{"id":1314,"date":"2022-11-06T21:46:38","date_gmt":"2022-11-06T14:46:38","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/?p=1314"},"modified":"2022-11-06T21:56:36","modified_gmt":"2022-11-06T14:56:36","slug":"bakat-vs-latihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/2022\/11\/06\/bakat-vs-latihan\/","title":{"rendered":"Bakat Vs Latihan"},"content":{"rendered":"<p>Kita pasti pernah mendengar banyak orang berkata bahwa bermusik itu soal bakat dan tidak berbakat. Ada seseorang yang bermain dengan sangat baik, maka orang lain akan secara spontan &#8220;anda berbakat&#8221;, sedangakan pada hasil yang kurang baik akan berbicara sebaliknya. Hal ini tentu terdengar sedikit menghakimi kemampuan seseorang tanpa tahu potensi dalam diri seseorang. Potensi sering disalahkaprahkan dengan bakat, saya lebih senang menyebutkan bakat adalah warisan genetik dan kebiasaan, sedangkan potensi itu adalah kemampuan yang mungkin dimiliki hanya saja belum terlihat atau muncul.<\/p>\n<p>Bakat sangat dipengaruhi oleh faktor latar belakang keluarga. Bagaimana orang si orang tua memperlakukan anaknya dan memberikan pengalaman-pengalaman estetis sejak kecil hingga dewasa. Potensi bisa jadi memang &#8220;gift&#8221; yang sebenarnya sudah diberikan namun tidak muncul karena belum dilatih dan dikembangkan. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki potensi warna \u00a0suara yang merdu akan sangat mungkin bisa dilatih untuk bisa menyanyikan sebuah lagu dengan baik, tentunya dengan guru yang baik pula. Tetapi, seorang anak musisi handal misalnya, belum tentu bisa memiliki kemampuan bermusik sama seperti orang tuanya, karena semua bagaimana &#8220;treatment&#8221; orang tua sejak kecil. Dengan kata lain, saya lebih cenderung mwnyebut potensi adalah agugerah yang perlu dicari dan dilatih, sedangkan istilah yang kita sebit bakat justru kebalikannya.<\/p>\n<p>Seorang pemain musik yang lahir dari orang tua pemusik juga, tidak selamanya mewarisi kemampuan orang tuanya. Begitu pun seorang yang memiliki potensi akan mampu mengalahkan orang &#8220;berbakat&#8221; secara genetik melalui kerja keras latihan. Seorang bijak pernah berkata &#8220;practice make perfect&#8221;.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita pasti pernah mendengar banyak orang berkata bahwa bermusik itu soal bakat dan tidak berbakat.<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":539,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[86],"tags":[87,88,89],"class_list":["post-1314","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-diskusi-musik","tag-bakat","tag-latihan-musik","tag-practice","post_format-post-format-gallery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1314"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1314"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1314\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}