April 30, 2026
vintage-stainer-violin

Oleh: Riyan Hidayatullah

Kita sering mendengar istilah pendidikan musik maupun musik pendidikan, tetapi kedua hal tersebut tentu sangatlah berbeda pengertiannya. Pendidikan musik kita sejajarkan dengan pendidikan lain, seperti pendidikan matematika, pendidikan olah raga, pendidikan IPA yang memiliki makna pengajaran dan pembelajaran musik. Dalam pendidikan musik dibahas mengenai berbagai metode pengajaran musik, mulai dari Dalcroze method, Kodaly, Orff, Suzuki dan lain sebagainya. Segala sesuatu yang digunakan untuk mempelajari musik, memberikan pengajaran terhadap musik maka masuk lingkup pendidikan musik. Pendidikan musik juga bermakna konsep atau asas dasar dalam melakukan perencanaan pembelajaran musik. Level pendidikan musik tidak ditentukan dari sejauh mana seseorang mahir memainkan musik, tetapi berhubungan dengan pendekatan-pendekatan yang dipakai untuk mempelajari musik dan bagaimana musik dapat berpengaruh terhadap tiga aspek penting pendidikan, yakni psikomotor, kognitif dan afektifnya.

vintage-stainer-violin

Pendidikan musik memuat input dan output yang sama antara kegita aspek pendidikan: psikomotor, bagaimana keterampilan bermusik dipelajari dan diasah dengan baik, menggunakan metode-metode yang baik dan tepat, kognitif, berkenaan dengan pemahaman teoretis dan fakta-fakta empiris dengan musik itu sendiri, dan afektif merupakan perngolahan rasa yang dikembangkan dengan belajar musik. Pendidikan musik sudah dikembangkan di negara-negera Eropa sebagai salah satu pendidikan yang pentig untuk dipelajari dan menjadi dasar pembentukan karakter seseorang.

Sementara musik pendidikan, diasumsikan sebagai sebuah material musik yang mengedepankan aspek-apsek didaktis atau nilai pendidikan. Misalnya, nilai kedisiplinan yang coba ditawarkan oleh musik dengan mempelajari notasi, atau nilai kerjasama yang diimplementasikan lewat sebuah permainan ensambel musik (bermusik secara berkelompok). Musik pendidikan juga memiliki makna bahwa segala jenis musik yang diajarkan untuk kepentingan pendidikan maupun pendidikan musik. Misalnya, jika kurikulum sekolah untuk tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) menginginkan siswanya untuk dapat mempelajari gamelan atau angklung, maka materi-materi yang diajarkan haruslah disesuaikan dengan kapasitas siswa tersebut. Bukan materi yang berlevel menengah, tetapi sudah disederhanakan menggunakan bahasa pendidikan dan pertimbangan secara psikologis anak. Musik pendidikan juga harus bisa menjadi media untuk menyampaikan pendidikan, baik itu pendidikan musik atau pendidikan umum. Musik menjadi media untuk menyampaikan materi ajar agar dapat dipahami oleh peserta didik dengan lebih optimal.

Jika dipahami dan didalami dengan baik, musik sebenarnya menjadi media penting dalam mengajarkan berbagai hal. Kita bisa lihat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanak (TK) yang pembelajarannya didominasi dengan belajar sambil bermain dan banyak sekali menggunakan musik dan tari sebagai medianya. Misalnya dalam TK, seorang guru ingin memberikan materi mengenai “gemar menabung” atau “mengenal nama-nama hewan” yang biasanya dipraktikkan dalam gambar-gambar dan dinyanyikan. Hal ini berarti musik sangat bersifat pragmatis (dalam level ini). Musik menjadi media untuk penyampaian materi dan pengenalan segala sesuatu bagi anak dengan konsep bermain dan menyenangkan.