Lecture

PPGSD

Panduan Workshop Asesmen

1. Panduan Workshop PPGSD-IPA

  1. 1.               PANDUAN WORKSHOP PENGEMBANGAN SILABUS BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER

(a)     Pengertian

Silabus adalah rancangan pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, dan  nilai-nilai perilaku berkarakter yang ingin dicapai.

 

(b)     Tujuan Pengembangan

  • Meningkatkan pengetahuan peserta dalam pengembangan silabus berbasis pendidikan karekter
  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya mengembangkan silabus pembelajaran berbasis pendidikan karakter
  • Meningkatkan keterampilan mengembangkan silabus pembelajaran yang berbasis pendidikan karakter

 

(c)      Prinsip Pengembangan

  • Ilmiah
  • Relevan
  • Sistematis
  • Konsisten
  • Memadai
  • Aktual dan Kontekstual
  • Fleksibel
  • Menyeluruh

 

(d)     Pra-Syarat

  • Standar Isi Matapelajaran (SK, KD, Ruang Lingkup)
  • Tahapan Ranah kognitif, Afektif, dan Psikomotorik (Bloom & Anderson)
  • Pemetaan/Analisis SK-KD
  • Pemetaan Nilai-nilai karakter sesuai dengan tingkat satuan Pendidikan

 

(e)     Skenario Workshop

  • Peserta diorganisasikan dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang)
  • Difasilitasi oleh instruktur setiap kelompok mendiskusikan komponen-komponen dasar pengembangan silabus
  • Masing-masing peserta memilih Standar Kompetensi (SK) dan satu Kompetensi Dasar (KD) dalam SK tersebut. Instruktur mayakinkan bahwa dalam satu kelompok  tidak ada peserta yang memilih KD yang sama (jika jumlah KD memadai, usahakan tiap peserta memilih KD yang berbeda)
  • Difasilitasi oleh instruktur peserta membuat pemetaan/analisis SK-KD (Format dapat dilihat pada bagian (f) di bawah ini
  • Difasilitas oleh instruktur peserta membuat Silabus berdasarkan pemetaan SK-KD
  • Setiap wakil kelompok mempresentasikan hasil pengembangan silabus oleh salah satu peserta terpilih/diundi yang difasilitasi oleh Instruktur

 

(f)       Produk yang dihasilkan

  • Pemetaan SK-KD dengan format sebagai berikut:

 

PEMETAAN/ANALISIS SK-KD

MATAPELAJARAN/TEMA*            :……………………………………….

KELAS                                 :……………………………………….

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tk. RanahKD Indikator Pencapaian Tk. RanahIPK Materi Pokok

Ruang Lingkup

Alokasi Waktu Nilai Karakter
1 2 3

*Khusus untuk SD kelas rendah, IPA Terpadu dan IPS Teradu

  • Silabus dengan Format sebagai berikut:

 

SILABUS

Sekolah                                   :

Kelas                                       :

Mata Pelajaran/Tema*          :

Semester                                :

Standar Kompetensi                         :

 

Kompetensi

Dasar

Materi

Pembelajaran

Kegiatan

Pembelajaran

Indikator

Pencapaian

Kompetensi

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber

Belajar

Nilai

Karakter

Teknik

Bentuk

Instrumen

Contoh

Instrumen

 

*Khusus untuk SD kelas rendah, IPA Terpadu dan IPS Teradu

  1. II.             PANDUAN WORKSHOP PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER

(a)     Pengertian

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

 

(b)     Tujuan

  • Meningkatkan pengetahuan peserta dalam pengembangan RPP berbasis pendidikan karekter
  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya mengembangkan RPP berbasis pendidikan karakter
  • Meningkatkan keterampilan mengembangkan RPP yang berbasis pendidikan karakter

 

(c)      Prinsip Pengembangan

  • Sistemik
  • Sistematis
  • Operasional
  • Fleksibel

 

(d)     Pra-Syarat

  • Silabus

 

