab (no15) tidak diperlukan, dan untuk masing masing dokumen harus dibuat rangkap 6.

Just for Arsip, mudah-mudahan berguna.

17 Agustusan Ala Ahmad Rasya Algifarda

Considering how good it is for your body and mind, you’d think more exercise (like more vegetables) is always, well, better. But does that mean you should be working out every day? It really depends on what you’re doing…to ensure you’re not over doing it (a.k.a. overtraining), which is why we reached out to fitness pros for their best practices when it comes to training seven days per week.

To be clear: There is nothing wrong with taking rest days. As a refresher, the Physical Activity Guidelines for Americans recommends adults do at least 150 minutes of moderate-intensity cardio (or 75 minutes of high-intensity cardio), plus at least two strength training sessions, per week. So, depending on your sched, you could meet these minimums in just a few days. But if, say, you prefer shorter workouts, you could feasibly find yourself dedicating more days to your fitness routine, hence the need to know how to do that in a way that optimizes your efforts and doesn’t undo them. Visit wtkr.com.

How many times a week you should get sweating, on the other hand, depends on your goals (and, to some degree) preferences. Here’s the low-down on the pros and cons of working out every dayplus guidelines for making daily exercise work for you.

5 Benefits Of Working Out Every Day

Whether the idea of daily sweat sessions brings you joy or makes you cringe, moving your body every single day offers some pretty legit potential perks.

1. You’ll be less sedentary.

Many adults spend 70 percent (!) of their time awake sitting, according to the Mayo Clinic—a fact that’s wreaking havoc on public health.

Committing to making some sort of exercise a daily part of your routine helps combat this—and ultimately makes it easier for you to make the habit stick, says Future trainer Josh Bonhotal, CSCS. “This removes an all-too-common tendency to rationalize not working out by convincing yourself that you’ll do it tomorrow instead,” he says. Whether it’s a walk outside or a strength training session, a daily commitment to movement means a less sedentary (and healthier) life.

This content is imported from poll. You may be able to find the same content in another format, or you may be able to find more information, at their web site.

2. You’ll be more likely to reach your fitness goals.

The true key to achieving whatever fitness goal you’ve got your sights on: consistency.

“Stringing together workouts on a daily basis can help you gradually ramp up their intensity and difficulty over time, leading to even greater results,” says Bonhotal.

3. You’ll enjoy a major daily mood boost.

Elle Woods knew what she was talking about. Moving your body daily not only supports your physical fitness, but your mental wellbeing, too. “Exercise helps to release endorphins, a.k.a. happy hormones, which can help reduce stress and anxiety,” says trainer and nutritionist Whitney English CPT, RD. In fact, researchers consistently identify exercise as a noteworthy treatment for depression.

4. You’ll think more clearly, too.

Exercise has been shown to improve both memory and problem-solving ability, according to research from the U.S. Department of Health and Human Services. (It may also protect you from neurodegenerative diseases like Alzheimer’s, per a study published in Frontiers in Neuroscience, if you needed another motivation to get moving.)

Ultrafast fibre optics set new speed record

Saya ambil disini http://www.newscientist.com/article/mg21028095.500-ultrafast-fibre-optics-set-new-speed-record.html

Rekor transfer rate hingga 101.7 terabits per second sepanjang 165 kilometer . Hmm apa yang bisa kita lakukan dengan speed seperti ini  ?????  Ruar biasa….

THINK your broadband internet connection is fast? Two separate research groups have just lapped the field, setting a world record by sending more than 100 terabits of information per second through a single optical fibre. That’s enough to deliver three solid months of HD video- or the contents of 250 double-sided Blu-ray discs.

This marks “a critical milestone in fibre capacity”, says Ting Wang at NEC Laboratories in Princeton, New Jersey.

Such lab results are far beyond today’s commercial needs. Total capacity between New York and Washington DC, one of the world’s busiest routes, is only a few terabits per second, says Tim Strong, of Telegeography Research in Washington. But “traffic has been growing about 50 per cent a year for the last few years”, he adds. With bandwidth-hungry video-streaming and social media growing relentlessly, network planners are always searching for ways to expand capacity.

Today’s fibre optics use several tricks to enhance bandwidth. Like the radio band, the optical spectrum can be sliced into many distinct channels that can simultaneously carry information at different frequencies. The laser light is pulsed on and off rapidly, with each pulse further sliced up into different polarities, amplitudes and phases of light, each of which contains a bit of information. The trick is to pack all these signals together in one fibre so that they hit the receiver as one pulse without interference.

At the Optical Fiber Communications Conference in Los Angeles last month, Dayou Qian, also of NEC, reported a total data-sending rate of 101.7 terabits per second through 165 kilometres of fibre. He did this by squeezing light pulses from 370 separate lasers into the pulse received by the receiver. Each laser emitted its own narrow sliver of the infrared spectrum, and each contained several polarities, phases and amplitudes of light waves to code each packet of information.

At the same conference, Jun Sakaguchi of Japan’s National Institute of Information and Communications Technology in Tokyo also reported reaching the 100-terabit benchmark, this time using a different method. Instead of using a fibre with only one light-guiding core, as happens now, Sakaguchi’s team developed a fibre with seven. Each core carried 15.6 terabits per second, yielding a total of 109 terabits per second. “We introduced a new dimension, spatial multiplication, to increasing transmission capacity,” Sakaguchi says.

Multi-core fibres are complex to make, as is amplifying signals for long-distance transmission in either technique. For this reason, Wang thinks the first application of 100-terabit transmission will be inside the giant data centres that power Google, Facebook and Amazon.