World, Top Level Domains (TLD) IPv6 report

Peran DNS (Domain Name System) dalam transaksi internet saat ini sangatlah vital, dengan fungsi utama adalah untuk mentranslasikan pengkodean IP dalam format digit binary menjadi sebuah “nama unik” sehingga memudahkan manusia untuk mengingat identitas sebuah host, bisa dibayangkan untuk mengingat angka 103.3.46.1 (Alamat IPv4)   2001:470:18:aa7::2 (Alamat IPv6) adalah sangat susah jika dibandingkan hanya mengingat www.unila.ac.id , TLD (dari Top Level Domain), selaku pemegang otorisasi entry record DNS tertinggi berhak mengatur seluruh entry sub zone yang mereka kelola. Ada 3 jenis TLD saat ini yang diakui oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority) yaitu :

1. ccTLD atau Country Code Top Level Domain Top Level Domain ini dialokasikan untuk digunakan oleh sebuah Negara atau badan otoritas tertentu. Dan pada umumnya TLD jenis ini hanya 2 huruf. Misalnya .id untuk Indonesia, .in untuk India. Aturan untuk meregistrasi sebuah domain ber-TLD jenis ini di setiap negara mempunyai aturan yang berbeda beda tergantung kebijakan dari otoritas domain negara tersebut.

2. gTLD atau Generic Top Level Code Saat ini tipe TLD jenis inilah yang sudah umum digunakan. Dan tidak seperti tipe TLD yang cctld, nama domain dengan TLD ini lebih bebas untuk di register oleh setiap orang atau organisasi. COntoh tipe gTLD diantaranya adalah .com, .net, .info .org, .biz

3. iTLD atau Insfrastruktur Top Level DOmain TLD tipe ini merupakan tipe TLD dengan penggunaan yang sangat TERBATAS. COntoh nama domain dengan iTLD adalah domain dengan extention .arpa atau .root

Kembali kepada judul post saya diatas, dari website http://bgp.he.net/report/dns dapat kita lihat statistik aktifitas IPv6 pada entry level TLD dunia,  disana disebutkan bahwa ada 326 record TLD seluruh dunia dengan detail NS serta menyebutkan supporting IPv4/IPv6 atau tidak. Saya teringat pada tahun 2007 disaat mengambil sertifikasi gratis IPv6 dari HE.NET di alamat  http://ipv6.he.net/certification , pada saat itu level test mentok di GURU karena untuk maju ke level berikutnya (SAGE) materi test mengharuskan peserta untuk memastikan bahwa domain yang mereka kelola sudah bisa terakses secara sempurna dari alamat-alamat native IPv6 yang sudah disediakan oleh HE.NET, saya pun lantas segera  memasukkan entry IPv6 hasil tunneling untuk domain unila.ac.id pada TLD zone .id yang saat itu dipegang penuh oleh PANDI selaku registrant pengelola domain Negara Indonesia. Tanpa diduga rupa-rupanya si TLD Indonesia sama sekali tidak ada yang bisa meneruskan record IPv6 tersebut ke Native IPv6 HE.NET ,  setelah di check memang seluruh authority NS zone .id tidak ada yg support IPv6, akhirnya saya coba hosting DNS secondary layanan gratis juga dari HE.NET di alamat http://dns.he.net   dan berhasil, seluruh record IPv6 bisa terbaca selanjutnya dicross check apakah layanan Website, MX,Email, DNS,dll sudah aktif  untuk domain tersebut sehingga membawa saya ke level sertifikasi tertinggi IPv6 yaitu SAGE http://www.tunnelbroker.net/usage/sages.php😀 😀 😀 😀

Gigih

bersamaan dengan 41 orang SAGE lainnya yang berasal dari negara INDONESIA, hmm rupanya yang mau ambil sertifikasi gratis ini baru segelintir orang saja yah. wah melalui tulisan ini berarti saya termasuk dalam “top 50 orang di Indonesia di tahun 2011” yang terdaftar sebagai SAGE dongg (NARSIS DOT COM).