(e)     Skenario Workshop

  • Peserta diorganisasikan dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang)
  • Difasilitasi oleh instruktur setiap kelompok mendiskusikan komponen-komponen dasar pengembangan RPP
  • Masing-masing peserta memilih Standar Kompetensi (SK) dan satu Kompetensi Dasar (KD) dalam SK tersebut. Instruktur mayakinkan bahwa dalam satu kelompok  tidak ada peserta yang memilih KD yang sama (jika jumlah KD memadai, usahakan tiap peserta memilih KD yang berbeda)
  • Difasilitasi oleh instruktur peserta membuat RPP berbasis pendidikan karakter (Format dapat dilihat pada bagian (f) di bawah ini)
  • Setiap wakil kelompok mempresentasikan hasil pengembangan RPP oleh salah satu peserta terpilih/diundi yang difasilitasi oleh Instruktur

 

(f)       Produk yang dihasilkan

  • RPP dengan ketentuan dan format sebagai berikut:

 

(i)                 Komponen RPP ( Fleksibel)

A. Identitas

Tuliskan identitas RPP terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­/Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu (lihat format RPP di bawah ini).

Catatan:

  1. RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
  2. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun dan telah diberlakukan dalam suatu satuan pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK).
  3. Indikator merupakan:
  • Penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan (produk dan proses), dan keterampilan.
  • Dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan  potensi lokal.
  • Rumusannya menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
  • Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

 

  1. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 40 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam  satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.

 

B. Tujuan Pembelajaran

  • Tuliskan output (hasil langsung) dari satu paket pengalaman belajar yang dikemas oleh guru, karena itu penetapan tujuan pembelajaran dapat mengacu pada pengalaman belajar siswa dan indikator yang mencakup sikap, pengetahuan (produk dan proses), dan keterampilan.
  • Disusun dengan kalimat operasional (dapat diukur) berisi komponen ABCD (Audience = Siswa, Behavior = Perilaku (Kognitif, Afektif, Psikomotorik), Condition (pengalaman belajar),  dan Degree = peringkat/ukuran).
  • Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga target-target penggalan tiap pembelajaran jelas kelihatan.

 

C. Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran  adalah  materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan indikator. Materi dikutip dari materi pokok yang ada dalam silabus. Materi pokok tersebut kemudian dikembangkan menjadi beberapa uraian materi. Untuk memudahkan penetapan uraian materi dapat diacu dari indikator.

D. Metode Pembelajaran

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.

Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode-metode yang diintegrasikan dalam satu pengalaman belajar siswa:

  1. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
  2. Metode-metode yang digunakan, misalnya: inquiri, observasi, tanya jawab, diskusi, pemecahan masalah, bermain peran, simulasi dan seterusnya.

 

E. Langkah-langkah Pembelajaran

  1. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Langkah-langkah standar yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. a.      Kegiatan pendahuluan
  • Orientasi: memusat perhatian siswa terhadap materi yang akan dibelajarkan. Dapat dilakukan dengan menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar dan sebagainya
  • Apersepsi: menggali persepsi awal kepada siswa tentang materi yang akan diajarkan
  • Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi tersebut, atau bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan materi, dsb.
  • Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan tujuan, materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
  • Mengorganisasi kelas (misalnya, pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).

 

  1. b.      Kegiatan inti

Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui siswa untuk dapat menkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar siswa dapat menunjukkan perubahan perilaku  (kognitif, afektif, dan psikomotorik) yang berkarakter sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan merujuk pada pencapaian indikator.

  1. c.       Kegiatan penutup
  • Guru meyakinkan bahwa  semua pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sajikan menjadi milik siswa ( Guru memeriksa hasil belajar siswa dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta siswa untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun, dsb)
  • Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan.
  1. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik pendekatan/strategi/model/metode/teknik pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup  harus selalu ada dalam setiap pertemuan.

 

F. Sumber Belajar

Pemilihan  sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan.  Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber (tenaga ahli, seperti bidang, lurah, polisi, dsb), alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya,  sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.

G. Penilaian

Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan  teknik  tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(ii) Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

A. Identitas

Nama Sekolah              : ……………………………..

Mata Pelajaran/Tema   : ……………………………..

Kelas/Semester             : ……………………………..

Standar Kompetensi      : ……………………………..

