{"id":761,"date":"2022-04-12T20:18:58","date_gmt":"2022-04-12T20:18:58","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/?p=761"},"modified":"2022-04-12T20:18:58","modified_gmt":"2022-04-12T20:18:58","slug":"apa-itu-cookie-browser","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/apa-itu-cookie-browser\/","title":{"rendered":"Apa itu cookie browser? Ciri-ciri, bahaya dan cara mengatasinya"},"content":{"rendered":"Pengguna internet harus memahami apa itu cookie browser dan bagaimana mengelolanya. Karena ini terkait dengan privasi Anda saat menjelajah situs web.\r\n\r\nPemahaman dasar tentang cookie setidaknya dapat meminimalkan risiko penggunaan internet. Padahal fitur ini sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi penggunanya juga.\r\n\r\n<a href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2022\/04\/Apa-itu-cookie-browser-Ciri-ciri-bahaya-dan-cara-mengatasinya.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-762 size-full\" title=\"Apa-itu-cookie-browser-Ciri-ciri-bahaya-dan-cara-mengatasinya\" src=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2022\/04\/Apa-itu-cookie-browser-Ciri-ciri-bahaya-dan-cara-mengatasinya.png\" alt=\"Apa-itu-cookie-browser-Ciri-ciri-bahaya-dan-cara-mengatasinya\" width=\"480\" height=\"309\" srcset=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2022\/04\/Apa-itu-cookie-browser-Ciri-ciri-bahaya-dan-cara-mengatasinya.png 480w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2022\/04\/Apa-itu-cookie-browser-Ciri-ciri-bahaya-dan-cara-mengatasinya-300x193.png 300w\" sizes=\"(max-width: 480px) 100vw, 480px\" \/><\/a>\r\n<h2>Sebelum membahas apa itu cookie yang aman dan berbahaya, mari kita pahami dulu definisinya.\r\nApa itu cookie browser?<\/h2>\r\ntampilkan konten\r\n\r\nCookie adalah data yang disimpan di browser dan berisi rekam jejak Anda dalam menjelajahi situs web. Informasi yang dikandungnya dapat berupa nama pengguna, kata sandi, sesi, dll.\r\n\r\nDeskripsi sederhana sebagai berikut:\r\n\r\nAnda pergi ke situs X dan melakukan aktivitas di sana.\r\n\r\nRekaman aktivitas Anda seperti login, membuka artikel, membeli produk, dll. dikirim ke browser.\r\n\r\nData tersebut kemudian disimpan oleh browser.\r\n\r\nSaat berikutnya situs web X dipanggil, browser mengirimkan data yang disimpan kembali ke server.\r\nApa perbedaan antara cookie dan cache?\r\n\r\nMeskipun sama-sama menyimpan data dari Internet, cache tidak merekam aktivitas Anda.\r\n\r\nCache web hanyalah unduhan data dari halaman web yang disimpan sementara oleh browser dalam bentuk HTML, gambar, atau video.\r\n\r\nJadi ketika dibuka kembali, loading halaman akan jauh lebih cepat.\r\nApa fungsi cookie di browser web?\r\n<h3>Cookie memiliki sisi baik dan buruk.<\/h3>\r\nPertama, mari kita bahas cookie mana yang bermanfaat bagi pengguna.\r\n1. Simpan sesi login\r\n\r\nCookie browser telah menghemat waktu Anda setiap kali Anda membuka situs media sosial.\r\n\r\nTanpa cookie, Anda harus login setiap kali Anda memasuki halaman yang memerlukan login.\r\n\r\nIni karena cookie mengingat sesi login Anda.\r\n2. Simpan pengaturan situs web\r\n\r\nAnda mengunjungi portal berita dan mengaktifkan mode gelapnya.\r\n\r\nKeesokan harinya Anda mengunjungi portal berita lagi dan mode gelap masih aktif.\r\n\r\nMengapa situs web tidak kembali ke pengaturan aslinya?\r\n\r\nJawabannya adalah karena cookie browser menyimpan preferensi Anda.\r\n\r\nAnda akan mendapatkan pengaturan yang sama persis seperti saat terakhir kali Anda membuka halaman.