Peringatan Isra’ wal mi’raj

Posting ini hanya mengulas kejadian 2 hari yang lalu pada saat peringatan peristiwa isra’ dan mi’raj di masjid As-safar Blok C POLRI Hajimena Lampung Selatan.  Topik ceramah berkenaan dengan peristiwa besar ini.  Lantunan ayat suci surah Al-isra’  berkumandang pertanda pembukaan acara, ayat ini menceritakan bagaimana proses Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh sang Maha sebagai salah satu tanda kebesaran sang Khalik dengan kuasanya KunFayakun maka segala jadi terjadilah.

Penekanan khusus selama sesi ceramah berlangsung adalah pada sholat, sesuai dengan esensi isra’ wal mi’raj yaitu perintah sholat.  beberapa point yang saya tangkap adalah pentingnya kita menjaga sholat dengan tatacara yang benar dan tepat waktu sesuai dengan tuntunan sholat baginda nabi, dan dengan sholat ini pula adalah sebagai pembeda seorang apakah tergolong sebagai manusia muslim atau kafir. disampaikan pula bahwasanya hal pertama yang akan dihisab adalah sholat ini, apabila sholatnya baik maka akan baik pula amalan lainnya, dan ketika sholatnya tidak baik bisa dipastikan amalan lainnya pun tidak akan baik (korelasi disini adalah fungsi sholat sebagai pencegah perbuatan keji dang mungkar).

Hal lain juga disampaikan yakni bagaimana nabi Muhammad SAW diperlihatkan bahwa sebagian besar  isi neraka kebanyakan adalah dari kaum perempuan yang tidak bisa menjaga kehormatan dan kemaluannya, hingga sekali lagi ditekankan akan pentingnya seorang muslimah senantiasa menutup dan menjaga auratnya agar tidak menimbulkan fitnah dan mengumbar hawa nafsu. Alhamdulillah keluarga besar kami telah sadar betul akan perintah ini,  istri , ibu, adik telah menggunakan jilbab dengan fungsi sebagai penutup aurat.  Dan sungguh merugilah kaum wanita mengaku muslim tapi tidak menjalankan perintah menutup aurat ini, dan ini banyak kita temukan pada negara republik tempat kita berdiri sekarang. wallohua’lam bisshowaf.

Hal  lain juga turut disampaikan pentingnya kaum lelaki untuk menegakkan sholat berjamaah di Masjid, sampai sampai  dizaman baginda nabi ada seorang buta bertanya apa hukumnya seorang buta sholat dimesjid, Nabi menjawab : ” wajib hukumnya meskipun orang tersebut buta”, lalu orang buta tersebut bertanya kembali: “rumah saya melewati jalan berliku ya rasul, saya khawatir akan binatang buas selama perjalanan menuju masjid”, Baginda nabi pun menjawab : “tidak apa apa bila engkau tidak sholat dimesjid, si orang buta tersebut hendak bergegas pulang kerumah, lalu nabi bertanya : “Apakah suara azan terdengar hingga ke Rumah mu?”, orang buta itu menjawab : “iya saya bisa mendengar ya rasul”, maka nabi berkata : “Wajiblah padamu untuk sholat di Masjid” , akhirnya orang buta tersebut sampai membuat track khusus dengan bantuan tali atau sejenisnya agar tidak nyasar hingga ke mesjin, Subhanalloh…. alangkah indahnya kehidupan muslim dizaman baginda nabi.

Kemudian turut pula disampaikan oleh al ustadz bahwasanya tolak ukur kebangkitan kekuatan umat  islam  itu adalah bisa dilihat ketika jumlah jama’ah sholat subuh adalah sebanding dengan jama’ah sholat jum’at, apabila masa tersebut tiba, dikatakan bahwa kekuatan umat islam sudah pada posisi klimaks dan berada pada puncak kejayaan, isya alloh mudah-mudahan masih bertemu dengan masa itu, amiin…

Demikianlah telah disampaikan akan pentingnya sholat berjamaah dimasjid. Subhanalloh sungguh benarlah apa yang sudah disampaikan ini,  Jujur dan terus terang hingga saat ini penulis sulit sekali untuk implementasi sholat berjamaah dimasjid ini, namun tetap berusaha untuk menunaikan.

Demikian sedikit inti sari ceramah isra’ mi’raj kemarin yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan bisa jadi bahan pelajaran kira semua. Amiin.