Kompetensi Dasar         : ……………………………..

Indikator                        :  ……………………………..

Alokasi Waktu               : ….. x  40 menit (…  pertemuan)

 

B. Tujuan Pembelajaran  

C. Materi Pembelajaran   

D. Metode Pembelajaran 

E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1

  • Kegiatan Pendahuluan
  • Kegiatan Inti*)
  • Kegiatan Penutup

 

Pertemuan  2

  • Kegiatan Pendahuluan
  • Kegiatan Inti*)
  • Kegiatan Penutup

Pertemuan 3

dst

F. Sumber Belajar           

G. Penilaian                     

Mengetahui:                                                               Guru Mata Pelajaran,

Kepala Sekolah……………….,

……………………………………….                                      …………………………………………..

NIP.                                                                              NIP.

*) Dalam kegiatan inti guru juga bisa mengembangkan langkah-langkah pembelajarannya atas fase Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi  atau dapat juga dalam bentuk penggalan-penggalan pembelajaran.

  1. III.           PANDUAN WORKSHOP PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KARAKTER

(a)          Pengertian

Bahan ajar (teaching-material) adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis yang merupakan bagian dari sumber belajar.

(b)          Tujuan

  • Meningkatkan pengetahuan peserta dalam pengembangan bahan berbasis pendidikan karekter
  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya mengembangkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter
  • Meningkatkan keterampilan mengembangkan bahan ajar yang berbasis pendidikan karakter

 

(c)           Prinsip Pengembangan

  • Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak,
  • Pengulangan akan memperkuat pemahaman
  • Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman siswa

(d)          Pra-Syarat

  • Silabus
  • RPP
  • Buku Literatur/Referensi

 

(e)          Skenario Workshop

  • Peserta diorganisasikan dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang)
  • Difasilitasi oleh instruktur setiap kelompok mendiskusikan komponen-komponen dasar pengembangan bahan ajar
  • Difasilitasi oleh instruktur peserta berdiskusi mengevaluasi dan mengkritisi Silabus dan RPP yang sudah dikembangkan untuk  pengembangan bahan ajar
  • Difasilitasi oleh instruktur peserta membuat bahan ajar  berbasis pendidikan karakter yang didahului oleh pemetaan atau analisis kebutuhan bahan ajar (Format dapat dilihat pada bagian (f) di bawah ini)
  • Setiap wakil kelompok mempresentasikan hasil pengembangan bahan oleh salah satu peserta terpilih/diundi yang difasilitasi oleh Instruktur

 

(f)            Produk yang dihasilkan

(i)                 Format analisis kebutuhan bahan ajar

 

Format Analisis SK-KD untuk kebutuhan Pengembangan Bahan ajar

Mata Pembelajaran/Tema     :

Kelas                                        :

Semester                                 :

Standar Kompetensi                :

 

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator

Nilai

Karakter

Jenis

B. Ajar

 

(ii)               Jenis bahan ajar yang dapat dibuat peserta

  • Bahan ajar cetak (printed) seperti antara lain handout, buku siswa*), modul, lembar kerja siswa**), brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, model/maket.
  • Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, dan compact disk audio.
  • Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti  video compact disk, film.
  • Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material)  seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajarn interaktif
  • bahan ajar berbasis web (web based learning materials).

*) prioritas bahan ajar yang dihasilkan. Struktur buku siswa secara secara umum :

Struktur isi buku siswa minimal memuat :

  1. Judul/identitas
  2. Petunjuk Bagi Siswa
  3. Indikator
  4. Materi Pembelajaran
  5. Uraian/Paparan Isi Materi
  6. Latihan

 

**) Syarat LKS yang baik : (i) Syarat Didaktis (universal dan mengakomodasi level kemampuan siswa, mendorong penemuan konsep, memberikan stimulus aktivitas siswa, dan mengembangkan kemampuan intelektual, emosional, dan nilai-nilai karakter) ; (ii) syarat konstruksi berhubungan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan dalam LKS; dan (iii) Syarat teknis menekankan pada tulisan, gambar, penampilan dalam LKS.

