April 30, 2026
ty

Judul Buku: Komunikasi Seni: Sebuah Telaah dalam Konteks Kearifan Lokal

Penulis:

Richard Jr Kapoyos, Eka Titi Andaryani, Emah Winangsit, Nike Suryani, Fajry Sub’haan Syah Sinaga, Moh Faturrahman, Laila Fitriah, Riyan Hidayatullah, Alfa Kristanto, Putri Yanuarita S., Bandi Sobandi

Editor: Dr. Syakir Muaharrar, M.Sn.

Penerbit: Jurusan Seni Rupa FBS UNNES

Cetakan Pertama, 2021

ISBN: 978-623-94538-3-1

Deskripsi:

Buku yang ditulis, dan ini merupakan buku ke-dua dari mereka,
dibungkus dalam tema pendidikan seni dalam konteks komunikasi
seni. Komunikasi Seni merupakan mata kuliah pilihan yang
ditawarkan kepada mahasiswa S3 Program Dotor Pendidikan Seni
di Unnes di semseter 3, untuk mendalami dan meningkatkan
pemahaman teoretik dengan memandang seni sebagai media
komunikasi dalam pendidikan. Dalam hal ini, pertama-tama seni
dilihat dalam konteks sosial, artinya seni bukan semata-mata
berupa bentuk ekspresi individu melainkan sebuah pesan –simbol
dan maknanya atau bentuk dan isinya—untuk mengikat
pemahaman bersama dalam interaksi sosial insan yang terlibat di
dalamnya. Manusia, sesungguhnya, merupakan makhluk sosial. Ia
tumbuh dan berkembang secara sosial menuju kedewasaannya.
Dalam perkembangan peradaban manusia, di manapun dan
kapanpun, senantiasa tercatat bahwa seni selalu menyertai dalam
melengkapi kemampuan intelektual manusia. Seni menjadi bagian
tidak terpisahkan bersama-sama dengan ilmu pengetahuan dan
teknologi menjadi soko utama dalam pencapaian peradaban. Dan,
secara tersirat juga tersurat dalam kehidupan manusia, proses
pencapaian peradaban itu dapat dan telah berlangsung melalui
proses pendidikan secara menyeluruh dalam berbagai bentuk dan
sifatnya, dalam kategori tempat (sekolah, keluarga, dan masyarkat)
yang terlaksana secara formal, nonformal, dan/atau informal.
Buku yang ditulis oleh mahasiswa S3 Program Doktor Pendidikan
Seni ini secara khusus memandang Nusantara sebagai sumber
yang potensial untuk memajukan peradaban yang memiliki dasar
kuat dalam pengukuhan identitas masyarakat di satu segi dan
penegasan integrasi bangsa di segi lainnya. Oleh karena itu, isuisu
yang terkait dengan ke-Nusantara-an inilah yang menjadi
topik utamanya. Pembahasan isu-isu tersebut, memang didasari
oleh kenyataan bahwa ke-Nusantara-an dewasa ini menghadapi
tantangan yang disebabkan oleh perubahan-perubahan yang
terjadi, baik di dunia maupun dalam interaksi internal lokalitasnya.
Berkaitan dengan hal itu, dengan memandang seni sebagai media
komunikasi yang efektif, sekaligus juga menempatkannya sebagai
unsur kebudayaan yang strategis, pembahasan dalam buku ini
menegaskan bahwa seni merupakan media yang halus untuk
mempertautkan perbedaan-perbedaan budaya dalam jejaring
yang bersifat empatetik dan apresiatif. Melaluinya, dialog
terbebas dari prasangka dan juga tekanan-tekanan yang bersifat
fisik dan dangkal. Seni merupakan media komunikasi yang
memberi ruang untuk mewujudkan makna tentang dinamika
kehidupan yang terjadi yang menjembatani persaudaraan dari
masa ke masa; tentang cerita masa lalu, hidup yang dijalani
semasa ini, dan harapan serta cita-cita di masa depan.
Demikian, buku yang berisikan sekumpulan tulisan yang berkaitan
dengan isu dalam seni (dalam konteks Komunikasi Seni) ini,
mudah-mudahn dapat membuka pemahaman baru, pemaknaan
dan paradigma alternatif dalam memahami persoalan seni Nusantara,
khususnya dalam pelestarian dan pengembangannya.
Sumbangan pemikiran dari para penulis buku ini semoga dapat
memperkaya pemahaman budaya kita, dan masyarakat akademik
pada umumnya, tentang berbagai hal yang berkaitan dengan ke-
Nusantara-an, dalam rangka memajukan seni, ilmu pengetahuan,
dan teknologi yang bersumber dari kawasan Nusantara.

Kajian budaya khususnya bidang seni dapat diselami dengan
berbagai pendekatan atau sudut pandang dari berbagai disiplim
ilmu dan teori sebagai piranti analisis dan penjelas. Tulisan dalam
buku ini menyajikan hasil telaah seni dengan perpektif komunikasi
yang lebih tepat disebut sebagai komunikasi seni dalam ragam
fenomena dan problematika. Keragaman tersebut merupakan
hasil telaah eksploratif yang muncul dari pembacaan teks budaya
dan seni dengan berbagai keunikannya. Pembacaan teks yang
telah dilakukan oleh insan akademis mahasiswa Program Doktor
Pendidikan Seni Pascasarjana UNNES ini menjadi varian narasi atas
pengkajian seni dalam dimensi yang lebih luas dan lentur.
Pembacaan seni dalam perpektif komunikasi ini dapat
merepresentasikan makna berbagai dimensi baik estetis maupun
simbolis. Bahkan ranah yang lebih kompleks yang menyentuh
persoalan edukasi, politis, identitas hingga spiritualitas dengan
pendekatan interdisiplin.
Memposisikan seni dalam konteks komunikasi, dapat menjadi
sebuah media atau sebuah sistem komunikasi tersendiri yang
mana hal ini menegaskan bahwa eksistensi seni tidak bisa lepas
dari dimensi kehidupan manusia. Dari zaman kuno, orang telah
menggunakan gambar untuk berkomunikasi sebelum mengenal
tulisan yang berarti pula seni sejalan dengan perjalanan
peradaban manusia yang selalu lekat dengan sistem tanda. Dalam
konteks kekinian, pembacaan seni sebagai media dan sistem
komunikasi menjadi metanarasi yang senantiasa membuka ruang
bagi akademisi untuk mengkaji hingga meretas teori. Sistem
komunikasi yang tercipta, baik lingkup intrapersonal,
interpersonal, kelompok hingga komunikasi massa.
Seni adalah matra yang menjadi medium dan sistem komunikasi,
baik komunikasi musikalistik, kinestetik, dramatik, maupun
komunikasi visualistik. Maka apa yang tersaji dalam buku ini dapat
menjadi narasi dalam konteks komunkasi seni yang terbangun
dari realita seni dengan segala ragam dan keunikannya.

(Klik untuk mengakses artikel Riyan Hidayatullah dalam buku ini)