Naik Haji sesuai rencana dengan pembiayaan Dana Talangan Haji dari Bank Syariah

“Perencanaan yang matang dalam suatu aktifitas kita sangatlah penting, semua hal  terlebih dahulu kita rencanakan secara seksama untuk meminimalisir hal-hal yang dapat menghambat aktifitas kita.
Kita sebagai umat muslim pasti menginginkan untuk memenuhi panggilan Allah SWT ke tanah suci.  Seiring berjalannya waktu, untuk menunaikan ibadah Haji  khususnya di Propinsi Lampung, apabila saat ini kita telah mempunyai dana yang cukup untuk pergi ke tanah suci maka paling cepat kita dapat berangkat pada tahun 2015 (masa tunggu 4 tahun), bayangkan apabila dana yang kita miliki belum dapat untuk mendapatkan porsi haji akan tetapi kita menginginkan berangkat secepatnya ke tanah suci sedangkan kita memiliki kemampuan untuk mengangsur setiap bulannya.

Untuk mengakomodir atau membantu para calon jemaah haji yang ingin segera mendapatkan porsi haji, sekarang banyak penawaran dari berbagai Bank Syariah . Berdasarkan hasil survey dan diskusi dengan teman sejawat yang pernah mengajukan pembiayanan haji ini saya dapatkan informasi bahwa BNI Syariah memberikan layanan dengan rate setoran awal Paling sedikit dengan angsuran perbulan yang terjangkau.  Program ini mereka beri nama “Talangan Haji”” dengan hanya menyetorkan uang sebesar Rp1.750.000,-  kita dapat merencanakan dan dapat berangkat ke Tanah Suci pada tahun yang anda inginkan. ”

Produk pembiayaan BNI iB Haji cukup mudah pengajuannya.  Bagi Masyarakat yang berminat dapat langsung datang ke BNI Syariah terdekatdengan membawa copy KTP/Paspor  suami dan istri yang masih berlaku,copy kartu keluarga, copy surat nikah (bagi yang telah menikah), membuka rekening iB THI di BNI Syariah, menyerahkan bukti penghasilan, menyerahkan surat keterangan masa kerja dan bagi pengusaha melampirkan akta perusahaan dan izin-izin usaha. Dengan pengelolaan dana pembiayaan haji yang aman, barokah dan bersih sesuai syariah, Insya Allah pembiayaan BNI iB Haji siap membantu mewujudkan niat haji anda dengan lebih terencana, lebih mantap dan menentramkan hati.”

Secara pribadi saya belum mengambil porsi talangan haji ini, mengingat masih ada prioritas lain yang butuh alokasi pendanaan, namun saya sudah membuka rekening khusus untuk naik haji dengan kategorisasi tabungan termasuk dalam tabungan THI (Tabungan Haji) mudah mudahan niat baik ini diberikan kemudahan Alloh SWT. Amiin.

Terlampir juga data biaya haji untuk beberapa Embarkasi Haji yang saya dapat dari Departemen Agama RI

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2010 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji Tahun 1431/2010 M, ditetapkan sbb:

a. Embarkasi Aceh sebesar USD 3,147
b. Embarkasi Medan sebesar USD 3,237
c. Embarkasi Batam sebesar USD 3,325
d. Embarkasi Padang sebesar USD 3,233
e. Embarkasi Palembang sebesar USD 3,280
f. Embarkasi Jakarta sebesar USD 3,364
g. Embarkasi Solo sebesar USD 3,327
h. Embarkasi Surabaya sebesar USD 3,432
i. Embarkasi Banjarmasin sebesar USD 3,440
j. Embarkasi Balikpapan sebesar USD 3,474
k. Embarkasi Makassar sebesar USD 3,505

Sesungguhnya tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati

Pagi ini seperti biasa tiba dikantor tepat jam 8 pagi, aktifitas pagi  ini saya isi dengan berselancar di dunia maya melihat, membaca, mencari informasi bertujuan untuk menambah khasanah pengetahuan.  tak disengaja menemukan link informasi terkait pengalaman seorang warga Bengkalis bernama Aslina yang menceritakan bahwa beliau pernah mengalami perjalanan ruhani dibawa kealam barzah dan “dipersaksikan” bagaimana kondisi ruh  di alam barzah .  Tentu saja hal ini bukanlah hal lazim yang biasa manusia alami pada umumnya. Wallohua’llam benar tidaknya kejadian ini.

