{"id":66,"date":"2015-05-04T16:47:06","date_gmt":"2015-05-04T09:47:06","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/?p=66"},"modified":"2022-11-07T13:54:57","modified_gmt":"2022-11-07T06:54:57","slug":"you-tube-sebagai-alternatif-media-pembelajaran-musik-dan-sarana-menuju-popularitas-secara-instan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/2015\/05\/04\/you-tube-sebagai-alternatif-media-pembelajaran-musik-dan-sarana-menuju-popularitas-secara-instan\/","title":{"rendered":"You Tube Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Musik dan Sarana Menuju Popularitas Secara Instan"},"content":{"rendered":"<p>Sebuah artikel,<\/p>\n<p>Oleh:<br \/>\nRiyan Hidayatullah<br \/>\nFKIP UNILA<br \/>\nProdi Pendidikan Seni Pertunjukan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Abstrak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Artikel ini menyajikan tentang salah satu fenomena mutakhir yang populer di masyarakat saat ini mengenai peran \u201cyou tube\u201d sebagai media pembelajaran (musik) dan disisi lain sebagai sarana menuju popularitas yang instant. Perkembangan dunia teknologi dan informasi yang sangat pesat saat ini menjadi salah satu faktor yang krusial sebagai alat untuk membantu segala aktivitas, termasuk aktivitas bermusik atau berkesenian. You tube sebagai salah satu produk kemajuan teknologi yang sering digunakan sebagai referensi kegiatan bermusik, akhir-akhir ini berkembang menjadi \u201cmesin pencetak uang\u201d melalui popularitas. Penulisan ini bertujuan untuk membuka mata kita sebagai seniman, penikmat, ataupun outsider untuk ikut sedikit mengkritisi fenomena yang sedang \u201cin\u201d di masyarakat saat ini, sehingga ada berbagai tindakan atau respon baik yang bersifat proaktif ataupun apatis. Terkait dengan isu-isu sosial mengenai dunia multimedia dalam ranah seni, permasalahan yang muncul adalah mengenai pemanfaatan dunia cyber ini dalam proses pembelajaran musik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kata kunci: instant, YouTube, popularitas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Latar Belakang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kemajuan dunia teknologi informasi dan multimedia saat ini memungkinkan kita untuk melakukan semua hal tanpa keterbatasan, karena kita dapat mengakses segalanya melalui media online yang terintegrasi hampir dalam seluruh media yang berada di sekitar kita. Penggunaan teknologi ini dimanfaatkan dengan berbagai kepentingan, mulai dari pekerjaan, pembelajaran, usaha, sampai kejahatan (cyber crime). Sehingga muculah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Internet dan Transaksi Elektronik yang telah disahkan dan diundangkan pada tanggal 21 April 2008. Hal ini pulalah yang mendasari saya untuk menulis artikel ini sebagai salah satu reminder bahwa masih banyak hal yang bersifat positif yang bisa ditawarkan dari internet, seperti untuk kepentingan pembelajaran musik dan sarana menuju popularitas melalui you tube. Dua hal tersebut sangat dekat dengan masyarakat saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kerangka Teoretik<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seni (musik) merupakan aspek penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Ada berbagai kelebihan seni (musik) dalam masyarakat, seperti menjadi alat untuk bersosialisasi dan berbaur dengan bahasanya yang universal. Selain itu terdapat nilai-nilai yang memaknai seni itu sendiri. \u201cSeni memang menyangkut nilai, dang disebut seni memang nilai, bukan bendanya. Nilai adalah suatu yang selalu bersifat subjektif, tergantung pada manusia yang menilainya. Karena subjektif, maka setiap orang, setiap kelompok, setiap masyarakat memiliki nilai-nilainya sendiri yang disebut seni\u201d (Sumardjo, 2000: 135).