Tidak terasa sudah 3 bulan berjalan sejak putusnya kontrak pengadaan Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) zona perguruan tinggi atau lebih dikenal dengan INHERENT (Indonesia Higher Education Network) hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda tanda segera aktif kembali, milis inherent yang dititipkan di domain ITB juga sepi sepi saja, hanya terlihat sedikit aktifitas interaksi antara sesama anggota milis.
Sekitar 4 hari yang lalu saya berkesempatan silaturahmi di Unit Pengembangan Teknologi Pendidikan Disdik Provinsi Lampung, salah satu operator Jardiknas Zona Kantor mengatakan bahwa jaringan internet pada Disdik-pun juga terputus terhitung sejak kontrak antara Pustekkom dan PT Telkom terputus pada awal januari 2011 lalu. Namun mereka masih mendengar kabar baik, yakni kabar bahwa proses tender Pustekkom untuk Jardiknas zona kantor sudah dalam proses, dan jikamengikuti jadwal maka sekitar bulan Maret Koneksi akan aktif kembali. Kabar baik tidak terdengar untuk zona Perguruan Tinggi, petinggi-petinggi di INHERENT pun juga tidak bisa memberikan kabar pasti berkaitan dengan aktifasi kembali INHERENT ini. Kami selaku tim pengelola hanya bisa menunggu kabar saja tanpa bisa berbuat apa-apa, cukup doa saja semoga bisa segera diaktifkan kembali.
Nah sekarang pertanyaan besar yang menghinggap dibenak saya adalah mengapa kontrak pengadaan bandwidth Jardiknas ini hanya dibatasi dalam kurun waktu 1 tahun saja, padahal untuk membenahi jaringan besar antar pulau di Indonesia ini membutuhkan waktu cukup lama, pengalaman dari rekan-rekan pengelola INHERENT menyatakan bahwa koneksi baru benar benar bisa stabil hingga ke level SubLocalNode butuh sekitar 6 Bulan-an,bahkan untuk rekan rekan wilayah Indonesia Timur baru diaktifasi setelah mungkin hampir 10 bulan sejak pengumuman pemenang tender, artinya bahwa mereka hanya bisa menggunakan INHERENT ini hanya 2 bulan saja, itupun juga seandainya tidak ditemukan kendala network.
Soow…jadi… menurut saya, pola pengadaan 1 tahun untuk INHERENT ini sama sekali tidak efektif. mengingat efektifitas penggunakan link yg tidak pernah full selama 12 bulan, terbukti sejak 2006 -2007(telkom),2008(Lintas Arta),2009(Telkom) semua provider tersebut tidak ada yg bisa menjanjikan efektifitas penggunaaan link selama 1 tahun sejak diaktifasi. Padahal INHERENT sudah berjalan sejak 2006, tetap saja petinggi di layer-9 INHERENT tidak bisa melakukan apa apa terganjal Keppres pemerintah tentang pengadaan Barang dan Jasa. Sehingga bisa saya simpulkan bahwa selama pola pengadaan masih seperti ini maka model pengelolaan Jardiknas tidak pernah maksimal. Semoga saja keadaan ini bisa segera berubah kearah yg lebih baik lagi. Amiin..
Terlampir query CDP antar Router UNILA-UNSRI-UNJA, secara fisik masih terhubung melalui bentangan kabel Optik namun sudah tidak bisa dipergunakan lagi.
IBRUNILA01#show cdp neighbors
Capability Codes: R – Router, T – Trans Bridge, B – Source Route Bridge
S – Switch, H – Host, I – IGMP, r – Repeater, P – Phone
Device ID Local Intrfce Holdtme Capability Platform Port ID
IBSUNILA01 Gig 1/48 167 S I WS-C2960G-Gig 0/10
IBSUNILA01 Gig 5/2 167 S I WS-C2960G-Gig 0/20
IBRUNJA01.inherent-unja.ac.id
Gig 1/14 134 R S I CISCO7606 Gig 1/2
IBRUNILA01#ping 167.205.145.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 167.205.145.1, timeout is 2 seconds:
…..
Success rate is 0 percent (0/5)
IBRUNILA01#
Demikian tulisan ini saya buat, hanya ingin sekedar berbagi sembari mengisi waktu pagi di Jum’at yg mulia ini.