Dalam melakukan rutinitas sehari-hari umumnya manusia tida terlepas dari musik. Memutar musik di mobil saat menuju kantor, atau mendegarkan musik saat memasak adalah hal yang umum dilakukan. Setiap orang bebas memilih jenis musik apa saja yang mereka sukai dan ingin didengar. Mulai dari musik popuper hingga musik indie yang hanya dinikmati oleh beberapa kalangan saja. Dalam pengertian sederhana, musik populer adalah musik yang banyak diminati sedangkan musik indie sebaliknya. Secara produksi, musik populer dan musik indie telah mengalami asimilasi. Jika beberapa tahun lalu musisi harus masuk ke label-label besar terlebih dahulu untuk memasarkan musiknya, saat ini semua proses itu mampu dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja dengan biaya yang jauh lebih murah. Cara-cara ini adalah proses yang terdapat musik indie beberapa waktu lalu. Selain istilah musik populer-indie, diskusi tentang musik industri dan musik seni juga menarik untuk dibicarakan.
Secara umum musik dibedakan menjadi dua: (1) musik industr; dan (2) musik seni. Istilah ini belum banyak muncul di dunia akademi, atau mungkin dengan penggunaan istilah lain. Tetapi intinya adalah pengelompokkan antara orientasi musik pasar dan yang Ā sifatnya sangat personal. Perlu dibedakan istilah industri musik dan musik industri. Industri m usik adalah tatanan ekosistem musik yang memiliki kelas-kelas tersendiri. Musik jazz atau klasik misalnya, adalah bagian dari industri musik yang memiliki penikmat sendiri. Terlepas seberapa banyak yang yang menikmati tentu tidak dapat dibandingkan dengan musik pop atau semacamnya. Sedangkan musik industri identik dengan gaya, genre, atau estetika musik yang umumnya telah memiliki ciri atau standarisasi āala industriā. Misalnya musik yang saat ini populer adalah genre atau gaya musik yang menonjolkan āsoundā elektronik, dengan komposisi musik yang sederhana. Chord-chord yang digunakan dalam lagu umumnya hanya 4-6 chord. Musik industri sangat melodius, dan bergaya āsing alongā, karena memang diciptakan untuk penikmatnya dalam jumlah besar. Dalam proses kreatifnya, musik industri sangat memikirkan psikologi pasar (pendengar), karena tolok uku bagus atau tidaknya musik terletak pada aspek penjualan musik itu sendiri. Jika musik meraup banyak keuntungan, maka bisa dikatakan musik industri telah sukses.
Musik seni adalah musik yang terbebas dari bayang-bayang industri, tidak meikirkan laku atau tidak, enak atau tidak, tetapi fokus pada ide-ide musiknya saja. Jika ada yang mengapresiasi, musik ini naik kelas bahkan bisa berubah ke ranah industri. Ā Aspek-aspek estetika masih sangat dipertimbangkan dalam musik seni, komposer masih sangat peduli pada kekuatan ide, prinsip-prinsip yang ideal, atau teknik bermain tingkat tinggi (virtuoso). Dalam musik jazz, tingkat tertinggi seorang musisi adalah menciptakan improvisasi yang berkelas, pengembangan tema dan kalimat yang baik, serta pulihan āscaleā yang rumit. Sementara dalam musik klasik tingkat estetik (seni) terletak pada interpretasi, komposisi, harmonisasi instrumen, dinamika, dan lain-lain.
Jenis musik seni umumnya berkembang di komunitas-komunitas yang memiliki pergerakan yang cukup sempit. Komunitas adalah ruang kecil yang mampu menerima musik dengan ketertarikan yang sama satu dengan yang lain. Berbagai komunitas dibentuk, mulai dari musik metal, jazz, blues, country, kontemporer, dan masih banyak lagi. Tujuan mereka adalah menjaga budaya musik tertentu di satu tempat dan menyebarkannya ke masyarakat luas.