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Nilai-nilai tersebut berakar dari sebuah proses pembelajaran yang baik dan efektif, proses mendidik dan mencetak seorang individu menjadi seorang manusia seutuhnya. Banyak hal yang bisa ditempuh dalam prosesnya, seperti yang dikatakan Darsono dalam Sardiman (1996:10) mengatakan bahwa:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Belajar adalah berubah. Dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan ini tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penggunaan internet khususnya you tube dalam mencari informasi sangat efektif untuk kehidupan masyarakat modern saat ini. Sekalipun content ini berasal dari Barat. Kita tak dapat menutup mata kalau hampir dari sebagian kehidupan kita adalah bagian dari kolonialisme budaya Barat, hal ini juga yang masuk kedalam ranah pendidikan, khususnya musik. Tanpa bermaksud untuk mengkotak-kotakkan, sistem pendidikan \u201cmereka\u201d memang diakui lebih efektif. Mack (2001:2) mengatakan: \u201c Di dunia masa kini hanya terdapat satu jenis musik dan satu jalur pendidikan ilmiah yang benar, yaitu jalur Barat, karena penyebarannya secara global telah membuktikan kenyataan itu!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Budaya barat yang sudah menjamur dalam masyarakat kita seharusnya dimanfaatkan hal yang bersifat membangun, Bahari (2008: 30) mengatakan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebudayaan juga dapat dipandang sebagai setting bagi tipe manusia yang bersifat normatif bagi kelompoknya, dan melahirkan gaya hidup tertentu secara tipikal berbeda dengan kelompok lainnya. Kebudayaan senantiasa dikaitkan dengan suatu kelompok manusia yang mempunya seperangkat nilai, sistem dan simbol kepercayaan yang mengacu pada cita-cita tertentu. Kebudayaan ditransmisikan pada kelompok lain melalui proses inkulturasi yang pada saatnya akan menimbulkan pandangan baru yang khas dalam memandang dunia dengan bentuk aturan-aturan yang dibakukan atas dasar konsensus bersama, sehingga memberikan peluang terciptanya pilihan-pilihan yang konsisten dan sistematik berwujud gaya hidup, gaya pakaian, gaya bangunan, dan gaya seni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pembahasan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berdasarkan hasil pengumpulan data statistik, didapat beberapa fakta dan data-data yang terkumpul mengenai you tube:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1.Youtube didirikan pada bulan februari 2005 oleh 3 orang mantan karyawan PayPal, yaitu Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim.<br \/>\n2. Pada awalnya kantor pusat youtube terletak di lantai atas sebuah restoran Pizza dan Restoran jepang di San Mateo, California.<br \/>\n3. Video awal yang pertama kali di upload di youtube berjudul Me at The Zoo, menampilkan Jawed Karim di kebun binatang San Diego. Hingga saat ini video tersebut masih dapat disaksikan di youtube.<br \/>\n4. Youtube meluncurkan Beta test pada bulan Mei 2005, 6 bulan sebelum official launching yang dilaksanakan pada bulan November 2005.<br \/>\n5. Pada bulan juli 2006 atau 8 bulan setelah diresmikan, tercatat 65.000 video baru di upload ke situsyoutube setiap harinya, dengan 100 juta views per hari<br \/>\n6. Pemilihan nama www.youtube.com mengakibatkan masalah bagi sebuah situs bernama mirip, www.utube.com. Pemilik situs, Universal Tube &amp; Rollform Equipment, mengajukan gugatan terhadapyoutube pada November 2006 setelah mengalami kelebihan beban secara teratur yang diakibatkan oleh orang yang mencari situs youtube.<br \/>\n7. Pada bulan Oktober 2006, Google Inc. membeli youtube senilai 1,65 miliar US$.<br \/>\n8. Pada tahun 2007 youtube telah mengkonsumsi Bandwidth menyamai besarnya Bandwidth keseluruhan internet di dunia pada tahun 2000.<br \/>\n9. Pada bulan juni 2008 majalah Forbes memberitakan bahwa pendapatan youtube selama tahun 2008 diperkirakan mencapai 200 juta US $<br \/>\n10. Pada tahun 2008 youtube mendapatkan penghargaan George Foster Peabody Award dan karena telah menjadi Speakers Corners dan ikut berjasa dalam pengembangan demokrasi dan kebebasan berpendapat.