{"id":1167,"date":"2022-03-22T08:24:14","date_gmt":"2022-03-22T01:24:14","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/?p=1167"},"modified":"2022-03-22T08:24:14","modified_gmt":"2022-03-22T01:24:14","slug":"buku-diskursus-pendidikan-seni-hari-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/2022\/03\/22\/buku-diskursus-pendidikan-seni-hari-ini\/","title":{"rendered":"Buku Diskursus Pendidikan Seni Hari ini"},"content":{"rendered":"<p>Judul Buku: Diskursus Pendidikan Seni Hari Ini<\/p>\n<p>Penulis:<\/p>\n<p>Penulis:<br \/>\nAlfa Kristanto, Bandi Sobandi, Eka Titi Andaryani,<br \/>\nEmah Winangsit, Fajry Sub\u2019haan Syah Sinaga,<br \/>\nLaila Fitriah, Moh Fathurrahman, Nike Suryani,<br \/>\nPutri Yanuarita Sutikno, Richard Junior Kapoyos,<br \/>\nRiyan Hidayatullah<\/p>\n<p>Halaman: xvi \u2013 218 halaman<br \/>\nISBN: 978-602-5908-20-0<\/p>\n<p>Cetakan Pertama: Agustus 2020<\/p>\n<p>Diterbitkan oleh:<br \/>\nPenerbit Quantum Yogyakarta (Anggota IKAPI)<\/p>\n<p>Daftar Isi:<\/p>\n<p>Chapter 1<br \/>\nMemaknai Kebebasan Dalam Beraktivitas Seni Rupa: Sebuah<br \/>\nKajian Dari Perspektif Konstruktivis<br \/>\nMoh. Fathurrahman \u2015 1<br \/>\nChapter 2<br \/>\nKeistimewaan Pendidikan Seni<br \/>\nAlfa Kristanto \u2015 13<br \/>\nChapter 3<br \/>\nIdealisme Dan Realisme Sebagai Pendukung Filsafat<br \/>\nEsensialisme Sebagai Ideologi Dalam Pendidikan Seni Di<br \/>\nIndonesia<br \/>\nRichard Junior Kapoyos \u2015 25<br \/>\nChapter 4<br \/>\nPendidikan Seni Musik Menguatkan Karakter Siswa Di Era<br \/>\nDigital<br \/>\nPutri Yanuarita Sutikno \u2015 53<br \/>\nChapter 5<br \/>\nKonsep Pendidikan Seni Musik Sekolah Dasar Di Indonesia<br \/>\nEka Titi Andaryani \u2015 77<br \/>\nChapter 6<br \/>\nIdeologi Pendidikan Melalui Pendidikan Seni Musik Tradisi<br \/>\nDalam Sebuah Kreativitas<br \/>\nLaila Fitriah \u2015 97<br \/>\nChapter 7<br \/>\nMemahami Ekosistem Pendidikan Seni<br \/>\nFajry Sub\u2019haan Syah Sinaga \u2015 107<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/343969122_Pendidikan_Seni_di_Era_Digital\">Chapter 8<br \/>\nPendidikan Seni di Era Digital<br \/>\nRiyan Hidayatullah \u2015 129<\/a><br \/>\nChapter 9<br \/>\nGuru \u201cSeni\u201d Kreatif Dalam Konteks Pendidikan Anak Usia<br \/>\nDini<br \/>\nEmah Winangsit \u2015 155<br \/>\nChapter 10<br \/>\nIdeologi Pendidikan Seni: Sebuah Sumbangan Konstruksi<br \/>\nPemikiran<br \/>\nNike Suryani \u2015 165<br \/>\nChapter 11<br \/>\nPendidikan Apresiasi: Upaya Menumbuhkan dan<br \/>\nMempertahankan Kesadaran Budaya Bangsa<br \/>\nBandi Sobandi \u2015 179<\/p>\n<p>Deskripsi:<\/p>\n<p>Buku Pendidikan Seni Hari ini yang ditulis para<br \/>\nmahasiswa program doktor Pendidikan Seni<br \/>\nPascasarjana Universitas Negeri Semarang ini,<br \/>\nmerupakan wujud kreativitas dan penuangan ide\/gagasan<br \/>\ntentang berbagai Paradigma, Ideologi, Konsep, ekosistem dan<br \/>\nteknologi pembelajaran seni dalam Pendidikan Seni. Seperti<br \/>\nkita ketahui bersama bahwa tujuan Pendidikan seni adalah<br \/>\ndiharapkan peserta didik (1) Memiliki pengetahuan tentang<br \/>\nhakekat karya seni dan prosedur penciptaannya, (2) Memiliki<br \/>\nkepekaan rasa yang memungkinkannya untuk mencerap<br \/>\nnilai-nilai keindahan yang ada di sekelilingnya serta membuat<br \/>\npenilaian yang sensitif terhadap kualitas artistik suatu karya<br \/>\nseni, dan (3) Memiliki keterampilan yang memungkinkannya<br \/>\nuntuk berekspresi melalui media rupa, bunyi\/suara, gerak<br \/>\natau lakon secara lancar atau menciptakan karya seni untuk<br \/>\nkehidupan pribadi dan sosialnya.