Dosen Juga Buruh

Dalam dunia pendidikan tinggi, dosen menjalankan peran penting karena punya tanggung jawab dalam kerja-kerja pengetahuan dan mendidik generasi masa depan. Namun, terlepas dari pentingnya pekerjaan, dosen sering kali menjadi sasaran kerentanan kerja yang merusak kebebasan akademik dan kesejahteraan mereka. Bahkan, dalam konteks Indonesia, problem birokratisasi dan administrasi semakin memperkuat belenggu ruang gerak dosen. Terakhir, yang sempat menjadi trigger bagi dosen di Indonesia adalah kehadiran Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional. Di hadapan kapitalisme … Continue Reading →

Peran Akademisi dalam Membangun Kembali Ruang Publik

Oleh: Dodi Faedlulloh DEMOKRASI tidak melulu soal konsensus. Demokrasi justru terus akan berdenyut ketika disensus berjalan. Perselisihan dan ketidaksepakatan akan menciptakan ketegangan kreatif, sehingga menghidupkan demokrasi sebagaimana mestinya. Di tengah kepungan oligarki, demokrasi hanya akan menghasilkan konsensus berwatak elitis. Hal ini yang patut diwaspadai. Saat ini, demokrasi bisa menemui ajalnya melalui jalur-jalur yang justru demokratis (Levitsky & Ziblatt: 2019). Untuk menangkal kooptasi elit dan oligarki, maka publik harus bisa mengambil perannya kembali sebagai demos. Peran tersebut bisa direalisasi dengan cara membangun kembali … Continue Reading →

Pengamat Desak Menpora Rangkul Semua Komunitas Pemuda: Tak Cuma Ormas Kepemudaan yang Sering Diakomodasi Sebelumnya

  Suara.com – Pelantikan Dito Ariotedjo menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru menggantikan Zainuddin Amali diharapkan menjadi representasi anak muda di dalam Kabinet Koalisi Indonesia Maju. Meski hanya meneruskan hingga sekitar 1,5 tahun mendatang, Dito diharapkan bisa merangkul komunitas-komunitas kepemudaan. Pengamat Kebijakan Dodi Faedlulloh mengemukakan, saat ini yang menjadi tantangan bagi Dito yakni membuat gebrakan cepat dalam transformasi dalam dunia olahraga di Indonesia maupun kepemudaan. “Dito Ariotedjo harus mulai lebih inklusif dengan merangkul komunitas-komunitas kepemudaan yang tidak hanya berasal dari dominasi organisasi kepemudaan yang sudah … Continue Reading →

Dipenjara Minimal 2 Tahun, ASN Bisa Diberhentikan Tidak Hormat

Bandar Lampung (Lampost.co) — Akademisi dari Universitas Lampung (Unila) Dodi Faedlulloh mengatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) terbukti melanggar hukum dapat diberhentikan dengan tidak hormat. Terlebih apabila dalam hasil penyelidikan pihak penegak hukum serta divonis oleh pengadilan terbukti bersalah, dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan hukuman kurungan minimal waktu 2 tahun, terlebih itu seorang pegawai negara maka dapat diberhentikan. “Kalau sampai dipenjara minimal 2 tahun, ASN bisa diberhentikan dengan tidak hormat, sesuai dengan UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 87 ayat … Continue Reading →