Unjuk Rasa Pati Bukti Keluhan Masyarakat Dapat Berubah Jadi Kemarahan Massa

ranjana.id – Unjuk rasa masyarakat Pati (13/8/2025) menjadi menarik karena kemarahan rakyat benar-benar menemukan bentuknya. Warga tidak berhenti pada level mengeluh tapi mereka keluar dari rumah, berkumpul dan mengorganisir diri. Unjuk rasa protes masyarakat Pati lahir dengan tuntutan tidak hanya pembatalan atau revisi kenaikan PBB tapi juga menuntut Bupati Sudewo untuk mundur. Kejadian unjuk rasa di Pati merupakan salah satu potret realitas sosial di Indonesia yang diperbincangkan banyak orang dan kalangan. Dodi Faedlulloh, Koordinator Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) … Continue Reading →

Gerakan Rimpang dan Rekoneksi Politik Kelas

Oleh: Dodi Faedlulloh ARTIKEL Abdil Mughis Mudhoffir yang menyebut gerakan rimpang sebagai bahaya laten memiliki implikasi penting dalam merefleksikan arah gerakan sosial hari ini. Gerakan rimpang, seperti yang telah diulas Fathimah Fildzah Izzati dan Rio Apinino, memiliki problem inheren: ketiadaan arah yang jelas dalam menyerang struktur kekuasaan dan merebut ruang politik. Akibatnya, bentuk perlawanan ini kerap kali menjadi seperti seremonial atau perayaan perlawanan. Saya sepakat bahwa gerakan rimpang harus “ditransformasikan” menjadi gerakan berbasis kelas, namun menyebutnya sebagai “bahaya laten” juga menyimpan persoalan. … Continue Reading →

Mendesak Evidence-Based Policy Program Koperasi Desa Merah Putih

Oleh: Dodi Faedlulloh PERNYATAAN Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi bahwa pembentukan 80.000 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dilakukan dengan “separuh insting, separuh teknokrasi”, patut dikritisi. Hal itu merupakan pengakuan yang problematik dalam konteks tata kelola kebijakan publik yang seharusnya mengedepankan prinsip evidence-based policy (EBP). Di tengah tantangan sosial-ekonomi perdesaan yang kompleks, membangun koperasi secara masif tanpa peta jalan berbasis data, riset, dan uji coba justru berisiko menambah daftar kegagalan koperasi. Salah satu pelajaran penting dari masa lalu adalah runtuhnya … Continue Reading →

Sekolah Rakyat: Kebijakan yang Tak Sentuh Akar Masalah Pendidikan

Bau amis menguar di Tempat Pelelangan Ikan Gudang Lelang, Bumi Waras, Bandar Lampung. Suara riuh orang-orang yang mencari ikan segar memenuhi udara. Aditya Pratama (24) dengan cekatan menyusun puluhan ekor tongkol komo. Ikan-ikan itu beratnya sekitar 2 kg per ekor, dan dijual seharga Rp25 ribu per kg. Tongkol komo digemari karena cocok dibuat sambal atau digoreng kering. Ia juga menawarkan jenis ikan lain, seperti kembung dan kerapu. Pekerjaan ini telah menjadi rutinitasnya sejak berhenti sekolah pada 2020. Aditya meninggalkan sekolah … Continue Reading →