Pandemi COVID-19 semakin membuka mata banyak orang dan menyadarkan pentingnya penguasaan teknologi. Alat-alat seperti konferensi video (ZOOM), perangkat lunak interaktif, dan platform video seperti YouTube membantu pendidik musik bertahan dan bahkan berkembang dalam keadaan dinamis. Setelah berlangsung selama lebih dari setahun, pandemi memaksa pendidikan musik menemukan cara-cara baru untuk beradaptasi. Tentu saja adaptasi tidak hanya tentang mengoperasikan media, tetapi bisa berlangsung dari dalam.
Meningkatkan Motivasi
Di tengah berbagai kendala yang dialami oleh guru dan siswa selama melakukan pembelajaran musik secara daring, hal ini justru dapat meningkatkan motivasi. Memodifikasi metode pembelajaran adalah hal yang wajib dilakukan. Bagi para siswa, kreativitas mereka dipertaruhkan ketika dipaksa untuk mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan inovasi dan ide-ide baru. Mengunggah video permainan gitar atau menyanyi adalah salah satunya. Dengan menggunakan platform seperti YouTube kegiatan belajar dapat berfungsi sekaligus untuk sarana eksistensi dan aktualisasi diri. Jika mendapatkan guru yang mengerti dan paham tentang teknologi, tentu hal ini tidaklah sulit. Selain itu, konser musik daring bisa dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa, alih-alih mereka kesulitan, justru ini menjadi motivasi untuk membuat karya yang kreatif.
Empati dan Memberikan Pilihan pada Siswa
Para guru umumnya lebih dominan dan seolah tahu apa yang siswa inginkan. Pada kondisi seperti sekarang, pola pikir itu tidak sepenuhnya bisa diterapkan. Karena situasi ini cukup menguras pikiran siswa di rumah. Oleh karena itu, memberikan empati pada siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan memberikan siswa pilihan materi musik apa yang ingin mereka pelajari. Jika seorang siswa memiliki spesialisasi piano, maka hendaknya kita memberikan keleluasaan instrumen lain yang ingin mereka pelajari. Kenyataannya, banyak anak yang menguasai lebih dari satu atau dua instrumen. Ini hal yang mungkin terjadi dan membawa dampak yang positif.
Memodifikasi Pembelajaran Musik
Seorang guru biasanya telah merancang materi apa saja yang akan mereka berikan dalam satu semester. Tetapi di era pandemi begitu banyak hal-hal yang tidak terduga dan di luar kendali mereka (guru), misalnya koneksi internet atau perangkat keras yang bermasalah. Jika mengalami situasi seperti ini, memaksakan kegiatan bermusik seperti kondisi normal adalah sesuatu yang keliru. Pada kondisi ini guru biasanya kebingungan dalam mencari metode yang tepat untuk melaksanakan pembelajaran. Padahal, ekspektasi mereka bisa dirubah dengan merubah jalannya permainan.
Siswa adalah sosok yang senang mendapat apresiasi dari guru dan temannya. Berangkat dari pemikiran ini kita bisa mengembangkan sebuah pembelajaran yang menyenangkan bagi mereka (siswa). Misalnya dengan memfokuskan aktivita belajar musik pada tiap individu. Cara ini dilakukan untuk menghargai siswa dan menjalin kedekatan. Biasanya ada potensi yang muncul setelah guru mencairkan suasana. Memberikan siswa ruang untuk eksis adalah cara yang baik untuk mengajarkan musik. Guru dapat memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk memilih karya, instrumen, bagaimana karya itu disajikan. Dengan demikian, siswa menjadi bersemangat dan termotivasi.
Efikasi Diri
Banyak siswa gagal menemukan potensi atau menggali bakat yang dimilikinya karena orang tua dan guru yang tidak mampu memberikan kepercayaan pada mereka. Bertukar pengalaman dari guru kepada murid, saling menceritakan pengalaman antar siswa, memberikan persuasi secara verbal, dan pemberian informasi yang tepat adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efikasi diri pada siswa.
Mengembangkan Potensi
Di dalam kelas, siswa biasanya terikat oleh aturan-aturan yang dibuat oleh guru. Sehingga bakat atau potensi yang mungkin muncul menjadi terhalang. Melalui kreativitas guru untuk membuat tugas yang menarik dan menantang siswa untuk berkreasi, dapat memunculkan ide-ide segar, bahkan kemampuan yang sebelumnya tidak diperlihatkan. Misalnya, jika seorang siwa diberikan kesempatan untuk membuat komposisi, maka berbagai kemungkinan yang mungkin dilakukan adalah mengerjakan karya itu secara mandiri dan menunjukkan kemampuannya dalam memainkan berbagai instrumen musik.
Kreativitas
Musik dapat mencerminkan kreativitas seseorang sekaligus mengukur kedalamannya. Banyak hal-hal baru yang bisa dilakukan dengan menciptakan musik, atau melakukan kegiatan bermusik bersama-sama. Kreativitas adalah modal utama dalam melakukan seluruh aktivitas musikal, Oleh karena itu, kritik dan apresiasi menjadi dua hal yang akan selalu menyertai proses kegiatan bermusik. Melalui kritik dan apresiasi siswa dapat mengetahui hal apa saja yang belum maksimal, dan seberapa besar karya mereka dihargai. Energi itu adalah sebuah pesan positif yang digunakan untuk menggali terus kemampuan yang mungkin mereka (siswa) miliki.