{"id":746,"date":"2020-07-13T00:06:34","date_gmt":"2020-07-12T17:06:34","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/?p=746"},"modified":"2020-07-13T00:12:53","modified_gmt":"2020-07-12T17:12:53","slug":"apa-pentinya-teori-musik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/2020\/07\/13\/apa-pentinya-teori-musik\/","title":{"rendered":"Apa Pentingnya Teori Musik?"},"content":{"rendered":"<p>Teori musik membantu orang lebih jauh dalam memahami musik. Semakin banyak Kita tahu tentang teori musik, semakin baik pemahaman Kita tentang musik, dan semakin baik Kita akan bermain musik dan mengarang sebuah lagu atau komposisi musik. Kemampuan memahami teori musik seperti belajar membaca dan tulis: keterampilan ini dapat membantu Anda berkomunikasi lebih baik menggunakan bahasa musikal. Apakah teori musik sangat membantu? Iya. Salah satu contoh: dengan mengetahui teori musik, Anda bisa tahu persis apa yang komposer inginkan dalam musik yang ditulisnya. Keterampilan musik yang ditunjang dengan teori musik akan memudahkan seseorang dalam berkarya dan berkolaborasi dengan pemusik lainnya. Jika Kita seorang musisi profesional dan biasa menjadi pemain musik latar (sesion player) untuk artis terkenal, misalnya, Kita akan dihadapkan pada partiture atau score (not balok) yang begitu kompleks. <\/p>\n<p>Dalam proses latihan, para musisi profesional menjadikan partiture sebagai acuan dalam memainkan lagu dan memberikan interpretasi pada tiap-tiap bagiannya. Dengan demikan waktu yang dibutuhkan untuk menguasai sebuah lagu lengkap dengan bagian-bagian yang menjadi catatan dapat dengan cepat diselesaikan. Tanpa menguasai teori musik, hal semacam ini akan terasa sulit dilakukan. Beberapa musisi profesional memiliki standar permainan dan tentu saja penguasaan teori musik yang mumpuni.Di dunia ini banyak orang yang tidak dapat membaca dan menulis menggunakan not balok atau partitur, tetapi mampu memainkan musik dengan penuh perasaan. Alat komunikasi orang-orang tipe ini adalah rasa. Dalam beberapa situasi, rasa memang sangat menentukan kualitas musik yang diproduksi. Karena, pada akhirnya, musik adalah perkara bunyi. Intuisi digunakan dan mereka tidak menganggap teori musik dibutuhkan. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah. Kata kuncinya adalah pendidikan, dalam banyak situasi seorang musisi membutuhkan teori musik yang berkaitan dengan kemampuan untuk membaca dan menulis not-not. Sama seperti kemampuan membaca pada umumnya, kemampuan membaca notasi akan menuntun seseorang untuk mengetahui lebih dalam dan luas mengenai teknikteknik yang tidak mereka temui hanya dengan belajar secara otodidak dan mengandalkan intuisi. Melalui kemampuan membaca setidaknya dapat memberikan kepercayaan diri bagi seseorang dalam menjalani musik yang digelutinya. Singkatnya, seorang musisi yang menguasai teori musik selangkah lebih pintar dalam bermain, belajar dan menulis musiknya.<\/p>\n<p>Sumber<br \/>\nHidayatullah, R. (2019). Pendidikan musik: Pendekatan musik untuk anak di era 4.0. Padang: Penerbit Erka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teori musik membantu orang lebih jauh dalam memahami musik. Semakin banyak Kita tahu tentang teori<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":253,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,5],"tags":[],"class_list":["post-746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-educations","category-music"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/746"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=746"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/746\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}