Cukup untuk sertifikasinya, kita  terus ke TLD IPv6 Dunia report. untuk .ID terlihat bahwa .ID didelegasikan kepada IDNIC-PPAU Mikroelektronika. dengan hanya 1 record Name Server saja yang “PASS” pengujian query IPv6, dan itupun ternyata bukan name server yang dihost di Indonesia, jika dilihat address-nya server enable IPv6 tersebut dibawah kekuasaan APNIC dengan record IPv6 adalah 2001:dc0:1:0:4777::140 , nah tuh ini menjadi fakta yang sangat mengelitik dan cukup meyedihkan, era dimana saat ini seluruh dunia berlomba-lomba untuk meng-enable kan IPv6  Jaringan mereka, namun tidak demikian untuk TLD negara kita indonesia raya yang sangat kita cintai ini,  sudah 4 tahun sejak 2007 saya terganjal sertifikasi menuju SAGE, hingga tahun 2011 ini TLD .ID tidak ada perubahan, miris deh GAn….  coba kita ngintip negara tetangga semacam jepang, malaysia, china, dimana mereka punya redundant Name Server Handle untuk negara masing-masing dan sudah full support native query IPv6 (Data Terlampir dibawah), sehingga penetrasi IPv6 seluruh zone dibawahnya sangat berjalan massive. Continue reading “World, Top Level Domains (TLD) IPv6 report”

Akhirnya setelah sekian lama, diajukan juga jadi Judul Penelitian :-)

IMPLEMENTASI JARINGAN IPV6 PADA JARINGAN LAN (LOCAL AREA NETWORK)

UNIVERSITAS LAMPUNG  DENGAN MEKANISME TUNNELING


ABSTRAK

Kelemahan dari mode pengalamatan  IPv4  adalah terbatasnya  jumlah host yang dapat terhubung ke dalam jaringan, IPv6 sebagai Next Generation Protocol  menawarkan fitur-fitur terbaru dalam teknologi internet seperti real-time flows, provider selection, host mobility, end-to-end security, dan auto-reconfiguration. Sebagai universitas research, Universitas Lampung memandang perlunya agar backbone LAN (Local Area Network) juga support protocol IPv6 berjalan bersamaan dengan IPv4 yang sudah ada. Pada penelitian ini di rancang system jaringan yang mengimplementasikan protokol IPv6 pada teknologi routing BGP (Border Gateway Protocol), aplikasi web server, mail server, proxy server dan aplikasi server-client.

Keyword: IPv6, Tunneling, BGP Peer, Tunnel Broker, Dual Stack

7eleven Salemba

Mendengar kata 7ELEVEN, mungkin sebagian dari anda sudah mengenal tempat ini, berlokasi di Jalan Salemba Raya (tepat di depat Kampus UI Salemba) tempat ini lumayan ramai dikunjungi oleh mahasiswa maupun kalangan Umum, dengan lokasi yang sangat strategis di pertigaan Salemba menggunakan konsep Cozy Place mereka menyediakan aneka makanan dan minuman serta menempatkan tenda terbuka di dekat pelataran parkir kendaraan. Terutama dimalam hari terlihat sangat ramai orang berdatangan ke tempat ini, hanya untuk sekedar minum segelas kopi atau untuk browsing saja (mereka menyediakan FreeHotspot), bagi saya tempat ini hanya tempat untuk membeli makanan ringan sebagai teman begadang dikosan, bukan sebagai tempat nongkrong.

Pepaya di tengah kota metropolitan

Sebagaimana kita ketahui buah-buahan merupakan sumber nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, kandungan serat dan gizi pada buah sangatlah baik untuk proses metabolisme tubuh, di Lampung saya membiasakan untuk mengkonsumsi buah setiap harinya seperti pisang, apel, jeruk, lengkeng,  dll, nah selama saya hidup merantau di Jakarta dalam rangka studi lanjut, konsumsi buah agak sedikit berkurang disebabkan kesibukan kegiatan perkuliahan, beruntung di jalan dari arah Kosan di Salemba menuju Kampus ada pedagang buah yang menjajakan dagangannya setiap pagi hingga larut malam, di lapak/gerobak pedagang tersebut tersedia beraneka ragam buah-buahan, mulai dari mangga, jeruk, pisang, pepaya, dsb, tinggal pilih sesuai selera, nah khusus untuk saya, saya pilih pepaya dengan pertimbangan simple untuk dikonsumsi karena buah tersebut sudah dipotong potong dan diwadahi plastik untuk satu kali makan, dan juga dengan harga relatif terjangkau, cukup merogoh kocek sebanyak Rp 1.500 saja (Murah Bukan), hampir setiap hari saya menjadi langganan si Bapak membeli buah pepaya, entah saya beli dipagi hari atau malam hari sepulang kuliah.