 

Lembar kegiatan siswa (student work sheet) paling tidak memuat : judul, KD , indikator, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, waktu penyelesaian, peralatan/bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dilakukan, dan laporan yang harus dikerjakan.

Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut:

Struktur isi LKS minimal memuat :

  1. Judul/identitas
  2. Petunjuk Belajar
  3. Indikator
  4. Materi Pembelajaran
  5. Informasi Pendukung
  6. Paparan Isi materi
  7. Langkah Kerja
  8. Latihan

 

  1. IV.          PANDUAN WORKSHOP PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS KARAKTER

(a)          Pengertian

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk

menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar

(b)          Tujuan

  • Meningkatkan pengetahuan peserta dalam pengembangan media ajar berbasis pendidikan karekter
  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya mengembangkan media ajar berbasis pendidikan karakter
  • Meningkatkan keterampilan mengembangkan media ajar yang berbasis pendidikan karakter

 

(c)           Prinsip Pengembangan

 

  • Filosofis
  • psikologis,
  • teknologis, dan
  • empiris.

 

(d)          Pra-Syarat

  • Silabus
  • RPP
  • Buku Literatur/Referensi
  • Bahan dan alat

(e)          Skenario Workshop

  • Peserta diorganisasikan dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang)
  • Difasilitasi oleh instruktur setiap kelompok mendiskusikan komponen-komponen dasar pengembangan media ajar
  • Difasilitasi oleh instruktur peserta berdiskusi mengevaluasi dan mengkritisi Silabus dan RPP yang sudah dikembangkan untuk bahan pengembangan media  ajar
  • Difasilitasi oleh instruktur peserta membuat media ajar  berbasis pendidikan karakter yang didahului oleh pemetaan atau analisis kebutuhan media ajar
  • Setiap wakil kelompok mempresentasikan hasil pengembangan media oleh salah satu peserta terpilih/diundi yang difasilitasi oleh Instruktur

 

(f)            Produk yang dihasilkan

  • Ø Format pemetaan atau analisis kebutuhan media ajar :

Format Analisis SK-KD untuk kebutuhan Pengembangan Media

Mata Pembelajaran/Tema    :

Kelas                                       :

Semester                                :

Standar Kompetensi               :

Kompetensi Dasar

Materi Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator

Nilai

Karakter

Media

 

  • Ø Media berbasis IT (Presentasi, multimedia)
  • Ø Media berbasis non IT (media grafis : gambar, diagram, bagan, poster, peta konsep, dll)

 

  1. V.            PANDUAN WORKSHOP PENGEMBANGAN PERANGKAT PENILAIAN

(a)          Pengertian (lihat modul Asesmen)

(b)          Tujuan

  • Meningkatkan pengetahuan peserta dalam pengembangan perangkat penilaian berbasis pendidikan karekter
  • Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya mengembangkan perangkat  berbasis pendidikan karakter
  • Meningkatkan keterampilan mengembangkan perangkat penilaian yang berbasis pendidikan karakter

 

(c)           Prinsip Pengembangan (lihat modul Asesmen)

(d)          Pra-Syarat

  • Silabus
  • RPP
  • Buku Literatur/Referensi

 

(e)          Skenario Workshop

  • Peserta diorganisasikan dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang)
  • Difasilitasi oleh instruktur setiap kelompok mendiskusikan komponen-komponen dasar pengembangan perangkat asesmen
  • Difasilitasi oleh instruktur peserta berdiskusi mengevaluasi dan mengkritisi Silabus dan RPP yang sudah dikembangkan untuk bahan pengembangan perangkat asesmen
  • Difasilitasi oleh instruktur peserta membuat perangkat asesmen berbasis pendidikan karakter yang didahului oleh pemetaan atau analisis kebutuhan pengembangan kisi-kisi instrument  asesmen (bisa dielaborasi dari silabus)
  • Setiap wakil kelompok mempresentasikan hasil pengembangan perangkat asesmen oleh salah satu peserta terpilih/diundi yang difasilitasi oleh Instruktur

 

(f)            Produk yang dihasilkan

  • Kisi-kisi Pengembangan Instrument  Lembar Penilaian (LP) dengan Format lihat di modul asesmen
  • Perangkat  LP asesmen Kognitif : Produk dan Proses
  • Perangkat LP asesmen Afektif
  • Perangkat LP asesmen psikomotorik
  • Rubrik dan Kunci Jawaban LP

 

DAFTAR PUSTAKA

Kemendiknas. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Balitbang

Puskur: Jakarta.