<br \/>\n11. Saat ini youtube menjadi situs online Video provider paling dominan di Amerika serikat, bahkan mungkin dunia, dengan menguasai 43 persen pasar. Diperkirakan 20 Jam durasi video di upload ke youtube setiap menitnya dengan 6 miliar views per hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Proses terjadinya Pembelajaran melalui media you tube:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Download \u2013&gt; Transkrip \u2014&gt; Latihan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Objek melakukan streaming atau downloading dengan membuka situs you tube, setelah proses itu biasanya objek melakukan save file dan membukanya kembali untuk melihat gaya atau cara si guru (objek dalam video) memainkan teknik atau memberikan arahan, disinilah terjadi proses latihan yang berulang-ulang dan itu terjadi secara intensif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara itu mekanisme terjadinya pencapaian instant seseorang lewat media you tube:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Action \u2014&gt; Respon viewer \u2014&gt; Publikasi oleh media \u2014\u2013&gt; Legitimasi \u2014&gt; Popularitas<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Objek melakukan aksi yang dianggap tabu, unik atau impresif dan mendapatkan respon oleh viewer. Proses respon ini bisa mengalami duplikasi yang sangat cepat dikarenakan penyebaran informasi dari satu viewer ke viewer lain, atau rasa penasaran seseorang atas perbincangan di suatu komunitas tertentu. Selanjutnya Respon ini sampai kepada respon media yang melihat ini sebagai fenomena baru yang menarik untuk diangkat yang mengakibatkan \u201cpenegasan\u201d informasi bahwa artis A (misalnya) telah mengunggah video yang menarik dan menyaksikannya lewat internet, media masa, radio atau televisi. Proses duplikasi informasi yang berulang-ulang inilah yang secara tidak langsung menimbulkan legitimasi publik bahwa artis A telah menjadi perbincangan hangat diseluruh media dan lapisan masyarakat, setelah itu lahirlah seorang artis baru dengan mengenakan baju kebesaran \u201cpopularitas\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesimpulan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a8 Internet merupakan jendela dunia baru setelah buku, didalamnya terdapat berbagai informasi umum mulai dari kejahatan, politik, sosial dan budaya sampai keilmuan, maka harus digunakan dengan sebaik dan sebijak mungkin<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a8 Pengguna (user) yang masih dibawah umur sebaiknya diawasi oleh kita sebagai orang tua, seperti \u201cmen-setting\u201d ulang komputernya untuk digunakan atau memblok beberapa situs yang bisa menimbulkan efek buruk bagi psikologi anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a8 Ingatlah, Bahwa terdapat berbagai jalan untuk kejahatan dunia maya (cyber crime), maka gunakanlah internet dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a8 Upload dan download video atau hal yang dianggap perlu atau penting sesuai kepentingan informasi atau pembelajaran<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a8 Segala sesuatu yang didapatkan dengan cara instant biasanya tidak bertahan lama (temporary<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Daftar Pustaka<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bahari, Nooryan. (2008). Kritik Seni: Wacana Apresiasi dan Kreasi.Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Darsono, et al (2000), Belajar dan Pembelajaran, CV IKIP Semarang: Press<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mack, Dieter. (2001). Pendidikan Musik Antara Harapan dan Realitas. Bandung: UPI MSPI<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sumardjo, Jakob. (2000). Filsafat Seni. Bandung: Penerbit ITB<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sardiman, A.M. Cetakan Kedelapan. (2001) Interaksi dan Motivasi Belajar mengajar, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tersedia: http:\/\/www.detikinet.com\/read\/2010\/05\/18\/134257\/1359192\/398\/10-fakta-menarik-tentang-youtube<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tersedia: http:\/\/dunia-panas.blogspot.com\/2010\/11\/11-fakta-unik-tentang-youtube.html<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah artikel, Oleh: Riyan Hidayatullah FKIP UNILA Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan Abstrak Artikel ini menyajikan<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":1333,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,102],"tags":[103],"class_list":["post-66","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-music","category-teknologi","tag-youtube"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}