Ulasan informasi terkait kandungan gizi dan manfaat mengkonsumsi pepaya dapat dibaca pada dibawah,

Menurut VN Villegas dalam tulisannya yang dimuat Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang Dapat Dimakan, sekitar 60 persen buah pepaya yang masak dapat dimakan. Setiap 100 gram pepaya rata-rata mengandung 86,6 gram air, 0,5 gram protein, 0,3 gram lemak, 12,1 gram karbohidrat, 0,7 gram serat, 0,5 gram abu, 34 mg kalsium, 11 mg fosfor, 1 mg besi, 3 mg kalium, 450 mg vitamin A, 74 mg vitamin C, 0,03 mg tiamina, 0,5 mg niasina, dan 0,04 mg riboflavin. Nilai energinya 200 kJ/100 gram serta kandungan gula utamanya adalah sukrosa (48,3 persen), glukosa (29,8 persen), dan fruktosa (21,9 persen)
Continue reading “Pepaya di tengah kota metropolitan”

Kisah Perjalanan Sang Spider Kid

Kisah perjalanan sang spider kid ala Ahmad Rasya Algifarda terus berlanjut, pada saat umur ananda telah menginjak usia ke 10 bulan telah terjadi banyak perubahan drastis pada dirinya, saat ini sang spider kid tersebut sedang semangat-semangatnya mempelajari seluruh barang-barang baru yang berada disekitarnya, tak pelak seluruh barangpun bermaksud dijamahnya, mulai dari sepatu, meja, buku, kotak obat, kardus, ember, semuanya deh,  dan yang cukup mengagetkan adalah dari sekian banyak maenannya barang barang berbau elektronik adalah benda favorit yang menarik perhatiannya, kalo liat kabel charger, laptop, HP, hardisk portable, USB, mouse bedeuuhhhh langsung matanya ijo bergegas ingin segera menghampiri barang tersebut dan juga bermaksud melumatnya masuk ke mulut, apalagi kalo lihat HP BlackBery kepunyaan bundanya, brrr entah berapa banyak iler yang udeh nempel di HP tersebut sehingga berakibat sering Hang-Nya BB tsb.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=Zc_Lh0VbD7M]

Alhamdulillah jika melihat perkembangan sang Spider kid, menunjukkan bahwa ananda termasuk kedalam tipe Batita aktif, tentu saja ke-aktifan nya ini harus terus dibimbing dan diarahkan,  saat ini Ananda juga sudah lancar merangkak dan dalam proses belajar berjalan, setiap hari Bunda Rasya mengajari ananda untuk berani mulai berjalan meskipun baru sampai ke proses titah titah kaki, biasanya kalo week end saya sudah tiba dirumah dan mengajarkan hal-hal “Unik” lainnya kepada ananda. insya Alloh semoga papa dan bunda senantiasa diberikan kekuatan untuk mengarahkan-nya menjadi sosok manusia berpribadi dan berakhlak mulia, amin ya robbal alamin.

Macet nya Bandar Lampung

Apabila anda berkunjung ke Kota Bandar Lampung maka gambar disamping akan sering anda temui disepanjang jalan utama kota. terlihat bahwa kepadatan pengguna kendaraan baik roda empat maupun roda dua semakin nggak karu-karuan, kondisi ini diperparah lagi dengan tak kunjung usainya proyek pengerjaan jalan raya sepanjang Gedong Meneng- Labuhan Ratu – Koga – Hingga ke Kartini.  Puncak macet biasanya terjadi pada saat jam berangkat kerja mulai dari pukul 07.00 – 08.00 , jam istirahat 12.00-13.00 dan waktu pulang kerja 17.00-18.00 , sebagai ilustrasi setiap pagi saya mengantar istri bekerja start mulai jam 07.00 dengan tujuan Kantor BNI Syariah di Enggal dengan jarak sekitar 13 Km, nah dengan kendaraan roda empat membutuhkan waktu minimal 50 menit untuk menembus kemacetan hingga tiba di kantor istri dengan selamat, begitu pula sebaliknya pada saat pulang kerja berangkat dari kantor istri pukul 17.00 baru tiba di rumah sekitar pukul 18.00, Fiuuuhhhh ribet deh sekarang Bandar Lampung sudah mau ngalah-ngalahin macetnya Kota Jakarta, sangat disayangkan tidak ada solusi yang ditawarkan dari pihak pemerintah untuk mengatasi kemacetan ini, bahkan cendrung dibiarkan saja dengan konsekuensi tingkat kemacetan menjadi semakin parah.

Sebagai catatan di daerah koga terdapat puluhan putaran turn over jalur di sepanjang kira kira 3 Kilometer , inipun turut memperparah terjadinya kemacetan di Kota Bandar Lampung. Sebagai solusi sementara untuk memotong waktu tempuh saya menggunakan kendaraan roda dua dengan kemampuan bisa menghemat waktu hingga 50 %, lumayan sementara menunggu solusi konkrit dari pemerintah.