Kemendiknas.2011. Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Buku 4, Rambu-Rambu Pelaksanaan PLPG. Dirjen Dikti: Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

(1)   Nilai-nilai perilaku berkarakter berdasarkan tingkat satuan pendidikan

  1. Tingkat Sekolah Dasar dan SMP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Sekolah Menengah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(2)   Taksnomi Bloom Revisi (Anderson-Krathwohl)

 

KATEGORI PROSES CONTOH
Mengingat (Remember)

a. Mengenal/ identifikasi

b. Menghafal/ telusuri(Memanggil pengetahuan relevan dari memori jangka panjang)

Mengenal tanggal penting tertentu

Menghafal tanggal penting tertentuMengerti (understand)

a. Interpretasi

b. Eksemplifikasi

c. Klasifikasi

d. Merangkum

e. Inferensi

f. Komparasi

g. Eksplanasi(Membangun makna dari pesan pembelajaran)

Mengubah bentuk penyajian, klasifikasi, translasi

Menemukan contoh spesifik, ilustrasi

Mengelompokkan, mengkategorikan

Berabstraksi, generalisasi

Menyimpulkan, interpolasi, ekstrapolasi, prediksi

Mengontraskan, memetakan, mencocokkan

Membangun hubungan sebab akibatMenerapkan (apply)

a. Melaksanakan

b. Implementasi(Menggunakan prosedur pada situasi tertentu)

Menerapkan suatu prosedur pada tugas umum

Menggunakan suatu prosedur pada tugas khususMenguraikan (analyze)

a. Diferensiasi

b. Organisasi

c. Dekonstruksi(Menguraikan bagian-bagian tertentu dan menentukan hubungan-hubungannya)

Membedakan, memfokuskan, menyeleksi

Memadukan, menentukan, membuat struktur

Menetapkan bias/pandangan/nilai/perhatianMenilai (Evaluate) :

a. Mencek

b. Mengkritik(Membuat pertimbangan berdasarkan criteria dan standar)

mengkoordinasikan, memonitor, menguji

Menimbang/ mempertimbangkanMencipta (create) :

a. Menurunkan/berhipotesis

b. Merencanakan

c. Menghasilkan/membangun(Memasang unsure-unsur untuk membentuk kesatuan yang fungsional; mereorganisasi bagian-bagian pola/ struktur baru)

Mengusulkan hipotesis berdasarkan criteria

Menyusun prosedur untuk melengkapi tugas

Menemukan suatu produk

 

 

 

 

 

 

(3)   Taksnonomi Bloom (KKO)

Contoh Kata Kerja Ranah Afektif

Menerima

A1

Menanggapi

A2

Menilai

A3

Mengelola

A4

Menghayati

A5

Memilih

Mempertanyakan

Mengikuti

Memberi

Menganut

Mematuhi

Meminati

Menjawab

Membantu

Mengajukan

Mengompromikan

Menyenangi

Menyambut

Mendukung

Menyetujui

Menampilkan

Melaporkan

Memilih

Mengatakan

Memilah

MenolakMengasumsikan

Meyakini

Melengkapi

Meyakinkan

Memperjelas

Memprakarsai

Mengimani

Mengundang

Menggabungkan

Mengusulkan

Menekankan

MenyumbangMenganut

Mengubah

Menata

Mengklasifikasikan

Mengombinasikan

Mempertahankan

Membangun

Membentuk pendapat

Memadukan

Mengelola

Menegosiasi

MerembukMengubah perilaku

Berakhlak mulia

Mempengaruhi

Mendengarkan

Mengkualifikasi

Melayani

Menunjukkan

Membuktikan

Memecahkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh Kata Kerja Ranah Kognitif

