Pengamat Nilai Pembangunan Jembatan ke Masjid Al-Furqon Tak Sesuai Kebutuhan Publik

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berencana membangun jembatan penyeberangan yang menghubungkan gedung parkir menuju Masjid Agung Al-Furqon. Jembatan tersebut dibangun dengan tujuan mempermudah akses menuju tempat ibadah.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik, Dodi Faedlulloh menilai pembangunan jembatan penyeberangan itu tidak sesuai dengan kebutuhan publik. Malah terkesan hanya keinginan publik untuk estetika.

“Ya kalau kondisinya di lingkungan Pemkot Bandar Lampung sudah memiliki masjid maka tidak urgent jika jembatan penyeberangan tersebut dibangun. Seharusnya meramaikan masjid yang lebih dekat,” kata Dodi Faedlulloh, Minggu (8/1).

Menurutnya, sebuah kebijakan ataupun program yang dibuat pemerintah dapat ditinjau dari kebutuhan publik atau hanya keinginan publik. Jika kebijakan itu untuk kebutuhan publik maka perlu dijalankan.

“Namun hari ini banyak sekali program pembangunan yang seringkali hanya untuk estetika,” ujarnya.

Dodi Faedlulloh menyarankan agar pemerintah lebih fokus dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan penangan inflasi pasca kenaikan BBM.

“Walaupun PPKM telah dicabut namun permasalahn turunnya belum usai, sehingga diharapkan pemerintah fokus menyelesaikan hal itu,” jelasnya.

Perlu diketahui, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan mengaku telah mengalokasikan dana sekitar Rp2 miliar untuk pembangunan jembatan penyeberangan yang terhubung dari lantai tiga gedung parkir hingga halaman Masjid Agung Al-Furqon. Diperkirakan dibangun dengan luas 2-3 meter.

Sumber: https://www.rmollampung.id/pengamat-nilai-pembangunan-jembatan-ke-masjid-al-furqon-tak-sesuai-kebutuhan-publik

Leave a Comment