Judul Buku: Diskursus Pendidikan Seni Hari Ini
Penulis:
Penulis:
Alfa Kristanto, Bandi Sobandi, Eka Titi Andaryani,
Emah Winangsit, Fajry Sub’haan Syah Sinaga,
Laila Fitriah, Moh Fathurrahman, Nike Suryani,
Putri Yanuarita Sutikno, Richard Junior Kapoyos,
Riyan Hidayatullah
Halaman: xvi – 218 halaman
ISBN: 978-602-5908-20-0
Cetakan Pertama: Agustus 2020
Diterbitkan oleh:
Penerbit Quantum Yogyakarta (Anggota IKAPI)
Daftar Isi:
Chapter 1
Memaknai Kebebasan Dalam Beraktivitas Seni Rupa: Sebuah
Kajian Dari Perspektif Konstruktivis
Moh. Fathurrahman ― 1
Chapter 2
Keistimewaan Pendidikan Seni
Alfa Kristanto ― 13
Chapter 3
Idealisme Dan Realisme Sebagai Pendukung Filsafat
Esensialisme Sebagai Ideologi Dalam Pendidikan Seni Di
Indonesia
Richard Junior Kapoyos ― 25
Chapter 4
Pendidikan Seni Musik Menguatkan Karakter Siswa Di Era
Digital
Putri Yanuarita Sutikno ― 53
Chapter 5
Konsep Pendidikan Seni Musik Sekolah Dasar Di Indonesia
Eka Titi Andaryani ― 77
Chapter 6
Ideologi Pendidikan Melalui Pendidikan Seni Musik Tradisi
Dalam Sebuah Kreativitas
Laila Fitriah ― 97
Chapter 7
Memahami Ekosistem Pendidikan Seni
Fajry Sub’haan Syah Sinaga ― 107
Chapter 8
Pendidikan Seni di Era Digital
Riyan Hidayatullah ― 129
Chapter 9
Guru “Seni” Kreatif Dalam Konteks Pendidikan Anak Usia
Dini
Emah Winangsit ― 155
Chapter 10
Ideologi Pendidikan Seni: Sebuah Sumbangan Konstruksi
Pemikiran
Nike Suryani ― 165
Chapter 11
Pendidikan Apresiasi: Upaya Menumbuhkan dan
Mempertahankan Kesadaran Budaya Bangsa
Bandi Sobandi ― 179
Deskripsi:
Buku Pendidikan Seni Hari ini yang ditulis para
mahasiswa program doktor Pendidikan Seni
Pascasarjana Universitas Negeri Semarang ini,
merupakan wujud kreativitas dan penuangan ide/gagasan
tentang berbagai Paradigma, Ideologi, Konsep, ekosistem dan
teknologi pembelajaran seni dalam Pendidikan Seni. Seperti
kita ketahui bersama bahwa tujuan Pendidikan seni adalah
diharapkan peserta didik (1) Memiliki pengetahuan tentang
hakekat karya seni dan prosedur penciptaannya, (2) Memiliki
kepekaan rasa yang memungkinkannya untuk mencerap
nilai-nilai keindahan yang ada di sekelilingnya serta membuat
penilaian yang sensitif terhadap kualitas artistik suatu karya
seni, dan (3) Memiliki keterampilan yang memungkinkannya
untuk berekspresi melalui media rupa, bunyi/suara, gerak
atau lakon secara lancar atau menciptakan karya seni untuk
kehidupan pribadi dan sosialnya.
Sebuah konsep atau paradigma Pendidikan Seni selalu
dimulai dengan filosofi, epistimologi dan aksiologi pendidikan
seni itu sendiri yang memuat asumsi-asumsi Teoretik,
metodologi, analisis, sintesis dan evaluasi. Maka buku ini layak
untuk dibaca para mahasiswa, guru dan dosen pendidikan Seni
agar memiliki wacana yang luas tentang berbagai konsep,
teori sebagai landasan berpijak dalam mengembangkan pendidikan
seni. Selanjutnya dapat digunakan sebagai pijakan untuk
berkreasi, berinovasi dan mengembangkan proses pendidikan
seni yang sesuai dengan ideologi pendidikan seni.
Proses pendidikan seni yang menekankan pada unsur
estetika, kreativitas, ekspresi dan respons, selanjutnya
membutuhkan sentuhan teknologi dalam pengembangannya.
Untuk itulah diperlukan pengembangan pendidikan seni
di era digital ini. Buku ini sangat menarik dan perlu dibaca
untuk menguatkan dan meneguhkan hakikat Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan nilai dan budaya (Education
Through Arts).
Pendidikan seni sebagai sebuah disiplin ilmu,
meniscayakan posisinya dalam peta ilmu pengetahuan
sebagai bidang yang dapat dikaji dari aspek ontologis,
epistemolgis, dan aksiologis. Sebagai ilmu pengetahuan yang
berada pada rumpun ilmu-ilmu humaniora, secara ontologis,
pendidikan seni mempersoalkan hakikat keberadaan seni
sebagai media pendidikan dengan tujuan untuk membentuk
segi-segi manusia dan kemanusiaan yang memiliki kepekaan
estetik dan kemampuan artistik melalui kegiatan kreatif,
ekspresif, dan apresiatif. Dalam perspektif epistemologis,
pendidikan seni memerlukan suatu strategi dan/atau metode
yang bersifat paradigmatis untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Sementara itu, secara aksiologis, tak dapat dinafikan bahwa
melalui pendidikan seni, dapat diperoleh manfaat berupa
nilai-nilai yang berorientasi pada upaya memanusiakan
manusia seutuhnya sebagai mahluk yang memiliki kapasitas
kreatif dan kesadaran budaya. Dengan demikian, pendidikan
seni sebagai ilmu pengetahuan, bukanlah sekadar urusan yang
hanya mengusung hal-hal teknis pembelajaran di kelas semata,
tetapi ia perlu dilihat dan dipahami secara holistik pada ranah
filosofis-ideologis, paradigmatis, dan aksiologisnya.
Dalam kerangka itulah, saya melihat dan memahami
buku yang berjudul “Diskursus Pendidikan Seni Hari Ini” yang
ditulis oleh para mahasiswa Program Doktor Pendidikan Seni
Pascasarjana Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2019.
Tulisan dalam buku ini sesungguhnya hasil kreativitas
akademik mahasiswa yang bersumber dari tugas pembuatan
makalah dalam “Mata Kuliah Isu dan Paradigma dalam
Pendidikan Seni”. Judul dan uraian yang dipaparkan oleh
setiap penulis dalam buku ini, sekurang-kurangnya berisi
gagasan-gagasan yang berorientasi pada isu-isu yang bersifat
filosofis-ideologis, paradigmatis, dan aksiologis tentang
pendidikan seni. Hal ini, tentu, relevan dengan kapasitasnya
sebagai mahasiswa calon doktor pendidikan seni.