Saya pun teringat ayat didalam Al’quran menceritakan kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimana beliau pun juga “diperlihatkan” oleh Alloh bagaimana kondisi Alam barzah dan Alam Akhirat sebagai tanda kekuasaan Alloh untuk disampaikan kembali kepada para Ummatnya, agar ummatnya senantiasa ingat .. ingat ..dan ingat… bahwa pemberhentian terakhir bukanlah dialam dunia namun yang kekal abadi dan hakiki adalah Yaumil Akhir kelak.

Bagi kita selaku umat Muslim tentu saja Al’quran dan Alhadis dijadikan sebagai tolak ukur/benchmarking terhadap apa-apa saja kejadian/kisah/cerita/panduan/pandangan ,  setelah saya baca dengan seksama bagaimana kisah Aslina menceritakan pengalaman hidup beliau setelah mati lebih kita kenal dengan mati suri, maka terlihat ada kesesuaian cerita tersebut dengan ayat ayat Alquran yang menceritakan Alam Barzah, Yaumil Akhir, dll. Sehingga bisa kita ambil hikmah dari cerita ini bahwa sanya

BEKAL TERBAIK UNTUK DIBAWA KE YAUMIL AKHIR ADALAH BEKAL AMALAN SOLEH , BUKAN HARTA ATAUPUN TAHTA, HARTA ATAUPUN TAHTA HENDAKNYA DIJADIKAN SEBAGAI KENDARAAN UNTUK MENCETAK AMAL SHOLEH SEBANYAK-BANYAKNYA.

Surat Ali Imran 185. (Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan)

Maha benar Alloh atas segala Firmannya.

Tulisan selengkapnya tentang Aslina ini terlampir dibawah…… Wallohua’llam benar tidaknya kejadian ini.

Continue reading “Sesungguhnya tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati”

Ar-Rahmaan – Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?

Subhanalloh, Maha Suci Alloh Atas segala Firman-Nya;

Mudah-mudahan kita semua bisa memetik hikmah atas turunnya Surah Ar Rahmaan ini, disini disebutkan berulang kali

Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?

Kenapa musti berulang kali, karena memang secara alamiah manusia terkadang banyak yang lupa termasuk saya, seringkali nikmat yg diberikan Alloh tanpa disadari tidak kita syukuri, contoh kecil saja ketika kita diberi nikmat sehat dari FLU terkadang lupa bersyukur,  ketika Alloh turunkan penyakit FLU barulah kita tersadar bahwa selama ini nikmat SEHAT adalah salah satu dari sekian banyak NIKMAT yang Alloh berikan kepada kita.

“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya.”
(QS. Ibrahim: 34) . sekali lagi Subhaanallooh.

Marilah kita ingatkan diri kita pribadi masing masing untuk senantiasa mensyukuri atas segala berkah,rahmat,nikmat yang dilimpahkan oleh Alloh kepada Kita.

[1] (Tuhan) Yang Maha Pemurah serta melimpah-limpah rahmatNya.
[2] Dia lah yang telah mengajarkan Al-Quran.
[3] Dia lah yang telah menciptakan manusia; –
[4] Dia lah yang telah membolehkan manusia (bertutur) memberi dan menerima kenyataan.
[5] Matahari dan bulan beredar dengan peraturan dan hitungan yang tertentu;
[6] Dan tumbuh-tumbuhan yang melata serta pohon-pohon kayu-kayan, masing-masing tunduk menurut peraturanNya.
[7] Dan langit dijadikannya (bumbung) tinggi, serta Ia mengadakan undang-undang dan peraturan neraca keadilan,
[8] Supaya kamu tidak melampaui batas dalam menjalankan keadilan;
[9] Dan betulkanlah cara menimbang itu dengan adil, serta janganlah kamu mengurangi barang yang ditimbang.
[10] Dan bumi pula dijadikannya rata untuk kegunaan manusia dan makhluk-makhlukNya yang lain:
[11] Terdapat padanya berbagai jenis buah-buahan dan pohon-pohon kurma yang ada kelopak-kelopak mayang;
[12] Demikian juga terdapat biji-bijian yang ada jerami serta daun, dan terdapat lagi bunga-bungaan yang harum;
[13] Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan (wahai umat manusia dan jin)?
[14] Ia menciptakan manusia (lembaga Adam) dari tanah liat kering seperti tembikar,
[15] Dan Ia telah menciptakan jin dari lidah api yang menjulang-julang; Continue reading “Ar-Rahmaan – Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?”