\r\n3. Tampilkan konten yang relevan\r\n\r\nCookie juga digunakan untuk melacak perusahaan periklanan dan e-niaga untuk menampilkan konten yang paling relevan.\r\n\r\nMisalnya, Anda mencari speaker di Tokopedia.\r\n\r\nTokopedia menyimpan data pencarian Anda dan merekomendasikan produk terkait speaker kepada Anda di lain waktu.\r\n\r\nIklan bergambar pemasaran ulang juga menggunakan cookie untuk menayangkan iklan.\r\n4. Meningkatkan pendapatan afiliasi\r\n\r\nProgram pemasaran afiliasi menggunakan cookie untuk meningkatkan pendapatan penerbit.\r\n\r\nCookie disimpan untuk beberapa waktu. Bahkan jika pembelian baru dilakukan seminggu kemudian, penerbit tetap mendapat komisi.\r\n\r\nContohnya adalah program afiliasi Publicasimedia.com. Kami menggunakan cookie dengan masa pakai hingga 90 hari.\r\n\r\nSelama waktu ini, Anda masih akan menerima komisi jika orang yang dirujuk menyelesaikan transaksi. Sangat menguntungkan bukan?\r\nApakah cookie berbahaya?\r\n\r\nSekarang setelah Anda mengetahui apa itu cookie browser, yang ternyata menjadi masalah privasi, Anda harus berhati-hati.\r\n\r\nPertanyaannya, apakah ada kerentanan terhadap keamanan data pengguna?\r\n\r\nSecara umum, cookie sama sekali tidak berbahaya. Dari pembahasan sebelumnya, jelas bahwa fitur ini sebenarnya menawarkan banyak keuntungan untuk aktivitas online.\r\n\r\nCookie tidak mungkin mengandung malware atau virus yang dapat menginfeksi sistem.\r\n\r\nNamun, kami menyarankan Anda mengelola cookie dengan bijak dengan menghapusnya secara teratur.\r\n\r\nPasalnya, ada beberapa kasus serangan cyber yang menggunakan cookies untuk membajak sesi browsing Anda.\r\nMengapa cookie harus dihapus secara teratur?\r\n\r\nSama seperti cache, Anda harus menghapus cookie dalam waktu tertentu.\r\n\r\nIni tidak hanya melindungi dari kejahatan dunia maya, tetapi juga mengatur ulang personalisasi pihak ketiga.\r\n\r\nBiasanya, membersihkan cache dan cookie juga merupakan solusi untuk berbagai masalah browser atau situs web.\r\n\r\nSayangnya, menghapus cookie sepenuhnya akan membuat Anda keluar dari semua halaman.\r\nKiat untuk mengelola cookie browser\r\n\r\nSetiap situs web memiliki kebijakannya sendiri terkait penggunaan cookie. Beberapa menggunakannya secara diam-diam, yang lain meminta izin terlebih dahulu.\r\n\r\nJika menurut Anda cookie tidak penting di web, Anda cukup memblokir akses ke cookie tersebut.\r\n\r\nHapus cookie setiap beberapa bulan, meskipun banyak situs web mengharuskan Anda untuk keluar.\r\n\r\nSangat mudah untuk menekan di Chrome, Firefox, Edge, dan sebagian besar browser lainnya\r\n\r\nLihat Juga:\r\n\r\n \r\n\r\n<a href=\"https:\/\/www.publikasimedia.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Publikasimedia.Com<\/a>\r\n\r\n \r\n\r\n<a href=\"https:\/\/www.publikasimedia.com\/pr-agency-jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PR Agency Jakarta<\/a>\r\n\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengguna internet harus memahami apa itu cookie browser dan bagaimana mengelolanya. Karena ini terkait dengan<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":762,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-761","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/761"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=761"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/761\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/media\/762"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/siswantoro\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}