{"id":787,"date":"2022-04-20T07:26:05","date_gmt":"2022-04-20T07:26:05","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/?p=787"},"modified":"2022-04-20T07:26:05","modified_gmt":"2022-04-20T07:26:05","slug":"lagu-indonesia-tentang-protes-pro-rezim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/lagu-indonesia-tentang-protes-pro-rezim\/","title":{"rendered":"Lagu Indonesia Tentang Protes Pro-Rezim, dari Iwan Fals hingga .Feast"},"content":{"rendered":"<p>Mengungkapkan kritik dan protes keras terhadap penguasa merupakan pendekatan yang sering digunakan musisi dalam sebuah lagu.<\/p>\n<h2>Lagu Indonesia Tentang Protes Pro-Rezim, dari Iwan Fals hingga .Feast<\/h2>\n<p>Di Indonesia, lagu protes tidak akan berhenti bergulir dengan situasi sosial dan politik saat ini.<br \/>\nBerikut ini adalah daftar lagu Indonesia yang mengungkapkan protes dan kritik keras terhadap rezim tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2022\/04\/Lagu-Indonesia-Tentang-Protes-Pro-Rezim-dari-Iwan-Fals-hingga-.Feast_.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-788\" src=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2022\/04\/Lagu-Indonesia-Tentang-Protes-Pro-Rezim-dari-Iwan-Fals-hingga-.Feast_.png\" alt=\"Lagu-Indonesia-Tentang-Protes-Pro-Rezim-dari-Iwan-Fals-hingga-.Feast\" width=\"346\" height=\"246\" srcset=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2022\/04\/Lagu-Indonesia-Tentang-Protes-Pro-Rezim-dari-Iwan-Fals-hingga-.Feast_.png 346w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2022\/04\/Lagu-Indonesia-Tentang-Protes-Pro-Rezim-dari-Iwan-Fals-hingga-.Feast_-300x213.png 300w\" sizes=\"(max-width: 346px) 100vw, 346px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Lihat juga:<br \/>\n[img judul]<\/p>\n<h3>\n7 Rekomendasi Lagu Teman Menunggu Buka Puasa<\/h3>\n<p>1. Robot Animasi &#8211; Swami<\/p>\n<p>Selain para jenius musik yang dibawakan oleh Iwan Fals, Sawung Jabo, Jockie Surjoprajogo, Innisisri dan Naniel dan Nanoe, Swami menjadi kelompok orang &#8220;gila&#8221; yang berani menentang huru-hara rakyat.<\/p>\n<p>Robot Bernyawa termasuk dalam album Swami II yang dirilis pada tahun 1991. Lagu ini mewakili hati para buruh yang tertindas saat itu.<\/p>\n<p>Analogi \u201crobot animasi\u201d menjadi pilihan bijak bagi Iwan Fals cs untuk menggambarkan kondisi manusia yang hidup seperti robot namun hidup dan merana.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan tanya, jangan bertindak. Robot hidup, terus bekerja. Sapi perah di zaman modern ini. Mulutnya tertutup dan tidak bisa bicara,&#8221; teriak masa kejayaan Ivan Fals disertai aransemen musik yang sederhana namun tetap kaya. .<\/p>\n<p>2. Bibi Sun &#8211; Bimbo<\/p>\n<p>&#8220;Bibi Sun, oh Bibi Sun. Bibi manis Aktif berolahraga setiap pagi. pergi bermain golf Lagu Tante Sun akan datang siang.<\/p>\n<p>Lagu ini menjadi saksi abadi kegelapan industri musik Indonesia di era 70-an yang belum sebebas sekarang ini. Bibi Sun Bimbo, terbit tahun 1977, dilarang oleh pemerintah Indonesia karena gaya lirisnya, yang mengejek istri-istri pegawai negeri pada masa itu.<\/p>\n<p>Mendengarkan semua lirik bersama dengan musik di Bibi Sun menjelaskan kepada pendengar bahwa protes keras dapat disertai dengan gaya musik yang santai dan terukur.<\/p>\n<p>3. Wo Merdeka &#8211; Grup Penerbang Roket<\/p>\n<p>Judul lagu ini secara langsung menyampaikan pesan mempertanyakan kemerdekaan sejati bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Di mana mereka, mereka berbeda. Apakah masih ada yang bebas?&#8221; Adalah panggilan berulang Grup Terbang Roket.<\/p>\n<p>Liriknya merujuk pada ketidakadilan sosial yang masih terjadi di berbagai kelas sosial masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>LIHAT JUGA :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/downloadlagu321.pro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">download mp3<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengungkapkan kritik dan protes keras terhadap penguasa merupakan pendekatan yang sering digunakan musisi dalam sebuah<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":788,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-787","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/787"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=787"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/787\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/media\/788"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=787"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=787"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=787"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}