Pengetahuan

C1

Pemahaman

C2

Penerapan

C3

Analisis

C4

Sintesis

C5

Penilaian

C6

Mengutip

Menyebutkan

Menjelaskan

Menggambar

Membilang

Mengidentifikasi

Mendaftar

Menunjukkan

Memberi label

Memberi indeks

Memasangkan

Menamai

Menandai

Membaca

Menyadari

Menghafal

Meniru

Mencatat

Mengulang

Mereproduksi

Meninjau

Memilih

Menyatakan

Mempelajari

Mentabulasi

Memberi kode

Menelusuri

MenulisMemperkirakan

Menjelaskan

Mengkategorikan

Mencirikan

Merinci

Mengasosiasikan

Membandingkan

Menghitung

Mengkontraskan

Mengubah

Mempertahankan

Menguraikan

Menjalin

Membedakan

Mendiskusikan

Menggali

Mencontohkan

Menerangkan

Mengemukakan

Mempolakan

Memperluas

Menyimpulkan

Meramalkan

Merangkum

Menjabarkan

Menugaskan

Mengurutkan

Menentukan

Menerapkan

Menyesuaikan

Mengkalkulasi

Memodifikasi

Mengklasifikasi

Menghitung

Membangun

Membiasakan

Mencegah

Menentukan

Menggambarkan

Menggunakan

Menilai

Melatih

Menggali

Mengemukakan

Mengadaptasi

Menyelidiki

Mengoperasikan

Mempersoalkan

Mengkonsepkan

Melaksanakan

Meramalkan

Memproduksi

Memproses

Mengaitkan

Menyusun

Mensimulasikan

Memecahkan

Melakukan

Mentabulasi

Memproses

MeramalkanMenganalisis

Mengaudit

Memecahkan

Menegaskan

Mendeteksi

Mendiagnosis

Menyeleksi

Merinci

Menominasikan

Mendiagramkan

Megkorelasikan

Merasionalkan

Menguji

Mencerahkan

Menjelajah

Membagankan

Menyimpulkan

Menemukan

Menelaah

Memaksimalkan

Memerintahkan

Mengedit

Mengaitkan

Memilih

Mengukur

Melatih

MentransferMengabstraksi

Mengatur

Menganimasi

Mengumpulkan

Mengkategorikan

Mengkode

Mengombinasikan

Menyusun

Mengarang

Membangun

Menanggulangi

Menghubungkan

Menciptakan

Mengkreasikan

Mengoreksi

Merancang

Merencanakan

Mendikte

Meningkatkan

Memperjelas

Memfasilitasi

Membentuk

Merumuskan

Menggeneralisasi

Menggabungkan

Memadukan

Membatas

Mereparasi

Menampilkan

Menyiapkan Memproduksi

Merangkum

Merekonstruksi

Membandingkan

Menyimpulkan

Menilai

Mengarahkan

Mengkritik

Menimbang

Memutuskan

Memisahkan

Memprediksi

Memperjelas

Menugaskan

Menafsirkan

Mempertahankan

Memerinci

Mengukur

Merangkum

Membuktikan

Memvalidasi

Mengetes

Mendukung

Memilih

Memproyeksikan

 

 

 

 

Contoh Kata Kerja Ranah Psikomotorik

Menirukan

P1

Memanipulasi

P2

Pengalamiahan

P3

Artikulasi

P4

Mengaktifkan

Menyesuaikan

Menggabungkan

Melamar

Mengatur

Mengumpulkan

Menimbang

Memperkecil

Membangun

Mengubah

Membersihkan

Memposisikan

MengonstruksiMengoreksi

Mendemonstrasikan

Merancang

Memilah

Melatih

Memperbaiki

Mengidentifikasikan

Mengisi

Menempatkan

Membuat

Memanipulasi

Mereparasi

MencampurMengalihkan

Menggantikan

Memutar

Mengirim

Memindahkan

Mendorong

Menarik

Memproduksi

Mencampur

Mengoperasikan

Mengemas

Membungkus

Mengalihkan

Mempertajam

Membentuk

Memadankan

Menggunakan

Memulai

Menyetir

Menjeniskan

Menempel

Menseketsa

Melonggarkan

Menimbang