{"id":786,"date":"2020-08-12T02:11:35","date_gmt":"2020-08-11T19:11:35","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/?p=786"},"modified":"2020-08-12T02:11:35","modified_gmt":"2020-08-11T19:11:35","slug":"manfaat-musik-bagi-anak-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/2020\/08\/12\/manfaat-musik-bagi-anak-anak\/","title":{"rendered":"Manfaat Musik Bagi Anak-anak"},"content":{"rendered":"<p>Musik diibaratkan seperti sebuah pisau. Jika pisau digunakan untuk memasak, memotong sayuran, membelah buah semangka, maka efek yang\u00a0 ditimbulkan adalah keuntungan yang positif. Tetapi jika pisau digunakan pada hal-hal yang tidak semestinya, misalnya menusuk atau membunuh orang, maka hal-hal buruk akan terjadi dikarenakan efek dari penggunaan yang salah. Sebagai sebuah alat, musik\u00a0harus digunakan dengan baik dan sesuai dengan kapasitas penikmatnya. Musik yang digunakan untuk kebutuhan kerohanian akan membantu pendengarnya lebih dekat dengan \u2018Tuhan\u2019; meningkatkan level spiritual dari seorang manusia. Energi yang ditimbulkan oleh musik dipercaya mampu membangkitkan suasana hikmat dari suatu ritus keagamaan.<\/p>\n<p>Manusia sangat dekat dengan musik, karena sebenarnya segala tindak-tanduk yang ia kerjakan sebenarnya mengandung nilai-nilai musikal\u00a0yang konkret. Saat berbicara, mereka mengeluarkan suara; suara memiliki frekuensi, dinamika, ritmik, frase (dalam bahasa), aksen dan lain-lain. Semua itu adalah nilai-nilai musikal yang\u00a0 selalu ditemukan manakala kita membaca sebuah buku teori dasar musik. Suara atau bunyi-bunyian yan ditimbulkan dalam keseharian kita merupakan elemen musikal yang belum menjadi \u2018musik\u2019. Maksudnya, elemen tersebut belum dikondisikan menjadi teratur dan berpola, sehingga kita (manusia) dapat lebih menghargai dan menikmatinya. Bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh suara kendaraan, hembusan angin, burung-burung, daln lain-lain hanya bisa dirasakan tanpa bisa dinikmati. Musik, adalah bagian dari suara-suara alam yang sudah dikemas dalam satu mtif dan pola.<\/p>\n<p>Karena hubungan yang sangat dekat, menjadikan musik\u00a0dapat dinikmati oleh siapa saja. Tua, muda, kaya, miskin, laki-laki dan perempuan; semua dapat menikmati musik dan memberikan makna dari musik itu sendiri. Seseorang yang sedang jatuh cinta menjadi senang mendengarkan musik-musik bernuansa melankolis-romantis. Patah hati membuat kita lebih menyukai musik-musik bernuansa sedih, \u2018galau\u2019 dan suram.<\/p>\n<p>Musik juga dapat menjadi teman dalam belajar. Beberapa orang\u00a0 memerlukan alunan musik\u00a0saat sedang membaca buku, membuat tugas atau menghafal sesuatu. Sebuah lembaga pendidikan anak-anak seperti PAUD\u00a0(Pendidian Anak Usia Dini) dan TK (Taman Kanak-kanak) menjadikan musik sebagai media pembelajaran utama dalam mengajarkan sesuatu. Mengenalkan bagaimana cara berhitung dengan cara bernyanyi, mengenalkan bentuk dan warna dengan cara bernyanyi, mengajarkan nilai-nilai moral dan kedisiplinan dengan cara bernyanyi, banyak hal diklakukan dengan cara bernyanyi.<\/p>\n<p>Bernyanyi merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak. Dalam bernyanyi tidak hanya mengucapkan lirik melalui nada-nada tetapi ada unsur rekreasi yang selalu ditunggu oleh anak-anak. Dengan menghadirkan suasana yang menyenangkan melalui musik,\u00a0 maka materi apapun menjadi terasa lebih mudah untuk dicerna dan diingat.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>Hidayatullah, R. (2019). <em>Pendidikan musik: Pendekatan musik untuk anak di era 4.0<\/em>. Padang: Penerbit Erka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musik diibaratkan seperti sebuah pisau. Jika pisau digunakan untuk memasak, memotong sayuran, membelah buah semangka,<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":787,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-educations"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/786"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=786"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/786\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/787"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}