<br \/>\nSebuah konsep atau paradigma Pendidikan Seni selalu<br \/>\ndimulai dengan filosofi, epistimologi dan aksiologi pendidikan<br \/>\nseni itu sendiri yang memuat asumsi-asumsi Teoretik,<br \/>\nmetodologi, analisis, sintesis dan evaluasi. Maka buku ini layak<br \/>\nuntuk dibaca para mahasiswa, guru dan dosen pendidikan Seni<br \/>\nagar memiliki wacana yang luas tentang berbagai konsep,<br \/>\nteori sebagai landasan berpijak dalam mengembangkan pendidikan<br \/>\nseni. Selanjutnya dapat digunakan sebagai pijakan untuk<br \/>\nberkreasi, berinovasi dan mengembangkan proses pendidikan<br \/>\nseni yang sesuai dengan ideologi pendidikan seni.<br \/>\nProses pendidikan seni yang menekankan pada unsur<br \/>\nestetika, kreativitas, ekspresi dan respons, selanjutnya<br \/>\nmembutuhkan sentuhan teknologi dalam pengembangannya.<br \/>\nUntuk itulah diperlukan pengembangan pendidikan seni<br \/>\ndi era digital ini. Buku ini sangat menarik dan perlu dibaca<br \/>\nuntuk menguatkan dan meneguhkan hakikat Pendidikan<br \/>\nSeni sebagai media pendidikan nilai dan budaya (Education<br \/>\nThrough Arts).<\/p>\n<p>Pendidikan seni sebagai sebuah disiplin ilmu,<br \/>\nmeniscayakan posisinya dalam peta ilmu pengetahuan<br \/>\nsebagai bidang yang dapat dikaji dari aspek ontologis,<br \/>\nepistemolgis, dan aksiologis. Sebagai ilmu pengetahuan yang<br \/>\nberada pada rumpun ilmu-ilmu humaniora, secara ontologis,<br \/>\npendidikan seni mempersoalkan hakikat keberadaan seni<br \/>\nsebagai media pendidikan dengan tujuan untuk membentuk<br \/>\nsegi-segi manusia dan kemanusiaan yang memiliki kepekaan<br \/>\nestetik dan kemampuan artistik melalui kegiatan kreatif,<br \/>\nekspresif, dan apresiatif. Dalam perspektif epistemologis,<br \/>\npendidikan seni memerlukan suatu strategi dan\/atau metode<br \/>\nyang bersifat paradigmatis untuk mewujudkan tujuan tersebut.<br \/>\nSementara itu, secara aksiologis, tak dapat dinafikan bahwa<br \/>\nmelalui pendidikan seni, dapat diperoleh manfaat berupa<br \/>\nnilai-nilai yang berorientasi pada upaya memanusiakan<br \/>\nmanusia seutuhnya sebagai mahluk yang memiliki kapasitas<br \/>\nkreatif dan kesadaran budaya. Dengan demikian, pendidikan<br \/>\nseni sebagai ilmu pengetahuan, bukanlah sekadar urusan yang<br \/>\nhanya mengusung hal-hal teknis pembelajaran di kelas semata,<br \/>\ntetapi ia perlu dilihat dan dipahami secara holistik pada ranah<br \/>\nfilosofis-ideologis, paradigmatis, dan aksiologisnya.<br \/>\nDalam kerangka itulah, saya melihat dan memahami<br \/>\nbuku yang berjudul \u201cDiskursus Pendidikan Seni Hari Ini\u201d yang<br \/>\nditulis oleh para mahasiswa Program Doktor Pendidikan Seni<br \/>\nPascasarjana Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2019.<\/p>\n<p>Tulisan dalam buku ini sesungguhnya hasil kreativitas<br \/>\nakademik mahasiswa yang bersumber dari tugas pembuatan<br \/>\nmakalah dalam \u201cMata Kuliah Isu dan Paradigma dalam<br \/>\nPendidikan Seni\u201d. Judul dan uraian yang dipaparkan oleh<br \/>\nsetiap penulis dalam buku ini, sekurang-kurangnya berisi<br \/>\ngagasan-gagasan yang berorientasi pada isu-isu yang bersifat<br \/>\nfilosofis-ideologis, paradigmatis, dan aksiologis tentang<br \/>\npendidikan seni. Hal ini, tentu, relevan dengan kapasitasnya<br \/>\nsebagai mahasiswa calon doktor pendidikan seni.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/343969122_Pendidikan_Seni_di_Era_Digital\">(Klik untuk mengakses artikel Riyan Hidayatullah)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Judul Buku: Diskursus Pendidikan Seni Hari Ini Penulis: Penulis: Alfa Kristanto, Bandi Sobandi, Eka Titi<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":1168,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,5],"tags":[],"class_list":["post-1167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-educations","category-music"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1167"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1167"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1167\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}