Ada beberapa alasan mengapa yang sangat mendasar mengapa para seniman sebaiknya menjadi seorang pejabat atau pembuat kebijakan. Tulisan ini ditujukan untuk mereka yang belum mengetahui kelebihan seorang seniman entah itu seniman tari, musik , teater atau perupa. Ada beberapa keuntungan menjadi seorang seniman, hal yang paling ideoligis adalah: seoarang seniman mampu mengumbar dan menjelajahi wilayah imajinya sendiri lewat kendaraan yang bernama kreativitas. Secara fisiologis, otak kanan berhubungan dengan musik dan seni, subyektivitas, intuisi, kretivitas, imajinasi, emosi, sedangkan otak kiri analisis, matematis, logis dan perimbangan. Seniman terbiasa untuk melakukan pengasahan otak kanan lewat proses kreatif. Proses kreatif bisa berupa penciptaan karya musik, membuat lukisan atau gambar perspektif, kreasi tari dan garapan opera modern dalam dunia teater. Seniman terbiasa melakukan kalkulasi-kalkulasi imajinatif yang membuahkan karya, bermain keindahan bukan pada ranah auditif maupun visual tetapi soal rasa.
Seni dan Matematik
Ada beberapa alasan mengapa negeri atau suatu daerah sulit sekali mengalami kemajuan, karena pemahaman matematikanya rendah. Kita menganggap bahwa matematika adalah berbicara soal logika. Hal tersebut dapat diterima, tetapi mengapa korupsi masih banyak di negeri ini? Kalau para pejabat yang korupsi tersebut memahami ilmu pasti secara nyata, tentu akan berpikir seribu kali untuk melakukannya, karena matematika dalah ilmu pasti dan berkenaan dengan sebab akibat. Jika menerapkan logika, tentu seseorang akan sadar bahwa ada konsekuensi hukum yang besar apabila menerima uang di luar hak-haknya, tentu ada hukuman yang berat jika menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan. Kenyataanya tidaklah begitu, para pelaku korupsi tidak berpikir secara logis bahwa ada konsekuensi hukum yang akan diterimanya saat ia korupsi. Ini berarti ia belum menerapkan matematika dalam kehidupannya.
Seni merupakan cabang ilmu filsafat yang menelusuri tentang keindahan. Matematika mengajarkan 1+1 = 2, seni memiliki pandangan 1+1 belum tentu 2, tetapi dibahasakan dengan keindahan yang dapat diterima. Matematika dalam seni tidak digunakan untuk melogikakan sesuatu tetapi membahasakan sesuatu. Sebagai contoh: lukisan abstrak yang menurut banyak orang “tidak jelas”, karena logikanya menganggap bahwa yang jelas itu berwujud, misalnya simetris. Logikanya berbicara bahwa lukisan yang baik adalah lukisan yang jelas wujudnya, simetris dan terukur seperti lukisan objek atau benda. Sementara seni memiliki bahasa lain akan keindahan, ketidakjelasan tadi merupakan keindahan di mata seni. Bahasa merupakan kesepakatan, dan seharusnya matematikapun demikian. Kesepakatan tersebut dimaknai sebagai seni atau keindahan.
Seniman Harus Tahu
Seorang seniman harus menyadari bahwa keberadaanya bisa saja membawa perubahan yang sangat besar. Dengan berbekal kreativitas mereka dapat menciptakan karya yang luar biasa. Seoarang seniman memiliki wilayah pijakan yang luas, bisa berdiri dimana saja dan tidak memiliki tanggung jawab apapun terhadap berbagai kepentingan. Namun dalam kehidupan berbangsa, seniman juga tidak memiliki kekuatan politik dalam menentukan wilayahnya sendiri. Sehingga seniman harus dapat membuat strategi bagaimana mengatur kehidupannya sendiri agar dapat bertahan hidup (dengan berkesenian saja tentunya).
Saat seorang seniman membentuk sebuah komunitas dan komunitas tersebut memiliki visi dan aspirasi khusus, tentu ada harapan yang dibangung dan diwujudkan. Dalam mewujudkan harapan-harapan tersebut tidak selalu mulus atau tanpa kendala, kendala-kendala inilah yang terkadang tidak dapat ditangani. Misalnya, komunitas seniman jalanan yang ingin di aspiranya di dengar oleh pemerintah.Tindakan yang mungkin dilakukan adalah melukis dinding jalanan dengan pesan aspirasi, jika ia seorang seniman lukis, membuat lagu yang memuat lirik kritik pemerintahan jika ia seorang musisi, membuat pertunjukan teater dengan tema sindiran. Menurut anda apakah mungkin aspirasi yang disuarakan hanya dengan bekesenian tersebut dapat diterima? Ini merupakan alasan pertama mengapa seorang seniman sebaiknya jadi pejabat atau bagian dari pemerintah.
Alasan selanjutnya, seniman mampu merubah dunia hanya dengan imajinasi. Apakah seorang Bill Gates tidak bermimpi untuk membuat Microsoft? apakah Einstein tidak bermimpi untuk dapat terbang melalui teori gravitasi? apakah Wright bersaudara tidak punya mimpi untuk dapat terbang sebelum menciptakan pesawat? semua itu dimulai melalui imajinasi yang dimanifestasikan dalam ilmu-ilmu. Otak kanan yang terasah dengan baik mampu membuat perubahan, inovasi, produk-produk yang digunakan untuk kepentingan orang banyak. Mungkin pemimpin seperti ini yang dikatakan ideal, atau setidaknya memiliki modal kreatif.
Level tertinggi dari seorang seniman adalah rasa. Rasa digunakan sebagai indikator dalam melakukan tindakan apapun. Seorang pemimpin yang hanya berpikir matematis, merancang segala sesuatu berdasarkan rumus dan analisis kalkulasi, tetapi menghilangkan unsur humanisnya.
