Doktor Honoris Causa: Gelar Bergengsi atau Alat Politik?

Oleh: Dodi Faedlulloh Pemberian gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) oleh perguruan tinggi kepada para pejabat publik kembali menjadi sorotan. Dalam satu minggu terakhir, Universitas Lampung (Unila) memberikan gelar tersebut kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dan mantan Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi atau Herman HN. Secara normatif, gelar Doktor Honoris Causa merupakan penghargaan kehormatan yang diberikan oleh universitas kepada individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, kemanusiaan, atau masyarakat. Penerima gelar ini … Continue Reading →

Kerja, Kesadaran, dan Kesenangan akan Penderitaan

Oleh: Dodi Faedlulloh Kerja dalam atmosfer kapitalisme adalah alienasi. Detik per detik dan setiap keringat yang keluar adalah eksploitasi karena para pekerja dicuri nilai lebihnya. Tapi alineasi itu bisa menjadi sekedar rasa. Toh, banyak dari pekerja yang turut ikhlas dari memiliki sense of belong yang tinggi terhadap perusahaan. Jadi apapun kerjanya, seberapa lama lemburnya itu hanyalah secercah proses pencarian rezeki. Bagi para sang kritis, inilah yang disebut-sebut sebagai kesadaran palsu. Semangat yang menggebu para pekerja tak lain merupakan bentuk kesadaran … Continue Reading →

Refleksi 65 Tahun SMAN SATAS: Pendidikan, Pandemi dan Kemanusiaan

Dodi Faedlulloh Alumni SMAN 1 Tasikmalaya, saat ini mengabdi sebagai Dosen di Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Universitas Lampung Dunia pendidikan secara global tengah mengalami tantangan yang luar biasa di kala pandemi. Tidak hanya pada substansi proses pembelajaran, tapi juga beberapa prasyarat penting dalam pendidikan pun terkena dampak. Memang, pada dasarnya dalam setiap perubahan zaman, dunia pendidikan harus bersikap agile menghadapi transformasi. Tetapi di tengah pandemi Covid-19, banyak hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sekolah harus ditutup, tapi pembelajaran mesti terus … Continue Reading →

Pandemi COVID-19 menunjukkan kerja dari rumah memungkinkan bagi ASN

Oleh: Dodi Faedlulloh Di tengah kondisi darurat pandemi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) membuat kebijakan strategis tentang kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan tersebut diperpanjang hingga 13 Mei 2020 karena mempertimbangkan kesehatan masyarakat dan kondisi bencana nasional. Bila situasi belum membaik, kebijakan WFH bagi ASN mungkin bisa kembali diperpanjang. Bahkan sebelum wabah COVID-19 menyerang, pemerintah sudah mulai mengenalkan konsep kerja dari rumah bagi ASN sebagai arah kerja birokrasi yang lebih produktif dan fleksibel. Dalam beberapa studi, aktivitas WFH … Continue Reading →