-Eof-

Restore SIM Card Mentar*

Dua minggu lalu handphone berikut SIM card Mentar* raib entah kemana, ruwet bin ribet pokoknya semua list contact hilang teman, rekan, kolega disana semua, mana itu nomer sudah saya gunakan semenjak zaman Ababil di bangku kuliah, bermodal info dari teman rupanya masih bisa untuk merestore nomer yang hilang ataupun rusak, baru sempat kemarin pagi untuk mendatangi gerai INDOS** bertempat di Woltermonginsidi Bandar Lampung, Alhamdulillah nomer tersebut bisa digantikan dengan SIMCARD baru dengan menunjukkan KTP asli serta membayar sejumlah Rp. 5.000 (untuk ganti chip kali) , selanjutnya tunggu selama 2 jam barulah kemudian dapat aktif kembali.

Setiba di rumah, saya coba simcard baru tersebut, kemudian muncullah logo INDOS**, alhamdulillah nomor lama tersebut masih dapat diselamatkan dengan sisa pulsa aktif Rp.14 dan masa aktif masih 2 bulan, hahaha rupanya nomer tersebut sudah dihabiskan sama si “penemu”, never mind no problemo yang penting nomer bisa kembali. buat rekan-rekan lain jika bermasalah dengan SIM card langsung saja datangi gerai Provider terdekat dan bawa KTP aktif, karena akan di crosscheck apakah nomor yang diregistrasikan sesuai dengan KTP.

That’s it.

Kelas Praktikum Basis Data MTI

Biasanya setiap Kamis sore ba’da perkuliahan selesai saya sudah bergegas bertolak pulang menuju Lampung, nah khusus untuk minggu ini ada perubahan jadwal perkuliahan dengan adanya praktikum yang diadakan tiap jum’at mulai  14 Oktober (hari ini),  jadwal pulang terpaksa dipending hingga jum’at sore. Praktikum jum’at ini diselenggarakan dalam rangka mensupport materi perkuliahan Teknologi System Basis Data (Oleh Pak Nizar/Bu Yova). Info dari System Perkuliahan Online asisten Praktikum Basis data adalah M.Budi Utama dan Irene Ully Havsa, entah beliau-beliau ini merupakan dosen tetap di Laboratorium ini , ataukah mahasiswa perpanjangan tangan dari dosen tetap pengampu mata kuliah, di Unila biasanya tim asisten praktikum untuk Mata Kuliah tertentu melibatkan mahasiswa denga reputasi baik terhadap Mata Kuliah yang pernah mereka ambil, sekilas tadi bertemu dengan Ibu Irene terlihat masih muda mungkin lebih tepat dipanggil mbak kali yah… (kemungkinan besar adalah murid dari Bu Yova/Pak Nizar). Its OK siapa pun asisten-nya tidak ada masalah yang penting bisa membantu rekan rekan selama praktikum berlangsung.

Kali pertama saya memasuki ruangan Lab Komputer MTI nuansanya nyaman dan sangat kondusif untuk kegiatan praktikum, disini disediakan komputer sebanyak 50 Unit dengan layar LCD Flat Screen merk FUJIT*U lengkap dengan furniture meja yang nyaman untuk digunakan. Ditambah lagi 4 unit AC On semakin memanjakan saya selama waktu menunggu praktikum Basis Data.  Aplikasi utama yang digunakan untuk praktikum System Basis Data ini adalah Oracle database 10g Express Edition, sebenernya sudah ada release terbaru yakni versi 11g Express Edition, mungkin pertimbangan asisten butuh waktu lagi apabila dilakukan upgrade ke versi oracle terbaru,  o iya kenapa ya mereka tidak menggunakan oracle full version yah ????  hmm mungkin karena biaya licence oracle yang selangit kali.


Selamat berpraktikum ria kawan-kawan.. Continue reading “Kelas Praktikum Basis Data MTI”

IPv6 Test Site

Ketemu link berikut untuk melakukan ujicoba koneksi dari jaringan IPv6 yakni  http://ipv6-test.com , fasilitas yang mereka sediakan meliputi connection test, speedtest, ping test, website, statistic, api,  sayang tidak ada fasilitas traceroute untuk mengetahui jalur IPv6 yang digunakan, bagi anda yang ingin coba traceroute/ping query bisa akses alamat http://lg.unila.ac.id (Support IPv4/IPv6).

Hasil pengujian yang saya lakukan dari server NS1 Unila adalah sebagai berikut,

Summary IPv4/IPv6 identification

Continue reading “IPv6 Test Site”