Ucapan Terima Kasih

Teks ini merupakan draf ucapan terima kasih yang awalnya saya susun untuk dimasukkan dalam buku saya. Namun, karena pertimbangan tertentu dari pihak penerbit serta demi menjaga fokus terhadap substansi utama buku, bagian ini akhirnya tidak dimasukkan dalam naskah final. Meskipun demikian, saya tetap merasa penting untuk mengungkapkan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam proses penulisan dan penerbitan buku ini. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membagikan draf ucapan terima kasih ini melalui blog pribadi saya, agar tetap dapat … Continue Reading →

Rekonsolidasi Militer dalam Pemerintahan Sipil: Menuju Toxic Governance?

Oleh: Dodi Faedlulloh* Disetujuinya Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) menandai titik balik penting dalam perkembangan demokrasi Indonesia, karena berpotensi mengancam fondasi supremasi sipil. Dengan melegitimasi keterlibatan militer dalam pemerintahan sipil, kebijakan ini menghidupkan kembali doktrin dwifungsi yang telah lama ditinggalkan pasca-Reformasi 1998. Selain permasalahan dalam proses penyusunannya, implikasi dari disahkannya RUU ini sangat serius. Secara normatif, militer merupakan alat negara yang bertugas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, sedangkan keputusan politik berada di tangan pemimpin sipil yang dipilih secara … Continue Reading →

“Aktivisme Borjuis” Lebih Berharga ketimbang Pengorganisasian Kelas yang Hanya di Kepala

Oleh: Dodi Faedlulloh Tulisan Mughis dan Rafiqa di Project Multatuli perlu mendapatkan tanggapan kritis. Mereka mengkritik gerakan Peringatan Darurat beberapa hari lalu sebagai bentuk “Aktivisme Borjuis” yang dianggap reaktif dan moralis. Saya ingin langsung menanggapi bahwa esai tersebut justru mencerminkan bentuk kenaifan yang kerap menjangkiti para akademisi cum intelektual kiri. Dengan nada superioritas yang khas abang-abangan kiri, penggunaan diksi seperti “merengek”, “naif”, “menyedihkan”, dan “tidak berguna” justru meremehkan kemarahan dan gerakat rakyat. Kenaifan ini berakar pada idealisme tentang bagaimana kehidupan politik dan gerakan … Continue Reading →

Menimbang Koperasi Perumahan

Oleh: Dodi Faedlulloh* SEBELUM akhirnya diputuskan ditunda, rencana Pemerintah terkait kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) menuai banyak kritik. Terlepas dari proses ideasi kebijakan yang rendah partisipasi (meaningful participation), secara substansi kebijakan tersebut bermasalah karena mengharuskan seluruh masyarakat dipotong pendapatannya. Bahkan, secara empiris, model pungutan otomatis yang sudah berjalan justru banyak salah kelola, alih-alih ciptakan solusi. Perumahan memang isu krusial dan perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah. Anak-anak muda kita terancam tidak memiliki rumah. Riset Populix menemukan bahwa 61 persen anak … Continue Reading →