Makna Muhasabah

Diambil dari http://www.dakwatuna.com/2007/makna-muhasabah/

Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari tulisan ini, amiin,

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)

Gambaran Umum Hadits

Hadits di atas menggambarkan urgensi muhasabah (evaluasi diri) dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Karena hidup di dunia merupakan rangkaian dari sebuah planing dan misi besar seorang hamba, yaitu menggapai keridhaan Rab-nya. Dan dalam menjalankan misi tersebut, seseorang tentunya harus memiliki visi (ghayah), perencanaan (ahdaf), strategi (takhtith), pelaksanaan (tatbiq) dan evaluasi (muhasabah). Hal terakhir merupakan pembahasan utama yang dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam hadits ini. Bahkan dengan jelas, Rasulullah mengaitkan evaluasi dengan kesuksesan, sedangkan kegagalan dengan mengikuti hawa nafsu dan banyak angan.

Indikasi Kesuksesan dan Kegagalan

Hadits di atas dibuka Rasulullah dengan sabdanya, ‘Orang yang pandai (sukses) adalah yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya.’ Ungkapan sederhana ini sungguh menggambarkan sebuah visi yang harus dimiliki seorang muslim. Sebuah visi yang membentang bahkan menembus dimensi kehidupan dunia, yaitu visi hingga kehidupan setelah kematian.

Seorang muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus memiliki visi dan planing untuk kehidupannya yang lebih kekal abadi. Karena orang sukses adalah yang mampu mengatur keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertakwa adalah yang ‘rela’ mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, ‘kebahagian kehidupan ukhrawi.’

Dalam Al-Qur’an, Allah swt. seringkali mengingatkan hamba-hamba-Nya mengenai visi besar ini, di antaranya adalah dalam QS. Al-Hasyr (59): 18–19. Continue reading “Makna Muhasabah”

Doa-ku setiap hari sebelum memulai semua aktifitas

Sampaikanlah oleh-mu walaupun itu hanya satu ayat

Cuplikan pernyataan diatas singkat, namun punya makna yang sangat mendalam, sekarang saya akan mencoba share berkaitan dengan doa’

Sebagai umat muslim, adab sebelum memulai segala aktifitas tentunya adalah memulainya dengan doa, tentu saja doa ini boleh bebas dan bermakna apapun juga (selama itu kebaikan), karena hakikat doa adalah permintaan atas sesuatu, doapun bisa kita lafazkan dalam bahasa arab ataupun dalam bentuk bahasa kita sendiri (batak, lampung,komering,dll). tulisan dibawah ini adalah doa sehari hari saya sebelum memulai segala aktifitas;

  1. ‘Auudzubillaahiminash shaiytoonirrojim ,
  2. Bismillahhirrohmaanirrohim,
  3. AshhaduAnllaailaahaillaulloh,
  4. Waashhaduannamuhammadarrosululloh, Alloohummasolli ‘ala sayyidinaa Muhammad wa’ala ali sayyidina muhammad,
  5. Subhanallohiwalhamdulillah walaailaahaillauloh hu walloohuakbar,
  6. Laa haulawalakuwwata illaabillaah
  7. Bismiallohuakbar..

Intisari dari doa ini adalah sebagai berikut;

  1. Sebelum memulai aktifitas hari ini memohon kepada Sang Maha, agar dijauhkan dari godaan syaitan dan dilancarkan urusan.
  2. Memulai segala sesuatu dengan mengatas namakan Sang Maha karena tanpa redho dan kehendaknya niscaya kita adalah NOTHING.
  3. Pengakuan syahadat bahwa sampai dengan detik ini insya alloh tetap berpegang teguh terhadap bimbingan dan perintah-Nya.
  4. Pengakuan terhadap Baginda Nabi Muhammad  SAW (Nur Muhammad) adalah sebagai Nabi sekaligus rasul dan berharap bisa mengikuti suri taudalan beliau dalam hidup dan kehidupan.
  5. Pengakuan bahwa hanya Alloh saja yang serba Maha, dan memandang diri sendiri hanyalah kecil semata (tiada daya dan upaya) segala kehendaknya adalah mutlak, berharap segala aktifitas dan kegiatan senantiasa di-bimbing-Nya dan diRedho Selalu, bersyukur atas segala nikmat dan karunia yg selama ini telah diberikan.
  6. Atas nama Alloh kulangkahkan kaki ku, berserah diri, tiada daya dan upaya mahluk ciptaan yg kecil ini  hanya berharap keredhoannya selalu.
  7. Dengan Menyebut nama Alloh yang Maha besar, ku mulai aktifitas.

Demikianlah saya sampaikan intisari doa diatas, semoga bermanfaat.

Wassalam.